x

https://web.facebook.com/photo/?fbid\x3d1558726614546461\x26set\x3da.117060842046386 M Agus

Iklan

Bibi Suprianto

Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Universitas Gadjah Mada (UGM)
Bergabung Sejak: 21 April 2023

Minggu, 13 Agustus 2023 10:47 WIB

Agus Rahmatullah, Pahlawan Sanitasi di Lombok Timur

Program yang dilakukan di desa Pringga Jurang Utara ini memiliki beberapa kegiatan, antara lain, edukasi, motivasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Agus Rahmatullah, seorang lelaki yang lahir di Galih, 30 Desember 1989. Pria lulusan Sarjanan dari Universitas Gunung Rinjani dan pernah bekerja sebagai fasilitator di Yayasan Masyarakat Peduli selama satu tahun. Agus juga pernah bertugas dalam bersosialisasi dan melatih masyarakat di luar daerah seperti di Blak Papua, Momere, Larantuka Flores, dan daerah lainnya.

Agus telah mengembangangkan program pemberdayaan masyarakat melalui senitasisejak 2013. Awalnya, program ini dibentuk ketika Agus melihat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada masyarakat sangat buruk. Agus melihat bahwa angka penyakit diare masih tinggi, khususnya didaerah Pringga Jurang Utara, Lombok Timur pada tahun 2012. Dan hanya 25% dari masyarakat yang memiliki saluran pembuangan air kotor atau jamban.

Program ini dilakukan di desa Pringga Jurang Utara. Selain itu, program ini memiliki beberapa kegiatan yang dilakukan seperti edukasi, motivasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam senitas. Edukasi dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada kader, pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar bisa menyelesaikan permasalahan senitasinya sendiri. Motivasi yaitu dilakukan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di desa lewat kegiatan pemicuan. Kegiatan pemicuan ialah kegiatan pertemuan dengan masyarakat sebagai cara untuk mendorong perubahan perilaku dalam pola hidup masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kebiasaan menggunakan senitasi setiap individu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kegiatan ini dilakukan untuk menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan masyarakat. Program ini menjadi salah satu solusi untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap lingkungan. Dan program ini dilakukan dengan kerjasama dengan masyarakat-masyarakat setempat.

Agus mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui senitasi. Bahkan masyarakat juga ikut andil dalam menjalankan kepedulian lingkungan dan mengajak banyak orang untuk memiliki pola hidup yang sadar terhadap lingkungan seperti mengajak untuk memikirkan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Program senitasi dibentuk dari masyarakat yang bertujuan untuk memberikan manfaat kebersihan kepada masyarakat.

Program ini menargertkan masyarakat seperti ibu-ibu, kader posyandu, remaja, paguyuban sebagai pembangun desa. Dulu target pemberdayaan hanya di desa Pringga Jurang Utara dengan jumlah penduduk sebnayak 1.701 kepala keluarga. Setelah melihat perkembangan, Agus melakukan strategi yang sama yaitu sebanyak 100% kecamatan Montong Gading dari 8 desa mencoba hal yang sama.

Agus memiliki harapan yang tinggi terhadap program ini. Dia ingin membuka mata pemerintah untuk sadar bahwa masalah sanitasi masyarakat bisa diatasi dengan aksi nyata. Dia ingi desa Pringga Jurang Utara menjadi salah satu desa Sanitasi, desa yang bersih dan bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Dia berhap untuk pemerintah dapat memberikan perhatian khusus untuk program yang telah dibentuk. Keberhasilan yang dilakukan oleh Agus dalam memperdayakan masyarakat membuat Agus menyakini bahwa Desa Pringga Jurang Utara dapat menjadi contoh untuk desa-desa lain. Agus memikirkan bahwa dengan keberhasilan dari program tersebut, akan semakin banyak masyarakat yang diberdayakan untuk produksi fasilitas sanitasi dan semakin banyak lapangan kerja yang dibuka. Selain membantu pemerintah dalam program Kesehatan dan kebersihan lingkungan, program ini juga meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat dalam membantu untuk mengurangi angka pengangguran.

Agus berkomitmen 100% untuk menjalankan program inin secara terus-menerus. Selain program ini sebagai kepedulian lingkungan, program ini juga sebagai ladang atau mata pencarian banyak orang untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluargannya. Dengan demikian, program ini sangat dibutuhkan oleh banyak orang.

Ikuti tulisan menarik Bibi Suprianto lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler