Melihat Sejarah Fasisme dan Perang Dunia

Rabu, 12 April 2023 09:56 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Istilah fasisme pertama kali digunakan di Italia oleh rezim Benito Musollini (1922-1924). Dan gambar tangkai-tangkai yang diikatkan pada kapak menjadi lambang Partai Fasis pertama. Lalu diikuti pemerintah yang berkuasa di Jerman dan Spanyol. Setelah Perang Dunia II rezim-rezim diktatoris yang muncul di Amerika Selatan dan negara-negara belum berkembang lain umumnya digambarkan sebagai Fasis.

Hakekat Fasisme

Fasisme merupakan pengorganisasian pemerintah dan masyarakat secara totaliter oleh kediktatoran partai tunggal yang sangat nasionalis, rasialis, militeris dan imperalis. Fasisme adalah sebuah gerakan politik penindasan yang pertama kali berkembang di Italia setelah tahun 1919.

Gerakan itu kemudian berkembang di berbagai negara Eropa, sebagai reaksi atas perubahan sosial politik akibat Perang Dunia I. Nama fasisme berasal dari kata latin fasces artinya kumpulan tangkai yang diikatkan kepada sebuah kapak, melambangkan pemerintahan Romawi Kuno.

Ideologi Fasisme memiliki beberapa sifat yaitu:

  1. Rasisme, diartikan sebagai paham yang menerapkan penggolongan atau pembedaan ciri-ciri fisik (seperti warna kulit) dalam masyarakat. Rasisme juga bisa diartikan sebagai paham diskriminasi suku, agama, ras, golongan ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu.
  2. Militerisme adalah suatu pemerintahan yang didasarkan pada jaminan keamanannya terletak pada kekuatan militernya dan mengklaim bahwa perkembangan dan pemeliharaan militernya untuk menjamin kemampuan itu adalah tujuan terpenting dari masyarakat.Sistem ini memberikan kedudukan yang lebih utama kepada pertimbangan-pertimbangan militer dalam kebijakannya daripada kekuatan-kekuatan politik lainnya. Mereka yang terlibat dalam dinas militer pun mendapatkan perlakuan-perlakuan istimewa.
  3. Ultra Nasionalis, ialah sikap membanggakan suatu negara secara berlebihan sehingga sangat merendahkan negara yang lainnya. Sehingga mudah sekali memancing pertengkaran atau peperangan.
  4. Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya (hak memerintah). "Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomi, kultur, agama dan ideologi, asal saja dengan paksaan

Perkembangan Fasisme

Fasisme (fascism) merupakan pengorganisasian pemerintah dan masyarakat secara totoaliter oleh kediktatoran partai tunggal yang sangat nasionalis rasialis, militeristis dan imperialis. Italia merupakan negara pertama yang menjadi Fasis (1922) menyusul Jerman tahun 1933 dan kemudian Spanyol melalui Perang Saudara yang pecah tahun 1936. Di Asia Jepang berubah menjadi Fasis dalam tahun 1930-an melalui perubahan secara perlahan ke arah lembaga-lembaga yang totaliter setelah menyimpang dari budaya aslinya.

Pada umumnya fasisme muncul dan berkembang di negara-negara yang relatif lebih makmur dan secara teknologi lebih maju (Jerman di Eropa dan Jepang di Asia). Untuk pertumbuhan Fasisme adalah pencapaian tingkat atau tahap tertentu dalam perkembangan industri. Setidak-tidaknya ada dua titik temu antara Fasisme dan tingkat industrialisasi yang relatif maju. Pertama, aksi diperolehnya. Aksi terror dan propaganda memerlukan banyak pengaturan secara teknologis dan teknologi. Kedua, sebagai suatu sistem mobolisasi permanen untuk keperluan perang, Fasisme tidak mungkin berhasil tanpa keahlian dan sumber-sumber daya industri yang maju.

Dari segi latar belakang sosial, fasisme menarik minat dua kelompok secara khusus. Pertama, sistem itu menarik sekelompok kecil industriawan dan tuan tanah yang bersedia membiayai gerakan-gerakan Fasis dengan harapan bahwa sistem itu dapat melenyapkan serikat-serikat buruh bebas. Di negara-negara yang memiliki Tradisi Liberal dan demokrasi yang kuat, misalnya kaum industriawan memiliki keperayaan yang tidak lebih ataupun kurang dari kelompok lainnya pada proses Demokrasi. Tetapi jika demokrasi goyah, seperti yang terjadi di Jerman, Italia dan Jepang hanya di butuhkan segelintir industriawan kaya dan tuan tanah saja untuk membiayai gerakan-gerakan Fasis.

Sumber dukungan utama fasisme datang dari kelas menengah bawah (lower-middle-claas), terutama dikalangan pegawai negeri. Mereka melihat Fasisme sebagai penyelamat bagi kedudukannya dan prestisenya. Para pegawai negeri, merasa cemburu dengan perusahaan-perusahaan besar meskipun mereka tergerak untuk  mencapai kedudukan yang tinggi dalam perusahaan-perusahaan itu. Namun mereka juga takut ika dimasukkan kedalam kelompok dunia Ploretar. Sumber dukungan dari kaum buruh juga sangat berpengaruh bagi Fasis, kaum buruh yang terorganisir sering menyokongkan ketidakpastian dan proses demorialisasi dikalangan pegawai negeri tanpa menyadari manfaatnya.

Karena alasan psikologis para pegawai kantor biasa enggan untuk menggabungkan diri dalam berbagai serikat buruh. Akibatnya pendapatan para buruh biasa terutama yang terorganisir dalam organisasi buruh cenderung naik daripada penghasilan pegawai kantor. Karena jurang perbedaan status ekonomi para buruh yang biasa dan pegawai kantor terus melebar maka para pegawai kantor semakin takut akan kehilangan apa yang dianggapnya sebagai status yang sah dalam masyarakat. Keadaan itu yang mendorong mereka dan beralih pada Fasisme yang mengendalikan para serikat buruh.

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler