x

permasalahan adalah hak dari setiap manusia. Pasti mengalami, hanya bagaimana kita menyikapinya

Iklan

Fathan Ismail

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 November 2023

Sabtu, 11 November 2023 07:40 WIB

Ngaji kehidupan: Kadung Urip

Bagaimana cara menjalani kehidupan dengan segala permasalahannya ini? Ketika sedang menghadapi masalah saja sudah pusing, lalu buat apa ditambah pusing? Berat kalau belum tahu caranya, dan sebaliknya. Lalu bagaimana caranya?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bismillah, artikel ini untuk menggugurkan kewajiban atas ilmu yang kami dapat dari guru guru kami. Kalau ternyata artikel ini akan di moderasi dan ternyata tidak layak publish, maka kami terima hal itu dengan lapang dada. Yang penting kewajiban kami sudah terbayarkan.

Setiap manusia dilahirkan dengan segala positive dan negative nya. Bahagia dan sedih, puas dan tidak puas,good news dan bad news. Semua itu adalah bentuk rejeki dari Allah. Dan setiap rejeki hukumnya ada harus disyukuri. Apapun itu, termasuk sebuah permasalahan. Dengan begitu,sebenarnya sebuah masalah bukanlah sesuatu yang harus diambil pusing. Justru sebliknya, harus disyukuri karena bagaimanapun juga itu adalah rejeki dari Allah.

Bahkan para nabi pun diberi beberapa " masalah  " oleh Allah. Mulai dari nabi Adam AS yang diberi ujian berat, mulai dari diusir dari surga sampai memiliki anak yang pada akhirnya saling bunuh. Lalu sampai nabi Muhammad SAW yang tidak hanya sekali dua kali mengalami "penolakan" dengan cara yang kasar. Bahkan sampai dilempar batu , diludahi,sampai ada usaha pembunuhan. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

source : infopusat.id

Sampai sini kita simpulkan dulu,bahwa setiap orang sudah pasti diberi ujian hidup dengan beberpa masalah. Dan akan selalu datang sebuah masalah baru, sampai akhirnya batas usia manusia selesai. 

Lalu bagaimana cara yang semestinya kita lakukan ketika kita mendapatkan sebuah masalah?

Yang pertama harus dilakukan adalah yakin bahwa masalah kita adalah ujian dari Allah. Dan Dia tidak akan memberi masalah diluar batas kemampuan kita. Setelah kita mengakui bahwa masalah kita adalah ujian dari Allah, maka langkah berikutnya adalah menenangkan diri. Terserah bagaimana cara kalian untuk mencari ketenangan. Bisa jalan jalan, main musik,apapun terserah kalian. Intinya adalah bikin otak dan hati kita tenang. Dengan memiliki sebuah ketenangan, maka kita akan lebih fokus dalam mencari jalan keluar yang baik. 

Dan sebenarnya di Islam pun sudah mengajarkan bagaimana caranya untuk bisa mencari ketenangan. Seperti baca Al Quran misalnya. Tetapi bukan cara seberat itu yang akan kami rekomendasikan. Kami sendiri , tanpa ada masalah saja masih males buat baca Quran ( tidak untuk ditiru). Kami akan merekomendasikan beberapa cara yang telah kami buktikan sendiri. Cara yang kami lakukan untuk mencari ketenangan ketika menghadapi sebuah permasalahan. Lalu cara cara seperti apa yang kami rekomendasikan?

1. Kumpul dengan orang sholeh

Kalian bisa cari pondok pesantren terdekat , lalu temui kyai pengasuhnya dan mintalah ijin untuk sering main ke pondok. Sampaikan alasan kalian bahwa kalian sedang mencari ketenangan.Atau kalu tidak ada pondok pesantren yang dekat, kalian bisa mendatangi masjid ,dan ikutlah sholat jama'ah. Kalau kalian ada di Jawa Tengah mungkin kalian bisa main ke Pondok Pesantren Al Hasani Jatimulyo , Kebumen. Di PonPes Al Hasani ada sebuah forum untuk anak jalanan menata hidup kembali. Intinya, berkumpul lah dengan orang sholeh. 

2. Bahagiakan orangtua

Kalau orangtua kalian masih ada, khususnya Ibu, buat bahagia mereka. Dan minta didoakan agar kalian bisa melewati ujian kehidupan kalian dengan baik. 

3. Sholawat

Paksa untuk membaca sholawat. Kami tahu, terkadang orang yang sudah kadung pusing dengan segala masalahnya, akan menolak ketika diberi solusi yang berhubungan dengan sebuah amalan. Tapi untuk solusi yang satu ini, kalau hati kalian malas untuk melakukanya, paksa! Karena sholawat akan tetap diterimaa walaupun dilakukan dengan sebuah keterpaksaan. 

Kenapa harus sholawat? Karena sifat sholawat adalah dingin. Dan ketika kita sedang ber masalah, hati dan otak kita bersifat panas. Maka sholawat itu akan mendinginkan hati dan otak kita yang sedang panas. 

Kenapa sih kita harus mencari ketenangan hati? 

Selain agar kita bisa mencari solusi yang baik,juga agar kita tidak terjerumus kedalam permasalahan baru. karena disaat emosi tidak stabil,maka disaat itulah setan dan jin akan lebih kuat dalam menjerumuskan manusia. 

Dan ketika kita sudah merasa lebih tenang, maka tiba saatnya kita untuk menghadap sang Illahi untuk berserah diri. Kita akui ketidak berdayaan kita tanpa Nya. Kita akui semua dosa dosa kita,dan kita mohon diberikan solui dalam menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi. 

Kalau kata guru kami, Gus Asyhari Muhammad Al Hasani pendiri dan ketua FAJIM ( Forum Anak Jalanan Insyaf, Mengaji) " awake dewe wis kadung urip,nggo ngopo mumet mikir masalah. Wong mati ae pengen urip maneh gur pengen ndadani sholat" 
Yang artinya : Kita itu sudah terlanjur hidup, buat apa pusing mikinin masalah. Orang yang sudah mati saja pengen hidup lagi cuma untuk memperbaiki sholat.

semoga artikel ini berguna buat siapapun yang baca. Maaf kalau ada yang salah. 

 

Ikuti tulisan menarik Fathan Ismail lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan