x

https://images.app.goo.gl/9FvybD4eSMuGHyRCA

Iklan

Andrie Hidayat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Juni 2022

Senin, 13 Februari 2023 08:19 WIB

Pendidikan: Sebuah Wujud Kontinuitas Peradaban

Adakah kemungkinan terkait adanya pendidikan, merupakan bentuk awal yang harus dikenyam oleh para generasi muda terhadap suatu hal yang lebih besar?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Berbicara mengenai pendidikan, maka pasti akan sangat bersinggungan dengan peserta didik, atau yang lebih umum, anak-anak muda. Dari berbagai sisi, kita dapat melihat peran pendidikan yang diimplementasikan dengan berbagai metode untuk memperoleh output individu yang berkualitas.

Bagi generasi muda, pendidikan menjadi hal yang begitu penting, terutama dalam penerapan etika dan pembentukan karakter. Bagaimana mereka dapat mengedepankan aspek moralitas dalam menjalani kehidupannya serta bagaimana mereka dalam menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan kehidupan secara bijak. 

Selain itu, dengan pendidikan, mereka dibekali dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman, tujuannya supaya mereka dapat menghadapi tantangan zaman yang semakin berkembang setiap waktu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari pernyataan ini, timbul pertanyaan besar terhadap tujuan besar pendidikan. Apakah pendidikan hanya membekali generasi muda dengan kognisi, etika, karakter, dan skill yang dapat mendorong mereka berkembang? Setelah mereka berkembang, kemudian apa yang harus mereka lakukan dengan berbagai macam pengetahuan yang telah diperoleh? Apakah hanya sebatas memberikan dampak, seperti meningkatkan kemampuan/skill, atau menajamkan rasa kepekaan kepada masyarakat, terhadap mereka saja? Adakah kemungkinan terkait adanya pendidikan, merupakan bentuk awal yang harus dikenyam oleh para generasi muda terhadap suatu hal yang lebih besar?

Jawabannya, ada. Di samping berorientasi kepada menyiapkan peserta didik yang berkualitas, esensi pendidikan lebih besar dari pada itu. Terdapat tujuan makro dalam pendidikan yang, menurut analisis saya, melebihi dari bagaimana seharusnya manusia berperilaku. 

Tujuan makro ini dapat kita telisik dalam tujuan-tujuan pendidikan yang tercantum dalam setiap satuan pendidikan. Seringkali dalam sekolah ataupun dalam perguruan tinggi, kita mendengar tujuan pendidikan tidak jauh dari kata "untuk mencerdaskan kehidupan bangsa". Artinya tujuan pendidikan di satuan-satuan pendidikan memiliki misi untuk mewujudkan peserta didik yang dapat memberikan pengaruh kepada bangsa dan negara.

Jika kita perdalam lagi, maka dapat kita temukan bahwa tujuan pendidikan yang secara garis besar menjaga dan mengelola eksistensi negara atau bangsa, sebenarnya adalah untuk menjaga keberlanjutan peradaban, warisan bangsa Sumeria.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa peradaban merupakan kompleksitas dari suatu masyarakat besar, yang mencakup berbagai aspek, mulai dari budaya, seni, politik, sistem pemerintahan, pembagian kerja, adanya imunitas, perdagangan, bahasa, dan lain-lain. Untuk terus dapat mewujudkan peradaban yang berkelanjutan dan semakin maju, diperlukan banyak subjek dari waktu ke waktu sebagai penggerak dari roda-roda segmen kehidupan itu sendiri secara kontinu. Di samping umur manusia yang tidak kekal, maka pendidikan hadir di sini sebagai bentuk transfer keilmuan dan skill-skill untuk terus menggantikan subjek suatu segmen tersebut, dari masa ke masa. Salah satu contohnya adalah pertanian.

Pertanian merupakan kunci dari terciptanya peradaban pertama kali. Dengan pertanian, manusia yang sebelumnya mencari makan dengan berburu dan berpindah-pindah, akhirnya mulai menetap dan memperoleh makanan dari hasil pertanian. Dimulai dari hal ini, para petani yang fokus pada ladang pertaniannya akhirnya melakukan inovasi tiap waktu, sehingga mutu dari bahan makanan semakin meningkat. Nah, bayangkan jika ilmu pertanian ini tidak diturunkan kepada generasi selanjutnya. Yang terjadi mungkin pertama adalah berkurangnya tingkat mutu hasil pertanian, dilanjutkan dengan semakin samarnya ilmu pertanian, dan pada akhirnya manusia kembali berburu. Begitu pun dengan aspek yang lain, seperti budaya. Tanpa adanya pendidikan, atau melemahnya pendidikan, maka intensitas dari nilai-nilai budaya perlahan akan hilang.

Kemudian dengan beroperasinya peradaban ini, manusia dapat berfokus kepada pengembangan skill mereka, sesuai dengan segmen kehidupan yang mereka tekuni. Meskipun pada akhirnya, kembali kepada berjalannya peradaban itu sendiri.

Nah, dapat kita tarik kesimpulan bahwa, secara global, pendidikan membawa tujuan besar untuk dunia. Sebagaimana roda kehidupan harus tetap beroperasi dalam wujud kontinuitas peradaban, maka pendidikan harus tetap digerakkan sebagai upaya untuk menyiapkan generasi muda yang mampu mengemudikan beribu segmen dalam kehidupan, atau jalannya peradaban secara global.

Ikuti tulisan menarik Andrie Hidayat lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler