x

Gethek Dusun Balong (Arimbihp)

Iklan

arimbi hp

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Agustus 2023

Kamis, 24 Agustus 2023 21:08 WIB

Menyusuri Sungai Progo dengan Gethek di Dusun Balong

Saat berwisata ke Gethek Dusun Balong, pengunjung bisa menyaksikan sejuknya perbukitan menoreh dengan pemandangan alam Kali Progo dan gemericik airnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Magelang - Berbicara tentang wisata di Magelang memang tiada habisnya. Sabab, daerah ini memiliki berbagai potensi mulai dari kekayaan alam hingga budayanya.

Meski terkenal dengan wisata Borobudur, Magelang juga memiliki banyak wisata tersembunyi yang tak banyak diketahui masyarakat.

Salah satu wisata alam tersebut adalah Wisata Gethek Dusun Balong yang terletak tak jauh dari Candi Borobudur.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saat berwisata ke Gethek Dusun Balong, pengunjung bisa menyaksikan sejuknya perbukitan menoreh dengan pemandangan alam Kali Progo dan gemericik airnya.

Wisata tersebut berada di Dusun Gleyoran, Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Gethek diambil dari bahasa Jawa yang artinya susunan rakit bambu menyerupai perahu tanpa badan.

Cara mengemudikan gethek adalah dengan dikayuh oleh 1 orang menggunakan galah dengan arah mengikuti arus sungai.

Alat transportasi tradisional yang kini digunakan sebagai sarana wisata itu memiliki panjang sekitar 15 meter dan bisa menampung sekitar 15 orang.

Namun, di Wisata Gethek Balong, tersedia 2 jenis rakit yakni berukuran kecil untuk 4 orang dan besar untuk 8 orang.

Tarif keduanyapun berbeda, untuk gethek kecil dibanderol Rp 120.000 per sesi atau per 30 menit.

Sedangkan rakit berukuran besar bisa disewa dengan harga Rp 220.000 untuk 8 penumpang per sesi.

Pengunjung tidak perlu bingung jika tidak bisa mengendarai rakit ini. Sebab, sudah ada staf atau penyatang yang siap mendayung rakit bambu selama 20-30 menit di sekitaran Sungai Progo.

Tak cuma sekedar menjadi penumpang, pengunjung juga bisa mencoba mengemudikan gethek dengan komando dan pengawasan staf.

Di atas rakit, pengunjung bisa melakukan banyak hal, seperti menikmati alam sekitar, berfoto-foto, dan menikmati makanan lezat.

Terlebih, warga yang mengelola wisata gethek yang juga masyarakat setempat ini menjual makanan dan minuman yang bisa dinikmati sambil menelusuri sungai.

Makanan yang tersedia juga cukup unik seperti nasi jagung, gudangan atau urap dan teri yang ditangkap di Sungai Progo.

Selain warga setempat, Wisata Gethek Balong juga bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Meski tergolong baru, Wisata Gethek Balong sudah ramai dikunjungi wisatawan, sebab unik dan masih jarang ditemui di daerah lain.

Wisatawan bisa mengunjungi Gethek Balong pukul 09.00 sampai 18.00 WIB. Namun, bagi pengunjung yang ingin datang di luar jam tersebut, bisa melakukannya dengan reservasi terlebih dahulu.

Ikuti tulisan menarik arimbi hp lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler