x

Pipa Minyak TAZAMA milik Zambia dan Tanzania yang telah berumur lebih dari 50 tahun ( sumber Patrick J. Enders)

Iklan

Teguh V. Andrew

Pengabar Berita Internasional. Dikurasi dan ditulis oleh Jurnalis Warga Teguh V. Andrew
Bergabung Sejak: 22 September 2022

Selasa, 21 Februari 2023 14:03 WIB

Jaga Harga Bahan Bakar, Zambia-Tanzania Sepakat Merehabilitas Pipa Minyak Tazama

Presiden Zambia dan Tanzania pada Minggu (/192) sama-sama memandang kebutuhan untuk merehabilitasi kapasitas pipa minyak bersama yang telah berumur lebih dari 50 tahun.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pipa minyak Tanzania Zambia Mafuta (Tazama) yang melintang lebih dari 1.000 kilometer ini telah digunakan sejak 1968. Sejak saat itu pipa minyak ini telah mengirimkan lebih dari satu juta ton minyak mentah per tahun dari pelabuhan  Dar-es-Salaam di Tanzania ke kota Ndola di Zambia.

Presiden Zambia Hakainde Hichilema, dalam pernyataan resminya, mengatakan ia telah bertemu Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan di sela-sela acara Sesi Biasa Majelis Uni-Afrika ke-36 yang dihelat di Addis Ababa, Ethiopia. Dalam pertemuan itu, persoalan pipa minyak menjadi topik bahasan utama kedua negara.

“Pertemuan kami berfokus pada penguatan relasi bilateral di bidang fasilitas perdagangan dan investasi energi antar kedua negara. Agenda utamanya adalah proyek Tazama  (berupa) rehabilitasi pipa minyak dan sistem pendukungnya, kata Hichilema.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pipa minyak masih merupakan aset penting bagi Zambia karena sampai saat ini tidak memiliki produksi minyak mentah dalam negeri dan bergantung pada impor minyak mentah dari Eropa dan Timur Tengah melalui Pelabuhan Dar-es-Salaam.

Pipa minyak Tazama yang melintang lebih dari 1.000 kilometer ini telah digunakan sejak 1968. Sejak saat itu pipa minyak ini telah mengirimkan lebih dari satu juta ton minyak mentah per tahun dari pelabuhan  Dar-es-Salaam di Tanzania ke kota Ndola di Zambia.

Sementara Presiden Suluhu Hassan, secara terpisah, juga mengumumkan pertemuan bilateral antara Zambia dan Tanzania. Ia mengatakan dirinya sangat ingin memastikan bahwa proyek Tazama itu direalisasikan dengan prinsip keuntungan kedua negara.

Kebutuhan bahan bakar di Zambia saat ini lebih dari 1 juta liter per hari dan negara yang terletak di Afrika bagian Selatan itu tidak luput dari tekanan di pasar minyak global. Harga eceran yang dijual di pompa bahan bakar lokal saat ini berada di kisaran 1,50 Dollar Amerika Serikat per liter.

Dalam pernyataan terakhir terkait proyek Tazama , Menteri Energi Zambia Peter Kapala mengatakan keberadaan pipa minyak bersama ini akan membantu menjaga harga minyak tetap terjangkau. Pihaknya juga akan menyakinkan para pelaku usaha di bidang transportasi bahwa bisnis mereka tidak akan terdampak karena jasa mereka tetap akan dibutuhkan.(TvA/aa)

Ikuti tulisan menarik Teguh V. Andrew lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler