Iqra Putra Sanur Cerdas dalam Membangun Start-up Lingkungan

Sabtu, 29 Juli 2023 10:04 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dengan konsep yang dibangun oleh Iqra, Clean Up Indonesia mendapatkan peningkatan customer hingga 100% dengan masuknya beberapa real estate besar.

Iqra Putra Sanur, alumni mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan IPB, membangun start-up layanan pangangkutan sampah (public waste collector) pada 2015. Start-up ini bernama Clean Up Indonesia atau dahulu dikenal sebagai Moshi-Moshi yang bertujuan untuk mengembangkan skema model bisnis yang berkelanjutan.

Moshi-Moshi Spesial Sampah merupakan start-up yang berfokus pada waste transportation di Sulawesi-Selatan. Start-up ini memiliki trend positif market. Pada tahun 2017 Moshi-Moshi memiliki 4 orang picker yang telah melayani 400 unit rumah dengan skema B2C, yaitu layanan pengakuan sampah berlangganan pada tahun 2015-2018.

Tren positif yang semakin berkembang dimanfaatkan oleh Iqra untuk melakukan rebranding nama dari Moshi-Moshi Spesialis Sampah menjadi Clean Up Indonesia.

Pada tahun 2018, Iqra menemukan prototype model bisnis B2B waste transportation. Dengan konsep yang dibangun oleh Iqra, Clean Up Indonesia mendapatkan peningkatan customer hingga 100% dengan masuknya beberapa real estate seperti Citra Garden dan Citraland Celebes (Ciputra Group), Burger King, Pizza Hut, dan KFC. Setahun kemudian dalam pengembangan model Bisnis B2B, Clean Up Indonesia berhasil menjadi salah satu penerima Grant Plastic Reborn 2.0 yang diselenggarakan oleh CocaCola Foundation dan Ancora Foundation.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong generasi Muda untuk berkolaborasi dalam menemukan solusi untuk mengumpulkan dan mengelola kemasan plastic paska konsumsi, yang berorientasi teknologi.

Clean Up Indonesia mendapatkan banyak peluang dalam aksi pengelolaan sampah. Seperti kesempatan coaching, pendanaan dan akses kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai penunjang bisnis berkelanjutan. Iqra memanfaatkan pengembangan bisnis yang dilakukan secara berkolaborasi untuk mengimput teknologi bersama Gringgo Tech. Dengan kerja keras tersebut, Clean Up Indonesia memiliki teknologi Smart Waste Platform (SWAP) untuk menunjang operasional.

SWAP memiliki kinerja seperti sistem barcode yang secara langsung terkoneksi dengan sistem Clean Up Indonesia. Picker yang mengerjakan tugasnya dilapangan wajib melakukan sebuah scan berkode sebelum mengangkut dan mengelolah sampah di Hunian User. Teknologi SWAP yang diluncurkan mempermudah Clean Up Indonesia dalam mengontrol sebuah pekerjaan pengangkutan, pengelolaan sampah dan memberikan data akurat sebagai laporan pertanggung jawaban Clean Up Indonesia terhadap mitra. Di era perkembangan teknologi ini, Clean Up Indonesia telah membangun sistem kerja yang efektif dan efisien.

Potensi koloborasi yang dilakukan oleh Clean Up dapat memberikan dampak positif terhadap orang banyak. Hal ini memberikan dampak terhadap lingkungan yang berkelanjutan. Dengan pengembangan tersebut sector informal bukan lagi menjadi competitor, tetapi sebagai mitra kerja yang professional dan berkelanjutan. Hal ini didasarkan pada kerja sama dalam pengembangan teknologi untuk pembangunan lingkungan yang ramah dan terhindar dari polusi. Sistem kemitraan berhasil mewujudkan pengangkutan sampah yang luar biasa dan meningkatkan kesejahteraan para sector informal.

Clean Up telah memberdayakan 30 mitra dengan titik pengguna berjumlah 2.138 unit dan area. Skema B2B yang digunakan telah membuktikan kinerja saat memperluas ukuran market clean up Indonesia, yang awalnya hanya melayani perumahan-perumahan besar, kini Clean Up Indonesia dapat melayani BUMN, seperti PT. Patra Jasa (Pertamina) dan PT Industri Kapal Indonesia Persero (PT.IKI)

Clean Up menyadari bahwa untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan tidak hanya dengan layanan pengangkutan sampah yang profesioanal, tetapi dengan berkoloborasi dengan banyak perusaan dapat membantu mempermudah mimpi dalam menhaga lingkungan. Dengan demikian peran Iqra melalui start up dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan dan perkembangan lingkungan.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Bibi Suprianto

Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Universitas Gadjah Mada (UGM)

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler