x

Cover buku aku tidak mau kikir seperti qarun

Iklan

Rusdi Ngarpan

Penulis Indonesiana/ Alumnus UNNES Semarang, berkarya di SMP
Bergabung Sejak: 26 September 2023

Selasa, 12 Maret 2024 19:13 WIB

Review Buku Aku Tidak Mau Kikir Seperti Qarun

Qarun yabg kikir dilaknat Allah beserta harta bendanya. Janganlah kikir dan pelit bin medit nanti bisa seperti Qarun. Karena harta hanyalah titipan semata.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Qarun, siapa yang tidak pernah dengar nama tersebut. Ya, tokoh jaman dulu yang memiliki harta banyak sekali. Saking kayanya, pegawainya harus memanggul kunci-kunci gudang kekayaannya. Namun, harta yang dimiliki Qarun lenyap ditelan bumi. Maka masyarakat zaman kini ketika menemukan harta disebut menemukan harta karun.

Sungguh cerita yang menyedihkan. Seorang yang tamak dan menumpuk harta kekayaan dan tidak mau berbagi, tidak mau mengeluarkan zakat, infak dan sedekah, berakhir tragis. Tenggelam beserta harta kekayaannya.

Apakah zaman sekarang ada yang berkelakuan laiknya Qarun? Jawabannya ada. Bahkan mungkin lebih banyak daripada zaman dulu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mereka menumpuk harta kekayaan. Mengumpulkan uang dan tidak mau berbagi dengan orang lain. Lihat saja sekitar kita. Ada orang kaya yang tetangganya miskin tapi tidak pernah dibantu. Tidak pernah menyantuni anak-anak yatim. Bukankah itu perilaku kayaknya Qarun?

Entahlah. Yang jelas zaman sekarang muncul qarun-qarun yang lain.

Seperti cerita dalam buku Aku Tidak Mau Kikir Seperti Qarun karya Ummi Ayyash. Buku cerita setebal 36 halaman ini digambari oleh D'Panonpoe Studio.

Dikisahkan Kiki, seorang gadis kecil yang memiliki koleksi sepatu sebanyak 30 pasang. Sebanyak 29 pasang sepatu bukanlah pemberian orang tua Kiki, melainkan pemberian paman atau saudaranya.

Suatu hari Kiki mendapatkan sepatu baru dari pamannya. Kiki pun memakainya ke sekolah dengan peraaaan.bangga dan percaya diri.

Dengan sombongnya ia menyampaikan jika sepatu barunya itu dibeli di Paris.

Suatu hari ibunya mengumpulkan beberapa sepatu Kiki ke kardus dan akan diberikan pada orang yang membutuhkan. Namun, Kiki melarang dan marah. Ibu Kiki yang merasa tidak pernah mengajarkan sifat kikir akhirnya bercerita tentang Qarun, orang yang hidup di jaman Nabi Musa.

Qarun sangat kaya dan usahanya selalu berhasil. Sayang, ia kikir bin bakil. Ia tidak pernah mengeluarkan zakat dan sedekah. Ia lupa bahwa harta itu hanya titipan Allah. Sehingga Qarun dan hartanya ditenggelamkan Tuhan sebagai azab dan tidak ada yang tersisa.

Setelah mendengar cerita tersebut, Kiki pun sadar dan mengizinkan sepatunya dibagikan pada orang lain. Ia pun ingat temannya yang sepatunya sudah rusak dan berlubang. Ia pun memberikannya. Karena ia takut seperri Qarun.

Buku tipis ini sangat bagus untuk dibacakan untuk anak-anak kita. Bahkan bisa dijadikan bahan bacaan anak. Selain mengandung nilai moral, juga bisa untuk berlatih membaca.

Nilai moral dari buku cerita terbitan Diva Press ini adalah (1) kita tidak boleh kikir, sombong dan congkak, (2) kita harus mengeluarkan zakat, sedekah dan berbagi dengan orang lain agar harta dan kekayaan kita berkah (3) kita harus ingat bahwa harta kekayaan itu hanyalah titipan Allah semata, sehingga tidak perlu membanggakan diri. Ingat jika yang menitipkan mengambilnya. Tidak ada yang tersisa.

Demikian review buku aku tidak mau kikir seperti Qarun. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sumber: Ummi Ayyash, 2010, Aku Tidak Mau Kikir Seperti Qarun, Yogyakarta: Diva Press.

Ikuti tulisan menarik Rusdi Ngarpan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu