x

Ilustrasi Big Data. Foto infojawatengah

Iklan

Almira Carin Rezdianti

Politeknik Tempo
Bergabung Sejak: 23 Februari 2022

Sabtu, 25 November 2023 17:42 WIB

Memahami Big Data dalam Penelitian Sosial

Kerumitan big data yang mencakup berbagai jenis data, seperti teks, gambar, video, dan data sensor, menuntut keahlian teknis yang lebih tinggi. Peneliti sosial harus mampu mengintegrasikan dan menganalisis data dari sumber yang beragam ini untuk mendapatkan pemahaman yang holistik.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Big data, sebuah istilah yang kini merajai percakapan di berbagai bidang, menjanjikan revolusi dalam penelitian sosial dengan potensinya yang luar biasa. Namun, seiring dengan kemajuan ini, muncul pula sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan oleh para peneliti sosial yang ingin memanfaatkan big data secara efektif. Di antara tantangan-tantangan tersebut, terdapat tiga aspek krusial yang memerlukan pemahaman mendalam: pemahaman mendasar tentang big data, isu metodologi dan teori, serta dilema etika penelitian.

Pertama-tama, pemahaman mendasar tentang big data menjadi fondasi utama bagi peneliti sosial. Big data memiliki ciri-ciri unik, yang meliputi ukuran, kerumitan, dan kecepatan. Ukurannya yang mencapai jutaan atau bahkan miliaran data poin memerlukan strategi pengelolaan data yang berbeda dari pendekatan tradisional. Peneliti harus memahami cara mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data sebesar itu tanpa kehilangan relevansi atau signifikansi informasi.

Kerumitan big data yang mencakup berbagai jenis data, seperti teks, gambar, video, dan data sensor, menuntut keahlian teknis yang lebih tinggi. Peneliti sosial harus mampu mengintegrasikan dan menganalisis data dari sumber yang beragam ini untuk mendapatkan pemahaman yang holistik. Selain itu, kecepatan produksi big data yang sangat tinggi menuntut keterampilan pengelolaan waktu yang efektif agar hasil penelitian tetap relevan dan dapat memberikan wawasan secara real-time.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tantangan berikutnya terletak pada isu metodologi dan teori dalam konteks big data. Metode penelitian sosial tradisional seperti survei dan observasi mungkin tidak lagi memadai untuk menangani kompleksitas data dalam jumlah besar. Peneliti perlu mengembangkan metode dan teori baru yang dapat mengakomodasi karakteristik big data. Misalnya, pengembangan metode analisis statistik yang mampu menghadapi volume dan kompleksitas data menjadi esensial. Dengan demikian, peneliti sosial perlu beradaptasi dengan perkembangan metodologi yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi dalam penggunaan big data.

Dalam menghadapi isu etika penelitian, peneliti sosial dihadapkan pada tanggung jawab moral untuk melindungi privasi individu yang terdapat dalam big data mereka. Big data sering kali mengandung informasi pribadi yang sangat sensitif, dan oleh karena itu, langkah-langkah perlindungan privasi harus diterapkan dengan cermat. Hal ini melibatkan pengembangan kebijakan yang jelas tentang bagaimana data akan digunakan, disimpan, dan dibagikan. Persetujuan dari subjek penelitian juga menjadi kunci dalam memastikan bahwa penggunaan data bersifat etis.

Isu etika yang perlu diperhatikan mencakup privasi, identitas, dan kesetaraan. Perlunya melindungi privasi subjek penelitian menjadi prioritas utama agar data yang dikumpulkan tidak disalahgunakan atau merugikan individu. Peneliti juga harus memastikan bahwa identitas subjek penelitian tetap terlindungi untuk mencegah pengungkapan yang tidak diinginkan. Selain itu, penggunaan data harus bersifat setara dan tidak diskriminatif, memastikan bahwa analisis yang dihasilkan tidak menghasilkan hasil yang bias atau merugikan kelompok tertentu.

Dalam mengatasi tantangan-tantangan ini, peneliti sosial perlu mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup pemahaman mendalam tentang karakteristik big data, pengembangan metode dan teori yang sesuai, serta penerapan prinsip-prinsip etika penelitian yang ketat. Hanya dengan memahami dan mengatasi tantangan-tantangan ini, peneliti sosial dapat memanfaatkan potensi revolusioner big data untuk menghasilkan penelitian sosial yang lebih baik, lebih akurat, dan lebih relevan dengan dinamika masyarakat yang terus berubah.

Sumber :

https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/jpkop/article/download/617/484/0

Artikel ini adalah bagian dari tugas mahasiswa produksi media Politeknik Tempo pada mata kuliah Bog Data Analytic, dengan Dosen pengampu Rachma Tri Widuri, S.Sos., M.Si.

 

Ikuti tulisan menarik Almira Carin Rezdianti lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu