x

Iklan

Ismiatul Aprilia

Mahasiswa/IAIN Palangka Raya
Bergabung Sejak: 15 Maret 2023

Jumat, 17 Maret 2023 14:34 WIB

Investasi


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita untuk mendengar dengan namanya investasi

Apa, sih, investasi itu?

Defenisi investasi

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Investasi didefinisikan oleh Jones (2014) sebagai komitmen pendanaan ke dalam satu atau lebih aset yang dipegang untuk beberapa periode waktu mendatang.

Menurut Hartono (2017), investasi didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aset produktif selama periode waktu tertentu.

Pentingnya Investasi

Banyak orang menanyakan mengapa perlu investasi. Secara umum jawabannya adalah untuk menghasilkan uang. Secara khusus, tujuan investasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan (welfare) dalam bentuk kesejahteraan moneter (monetary welfare) untuk masa kini, maupun mendatang. Sebagai seorang investor, perlu adanya pengelolaan kekayaan secara efektif. Investor harus mendapatkan hasil terbaik dari investasi untuk melindungi penurunan harta kekayaan dari inflasi, pajak dan faktor lainnya.

            Untuk itulah banyak orang melakukan investasi. Investasi penting secara personal. Setiap individual memiliki kekayaan dan harta. Untuk meningkatkan kekayaannya, individual ini harus membuat keputusan investasi dalam kehidupannya. Dengan berinvestasi yang baik, mereka dapat membangun kekayaan semasa umurnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

 

Keputusan Investasi

Keputusan investasi merupakan keputusan yang harus dilakukan dengan cermat. Jika salah dalam melakukan keputusan investasi dapat berakibat fatal tidak hanya pada hasil investasinya tetapi dapat menurunkan bahkan menghabiskan dana modal investasinya. Oleh karena itu, sebelum melakukan keputusan investasi maka perlu dilakukan analisis yang benar. Faktor-faktor penting keputusan investasi perlu dipertimbangkan.

           

Faktor-faktor Utama Keputusan Investasi

Dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam keputusan investasi adalah return dan risiko (risk) investasinya. Kedua faktor ini harus dipertimbangkan bersama-sama.

Return merupakan hasil yang didapatkan atas suatu investasi. Uang memiliki biaya kesempatan. Dengan menyimpan kas, nilai uang akan berkurang akibat inflasi dan faktor lain. Untuk menghindari penurunan nilai tersebut, investasi perlu dilakukan untuk mendapatkan return yang dapat menutupinya.

  1. Terdapat dua jenis return yaitu return ekspektasian (expected return) dan return realisasian (realized return). Return ekspektasian adalah return yang diharapkan bagi investor selama kepemilikan aset pada waktu tertentu. Sementara return realisasian merupakan return yang sudah diperoleh secara aktual akibat investasi yang dilakukan sebelumnya.
  2. Dalam mempertimbangkan risiko terdapat istilah toleransi risiko.Toleransi risiko (risk tolerance)adalah kesediaan investor dalam menerima risiko saat berinvestasi. Toleransi risiko setiap investor berbeda-beda. Ada investor yang menghindari risiko yang disebut dengan penghindar-risiko (risk-averse) dan ada yang siap menerima risiko demi mengharapkan return yang tinggi yang disebut dengan pencari-risiko (risk-seeker). Diasumsikan investor adalah investor penghindar risiko (risk-averse investor). Investor penghindar risiko (risk-averse investor) bukan berarti investor tidak mau menerima risiko, tetapi mau menerima risiko jika diberi kompensasi untuk risiko tersebut.

 

  1. Trade-off Return Ekspektasian dan Risiko

Return ekspektasian dan risiko memiliki hubungan positif. Semakin besar risiko suatu investasi maka semakin besar return yang diharapkan (return ekspektasian). Oleh karena itu, terjadi trade-off semakin besar (kecil) risiko maka semakin besar (kecil) return ekspektasian.

 

Proses Keputusan Berinvestasi

Langkah awal keputusan investasi biasanya dimulai dari analisis atau penilaian terhadap aset tunggal. Investor harus memahami karakteristik beberapa aset dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Selanjutnya, perlu dilakukan penilaian untuk mengestimasi nilai wajar dari asetnya.

            Nilai aset sendiri merupakan fungsi dari return masa depan dan risiko asetnya.

Langkah berikutnya dalam proses berinvestasi adalah melakukan pengelolaan portofolio. Setelah aset sekuritas secara individual telah dievaluasi, portofolio dapat dibentuk. Portofolio dapat dibentuk secara matematis untuk memeroleh kombinasi return dan risiko yang optimal. Dengan membentuk portofolio, investor harus mengetahui kapan dan bagaimana portofolio harus disesuaikan pada waktu-waktu tertentu.

 

Cara Melakukan Investasi

Investasi ke dalam aset keuangan baik dalam bentuk investasi aset tunggal maupun dalam bentuk portofolio dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Investasi langsung (direct investing) dapat dilakukan dengan membeli langsung aset keuangan, sedang investasi tidak langsung (indirect investing) dilakukan dengan membeli aset keuangan lewat perusahaan investasi. Gambar berikut menunjukkan investasi langsung dan tidak langsung.

 

  1. Investasi Langsung

Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aset keuangan langsung di pasar uang (money market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan (derivative market) tanpa harus lewat perusahaan investasi. Investor dapat investasi langsung, misalnya memasukkan dananya ke deposito di pasar uang. Investor dapat juga melakukan investasi dengan membeli saham atau obligasi di pasar modal.

 

  1. Investasi Tidak Langsung

Sebagai alternatif dalam melakukan pembelian suatu aset finansial, investor dapat melakukan investasi secara tidak langsung dengan melibatkan pembelian saham atau aset finansial lainnya melalui perusahaan-perusahaan investasi (investment companies). Suatu perusahaan investasi (investment company) adalah perusahaan yang memiliki lisensi khusus untuk membuat, menangani, dan menjual portofolio kepada investor. Di investasi tidak langsung, investor tidak membeli aset keuangannya atau membuat sendiri portofolionya, tetapi membeli dan menjualnya kembali kepada perusahaan investasi.

 

Perusahaan investasi yang menawarkan portofolionya dapat dibagi menjadi 4 macam sebagai berikut ini.

  1. Closed-End Investment Companies.

Perusahaan sekuritas ini menginvestasikan dananya dalam bentuk portofolio dan kemudian menjual sahamnya dalam jumlah yang tetap di pasar sekunder. Jumlah lembar saham yang dijual di pasar sekunder terbatas pada jumlah saat penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di

pasar modal. Perusahaan sekuritas ini tidak menjual saham tambahan lagi sesudahnya, sehingga disebut dengan tutup-akhir (closed-end).

  1. Open-End Investment Companies.

Perusahaan investasi ini di Amerika Serikat disebut dengan nama mutual fund. Reksadana (mutual fund) artinya adalah dana bersama. Perusahaanreksadana ini mengelola portofolio dan menjual kepemilikan portofolionya di luar pasar modal dengan menjualnya langsung ke investor.

  1. Unit Investment Trust

Unit Investment Trust (UIT) merupakan perusahaan investasi yang menjual unit bagian portofolionya kepada investor dengan jangka waktu tertentu yang sudah ditentukan. Investor dapat menjual kembali unit penyertaannya kepada perusahaan investasi. Karena jangka waktunya tertentu, biasanya isi dari UIT adalah obligasi-obligasi dengan jangka waktu jatuh tempo yang tertentu, misalnya setahun. Transaksi unit penyertaan tidak dilakukan lewat pasar sekunder.

 

Jenis - Jenis Investasi Yang Populer Di Indonesia                                                             Seperti yang telah dibahas sebelumnya, berdasarkan jangka waktunya, investasi dapat dibagi menjadi dua kategori yakni investasi jangka pendek dan jangka panjang. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Namun, investasi apa saja yang tersedia dan menguntungkan? Berikut beberapa instrumen investasi yang cukup populer di Indonesia.

  1. Deposito

Sebenarnya deposito ini mirip dengan tabungan. Risikonya yang rendah membuat deposito kerap dipilih investor pemula. Namun jika dibandingkan dengan tabungan, ada dua hal yang membedakannya, yakni tingkat bunga dan adanya waktu jatuh tempo.

  1. Emas

Bagi Anda yang lebih tertarik dengan jenis investasi fisik dengan nilai intrinsik yang lebih jelas, emas bisa jadi pilihan yang cukup menarik. Sama halnya dengan deposito, risiko investasi emas juga rendah. Nilainya cenderung stabil dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

  1. Properti

Investasi properti memiliki beberapa kesamaan dengan investasi emas. Ada benda fisik yang Anda beli di sini. Nilainya juga dipastikan terus mengalami peningkatan tanpa banyak fluktuasi. Selain itu, risikonya juga terbilang rendah.

Ada beberapa model investasi properti yang biasa digunakan. Cara yang paling sederhana adalah dengan membeli tanah, membangun properti di atasnya dan menjualnya saat harga dinilai sudah cukup tinggi. Sedangkan untuk cara kedua, Anda bisa menyewakan properti untuk mendapatkan aliran pemasukan.

  1. Saham

Potensial namun berisiko tinggi, mungkin seperti itulah gambaran singkat mengenai investasi saham. Saham sebenarnya merupakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Saat Anda membeli saham, pada dasarnya Anda membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan yang mengeluarkannya. Jadi semakin banyak saham yang Anda beli, semakin besar pula persentase kepemilikan perusahaan yang Anda dapatkan.

  1. Reksa Dana

Apa itu reksadana? Secara sederhana, reksa dana adalah sebuah instrumen investasi di mana dana dari beberapa investor dikumpulkan menjadi satu untuk kemudian diinvestasikan ke instrumen-instrumen investasi yang ada di pasar modal. Reksa dana sendiri terbagi menjadi 5 jenis. Kelima jenis reksa dana ini meliputi reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran dan reksa dana index.

 

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Ismiatul Aprilia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini