Terpujilah Mereka yang Masih Memetik dalam Sisa-Sisa Terang

Kamis, 3 Agustus 2023 07:42 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Segala pikiran dan perkataan yang mengalir hari ini adalah buah kesalahan yang aku tak tahu dari mana asal mulanya hingga tubuh ini letih—kusam bersama malam dan lupa bagaimana caranya menemukan bayangan sebagai rumah yang tenang—penuh cahaya. - Silivester Kiik

Terpujilah Mereka yang Masih Memetik Dalam Sisa-Sisa Terang

Karya: Silivester Kiik

1.

Buah kusambi yang telah menguning di tepi jalan menuju perkampungan leluhur

senja bagai menolak dalam terang

sampai burung pipit lupa membentuk pola di dahan beringin tua

dan pepohonan lainnya yang masih saja memetik sisa-sisa terang

dan terpujilah mereka yang masih memetik.

 

Jika aku bisa melepaskan setumpuk rerindu ini

jika aku bisa tahu apa yang harus dilepaskan sejak matahari berdiri

aku tak bisa merayakan malam

sebab belas kasihan yang aku tanam belum matang usianya.

 

2.

Segala pikiran dan perkataan yang mengalir hari ini

adalah buah kesalahan yang aku tak tahu dari mana asal mulanya

hingga tubuh ini letih—kusam bersama malam

dan lupa bagaimana caranya menemukan bayangan

sebagai rumah yang tenang—penuh cahaya.

 

Aku ingin berjalan—melepas segalanya yang pasif

dan tiada perih lagi yang menyelamatkan

sebab aku telah mengecilkan pikiran

untuk meniadakan apa yang masih melubangi

jahitan di sekujur tubuhku.  

 

Atambua, 01 April 2023

#SekumpulanSajak

#Buku_Puisi_Sebab_Sunyi_Tak_Lagi_Melahirkan_AirMata

#SilivesterKiik

Bagikan Artikel Ini
img-content
Silivester Kiik

Penulis Indonesiana.id, Guru, Penulis, Founder Sahabat Pena Likurai, Komunitas Pensil, dan Pengurus FTBM Kabupaten Belu. Tinggal di Kota Perbatasan RI-Timor Leste (Atambua).

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content

Purata

Selasa, 7 Desember 2021 14:09 WIB

img-content
Lihat semua