Nyanyian Kesedihan

Selasa, 12 Maret 2024 19:01 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mari kita bangkit, wahai kekasihku. Mari kita kumpulkan mimpi-mimpi yang tersisa. Sebab kesedihan hidup akan kita taklukkan dengan nyanyian kesedihan - Silivester Kiik (2024)  

Di sini; wahai kekasih. Mari kita bakar mimpi-mimpi indah yang telah mati.

Di sini; di lembah ini. Mari kita membuat tumpukan kayu pembakaran. Dari kelopak bunga anggrek yang berguguran dan daun yang lembut dan hijau.

Di sini; di bawah wajah matahari. Mari kita bakar segala pujian yang terlambat menghadap awan di tumpukan api yang menyala-nyala di siang hari.

Kita letih; hatiku, kita letih. Sekian lama menanggung segala beban cinta yang berat dari mimpi yang telah mati. Mari kita beristirahat.

Mari kita menebarkan abunya; mari kita berkabung sejenak. Mari kita beristirahat, wahai kekasihku, hingga bayang-bayang kelabu di barat.

Namun sebentar lagi kita harus bangkit, wahai kekasihku. Kita harus berkelana lagi. Ke dalam pertikaian diri.

Mari kita bangkit, wahai kekasihku. Mari kita kumpulkan mimpi-mimpi yang tersisa. Sebab kesedihan hidup akan kita taklukkan dengan nyanyian kesedihan.  

Atambua, 12 Maret 2024

Bagikan Artikel Ini
img-content
Silivester Kiik

Penulis Indonesiana.id, Guru, Penulis, Founder Sahabat Pena Likurai, Komunitas Pensil, dan Pengurus FTBM Kabupaten Belu. Tinggal di Kota Perbatasan RI-Timor Leste (Atambua).

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content

Purata

Selasa, 7 Desember 2021 14:09 WIB

img-content
Lihat semua