Wajah Ibu dari Balik Guci

Selasa, 2 Januari 2024 09:04 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Aku menjaga rasa haus dan tatapan ibu, ini akan menjadi sebutir doa selamanya sebab kita masih seperti dulu bersandar pada matahari dan berbintik di tubuhmu - Silivester Kiik (2024).

Di rumah masa kecilku

ibu rajin membawakanku setempurung air

setiap lidahku menghadap ke awan. 

Sebuah guci tua tersimpan di tanah

lumut menjalar menghiasi bentuknya

tetapi aku memandangnya lebih dekat

—wajah ibu terbaca jelas.


Aku mengangkat kepala semakin tinggi

guci itu semakin tenggelam

dan aku tak mampu menggambarnya dalam pikiran.


Aku menjaga rasa haus dan tatapan ibu

dan ini akan menjadi sebutir doa selamanya

sebab kita masih seperti dulu

bersandar pada matahari

dan berbintik di tubuhmu.


Atambua, 01 Januari 2024

Bagikan Artikel Ini
img-content
Silivester Kiik

Penulis Indonesiana.id, Guru, Penulis, Founder Sahabat Pena Likurai, Komunitas Pensil, dan Pengurus FTBM Kabupaten Belu. Tinggal di Kota Perbatasan RI-Timor Leste (Atambua).

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua