x

Iklan

Ariyo Rizky Valentino

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 September 2022

Selasa, 30 Mei 2023 15:02 WIB

Tiga Kisah Inspiratif Penerima Penghargaan SATU Indonesia Award di Bidang Pendidikan

Melalui komunitas, mereka memberikan manfaat yang sangat amat berarti bagi pemuda dan masyarakat setempat. Berkat kerja keras dan rasa peduli yang mereka miliki mengantarkan ketiga pemuda/i ini memperoleh penghargaan yang diberikan oleh Astra melalui SATU Indonesia Award tahun lalu. Keren!

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Literasi masih menjadi topik seru untuk dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, hampir di setiap diskusi dan forum selalu terselip kata literasi. Itu menjadikan orang-orang yang berada di dalam diskusi atau forum terkesan sebagai orang yang terpelajar dan mempunyai cukup wawasan.

Tentu, dengan belajar literasi, kita akan menjadi manusia yang andal menghadapi banjir informasi seperti dalam era digital saat ini. Tak sedikit, orang orang yang masih menelan mentah-mentah sebuah berita atau artikel yang --mungkin-- penulisnya pun memiliki kepentingan dibalik tulisan yang ditulisnya.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mendorong masyarakat agar terbiasa dengan literasi? Tenang, saya punya tiga tokoh yang inspiratif dalam hal membangun literasi untuk masyarakat. Mungkin saja kita bisa ketularan dengan ilmu dan cerita tokoh kita kali ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Melalui SATU Indonesia Awards, banyak kisah-kisah inspiratif yang tersampaikan. Bahkan, dari pelosok negeri sekalipun. Astra tetap berkomitmen untuk menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. SATU Indonesia Award selalu memberikan apresiasi bagi anak bangsa yang telah berkontribusi mendukung terciptanya kehidupan berkelanjutan melalui bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan dan Teknologi.

Berikut adalah tiga tokoh yang mungkin saja bisa menginspirasi teman-teman untuk mengembangkan komunitas dalam bidang pendidikan, khususnya literasi.

 

1. Eko Saputra Poceratu

1.1. 3 Kisah Inspiratif Penerima Penghargaan SATU Indonesia Award Dalam Bidang Pendidikan

Eko Saputra Poceratu adalah pemuda yang lahir di Tihulale pada 2 Mei 1992. Sejak Agustus 2018, Eko mulai serius mempublikasi produk digital ke media sosial, seperti YouTube, Instagram dan Facebook. Produk digital yang diproduksi waktu, bernama Bukan Puisi.

Gerilya Literasi Digital merupakan salah satu program yang dilakukan Eko guna membantu mengembangakan literasi di Maluku. Program ini didirikannya pada Agustus 2018. Saputra Poceratu merupakan seorang penyair, penulis, dan konten kreator dari Ambon. Kegiatan ini dilakukan dengan adanya dukungan dari teman-teman terdekatnya.

Motif dari terbentuknya komunitas Gerilya Literasi Digital adalah ketika munculnya ide untuk membuat produk digital, Eko bersyukur sebab sejak 2010, Eko sudah bergabung dengan komunitas bengkel sastra dan Paparisa Ambon Bergerak, dan telah mengumpulkan sedikit pengalaman tentang bagaimana memproduksi konten digital. Eko yang berlatar belakang filsafat harus menggali lebih banyak informasi dan berlatih dari waktu ke waktu agar bisa memproduksi kontennya sendiri dengan peralatan seadanya. Selama Eko membuat konten, dukungan datang dari teman-teman.

Barulah di akhir tahun 2021, Eko menjadi salah satu pemenang YouTube Next Up Indonesia dengan muatan konten lokal yang berujung pada pemberian bantuan berupa alat produksi konten yang lebih berkualitas. Sehingga gerakan Gerilya Literasi Digital yang Eko lakukan menjadi semakin berkembang. Barangkali, gerakan yang Eko lakukan bukanlah gerakan besar, tetapi, Eko memiliki tujuan penting di dalamnya. Jika masyarakat literat, maka akan membantu memajukan suatu daerah, termasuk kehidupan sosial, budaya, pariwisata, ekonomi.

Tujuan Eko sendiri adalah untuk membuka mata para orang tua yang masih beranggapan bahwa pekerjaan di dunia ini hanyalah PNS dan membuka mata pemerintah untuk bisa menghargai literasi, sastra, budaya, dan menjadikannya sebagai peluang ekonomi kreatif di tengah persaingan global.<--more-->

 

2. Bhrisco Jordy Dudi Padatu

1.2. 3 Kisah Inspiratif Penerima Penghargaan SATU Indonesia Award Dalam Bidang Pendidikan

Bhrisco Jordy Dudi Padatu adalah pemuda kelahiran Jayapura pada 09 September 2000. Ia mendirikan komunitas yang dinamai Papua Future Project (PFP). PFP sendiri merupakan komunitas berbasis projek di bidang 

pendidikan yang didirikan sejak Juli 2021, yang secara khusus mengangkat isu literasi di daerah tertinggal, salah satunya di Papua Barat. Dengan mottonya, “Every Child Matters”, projek ini berfokus menyediakan akses Pendidikan secara inklusif sebagai target jangka panjang melalui program bimbingan belajar literasi gratis dan donasi buku bacaan kepada anak-anak.

 

Tujuan terbentuknya komunitas PFP adalah pemanfaatan teknologi yang tidak semua anak memiliki akses yang sama, merujuk pada perbedaan aksesibilitas, kehadiran lembaga pendidikan, kurangnya sumber daya pendidik profesional, fasilitas yang tidak memadai dan angka buta huruf yang sangat tinggi. Disisi lain, standarisasi Pendidikan yang lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas juga turut menjadi permasalahan utama di daerah tertinggal.

 

Di Papua khususnya, masyarakat lokal masih mempercayai sebuah konstruksi sosial dimana perempuan tidak perlu mendapatkan akses pendidikan, karena tugas utama perempuan Papua adalah mengurus rumah tangga. 

 

Papua Future Project pada awalnya difokuskan untuk membantu Pendidikan literasi anak-anak asli Papua yang tinggal di Pulau Mansinam. Secara historis, Pulau Mansinam adalah tonggak sejarah bagi peradaban orang Papua karena menjadi bukti kebesaran injil yang telah menyebar di seluruh wilayah pulau Papua. Namun sayangnya, dibandingkan dengan potensi wisatanya dan sumber daya alamnya, aspek Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia masih kurang diperhatikan. Padahal, pulau ini sangat berpotensi terhadap nilai-nilai budaya, sejarah dan alam disekitarnya.

 

3. Wa Ode Nofrianti (Sekretaris Perpustakaan Desa Rumah Panre Dilao)

1.3. 3 Kisah Inspiratif Penerima Penghargaan SATU Indonesia Award Dalam Bidang Pendidikan

Layanan perahu pintar merupakan program Organisasi masyarakat Sultra Island Care (SIC) sebagai pengelola Perpustakaan Desa Rumah Panre Dilao. Layanan ini ditujukan untuk menyasar daerah pesisir yang ada di daerah Konawe Selatan Sulawesi Tenggara yang mengalami keterbatasan akses untuk dijangkau relawan pegiat literasi dalam mengantarkan buku bacaan.

 

Layanan ini dicetuskan oleh Sarmawan Muin yang merupakan Ketua umum organisasi Sultra Island Care dan Kepala Perpustakaan Desa Rumah Panre Dilao yang berasal dari Kota Kendari Sulawesi Tenggara yang peduli dengan literasi di daerah pesisir. Layanan Perahu Pintar ini ditujukan untuk membantu mencerdaskan dan meningkatkan literasi masyarakat pesisir. Berbagai program Layanan Perahu Pintar yang menjadi tujuan utama untuk menjelajahi daerah pesisir sebagai bentuk peningkatan literasi dan pendidikan di daerah pesisir seperti kelas motivasi, kelas buta aksara, pemeriksaan kesehatan, Penyuluhan kesehatan, inklusi sosial dan pelatihan IT dasar. 

 

tergagasnya program ini dilatarbelakangi oleh adanya kekhawatiran terhadap rendahnya minat baca penduduk Sulawesi Tenggara, khususnya daerah pesisir, maka pemuda pegiat Literasi sekaligus kepala Perpustakaan Pandre Dilao bersama Sultra Island Care mencetuskan ide yang dinamakan Layanan Perahu Pintar. Dalam merealisasikan ide ini, maka diadakan bentuk kerjasama dengan beberapa pihak demi terlaksananya program, yakni, pihak Perpustakaan dan masyarakat sebagai pemilik kapal yang akan digunakan sebagai media transportasi.

 

Adapun tujuan dan inovasi terbentuknya program ini adalah selain untuk kepentingan pendidikan, layanan ini juga bertujuan memberi dampak pada kesejahteraan dan kesehatan sosial. Adanya layanan ini memberikan solusi terhadap masalah yang ada di masyarakat, yakni memberikan kesempatan kepada masyarakat pesisir terbebas dari buta aksara, memberikan akses informasi yang berisi pengetahuan yang dapat diterapkan di kegiatan kehidupan masyarakat pesisir dan mendapatkan solusi dari permasalahan kesehatan masyarakat setempat.

 

Siapapun bisa menjadi kisah inspiratif bagi orang lain. Tidak ada alasan untuk tidak bisa di era digital yang serba mudah seperti sekarang. Saat ini 14th SATU Indonesia Awards 2023 sudah resmi dimulai dan Astra kembali memberi apresiasi kepada anak bangsa yang senantiasa bermanfaat dan memberi dampak baik bagi masyarakat. Dalam event ini, kami mengundang Anda untuk mendaftarkan program Anda atau mendaftarkan pihak lain, baik individu atau kelompok yang memiliki program yang memenuhi syarat untuk didaftarkan pada SATU Indonesia Awards.

Daftar disini sekarang!

 

Ikuti tulisan menarik Ariyo Rizky Valentino lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler