x

ilustr: CU Management

Iklan

Siti Nurkhalizah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Maret 2024

Kamis, 14 Maret 2024 22:07 WIB

Peran Literasi Digital di Era Teknologi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Literasi digital kini menjadi keterampilan penting bagi pelajar, memungkinkan mereka untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital. Apa sih tantangan dan strategi menerapkan literasi digital di lingkungan pendidikan>

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

Perkembangan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi yang semakin berkembang dan mudah diakses

     Seiring perkembangan zaman, perkembangan teknologi saat ini telah mengalami perubahan sangat cepat. Akibatnya, teknologi informasi menjadi sangat penting bagi dunia pendidikan. Hal inilah yang menuntut kita untuk selalu mengembangkan teknologi ke arah digitalisasi canggih yang dapat menghasilkan informasi dengan cepat, efektif, efisien, dan akurat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sama halnya dengan budaya literasi yang saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, terlepas dari dunia digitalisasi yang sangat penting untuk kemajuan bangsa. Budaya literasi sebuah negara menentukan seberapa maju atau tidaknya negara tersebut. Sebagai negara yang besar, Indonesia harus memiliki kemampuan dan berusaha untuk mengembangkan budaya literasi di abad 21 ini, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki peradaban yang kuat dan masyarakat yang literat.

Dengan kata lain, negara yang memiliki tingkat literasi yang tinggi akan memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif untuk menghadapi persaingan global di era digital saat ini. Oleh karena itu, literasi digital sangat penting untuk mengimbangi kemajuan teknologi digital saat ini.

A. Definisi Literasi Digital

     Literasi digital adalah pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan media digital, seperti alat komunikasi modern atau jaringan internet, untuk menemukan dan mengerjakan sesuatu, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijak, cermat, tepat, dan tentunya patuh pada hukum dan aturan untuk membangun komunikasi dan interaksi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital biasanya berfokus pada keterampilan teknis dan aspek kognitif dan sosial dalam dunia digital. Literasi digital juga merupakan salah satu reaksi positif terhadap kemajuan teknologi dalam menggunakan media untuk membantu semua lapisan masyarakat belajar membaca, meningkatkan minat dan keinginan masyarakat untuk membangun budaya baca sebagai jembatan pengenalan.

     UNESCO menyatakan bahwa literasi digital adalah konsep yang mendasari dan menjadi landasan penting untuk memahami teknologi, informasi, dan alat komunikasi. Dua perspektif berbeda digunakan untuk menjelaskan literasi teknologi informasi (TIK). Pertama, literasi teknologi, yang sebelumnya disebut sebagai computer literasi, mengacu pada pemahaman tentang teknologi digital, termasuk pengguna dan kemampuan teknis. Kedua, dengan literasi informasi ini berfokus pada satu domain pengetahuan, seperti kemampuan untuk menggambarkan, membedakan, mengolah, dan menggunakan data digital secara maksimal dan optimal. Konsep ini sejalan dengan istilah yang dicetuskan oleh UNESCO pada tahun 2011, di dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa lepas dari kegiatan literasi seperti membaca dan menulis yang berkaitan erat dengan pendidikan.

B. Jenis-jenis Literasi

     Literasi pada dasarnya merujuk pada kemampuan dasar membaca dan menulis seseorang. Berikut ini adalah beberapa jenis literasi:

  1. Literasi dasar adalah kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang dalam membaca, menulis, mendengarkan, dan berhitung. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam menulis, membaca, berkomunikasi, dan berhitung sebaik mungkin.
  2. Literasi perpustakaan adalah kemampuan untuk memahami dan membedakan karya tulis atau karya ilmiah fiksi dan nonfiksi, memahami cara menggunakan katalog dan indeks, dan memahami informasi saat membuat karya tulis penelitian.
  3. Literasi media adalah kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi dan memahami berbagai jenis media, seperti media cetak dan elektronik, serta memahami cara masing-masing digunakan.
  4. Literasi teknologi adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan memahami berbagai aspek teknologi, seperti hardware dan software; memahami cara menggunakan internet; dan memahami etika dalam menggunakan teknologi, terutama media sosial.
  5. Literasi visual berasal dari gagasan bahwa gambar dapat dibaca, yang berarti informasi dapat dikomunikasikan melalui proses membaca.

     Literasi digital mencakup pemahaman tentang cara menggunakan dan mengakses internet, serta jenis mesin pencari. Namun, pengguna harus menyadari bahwa tidak semua informasi yang tersedia di internet memiliki kualitas yang sama, sehingga pengguna lambat laun akan dapat mengenali situs mana yang handal dan terpercaya dan situs mana yang tidak terpercaya. Dengan adanya literasi digital, millenial sekarang dapat memilih mesin pencari yang baik untuk kebutuhan mereka dalam pencarian informasi.

C. Prinsip Pengembangan Literasi Digital

Menurut Mayes dan Fowler (2006), pengembangan literasi digital bersifat berjenjang dan terdapat tiga tingkatan.

  1. Kompetensi digital yang meliputi keterampilan, konsep, pendekatan dan prilaku.
  2. Penggunaan digital yang merujuk pada pengaplikasian dan implementasi terhadap kompetensi digital yang berhubungan dengan konteks tertentu.
  3. Transformasi digital yang selalu membutuhkan kreativitas dan inovasi pada dunia digital.

Prinsip pengembangan literasi digital menurut Kylene Beers (2009) antara lain.

  1. Bersifat seimbang, setiap siswa memiliki kebutuhan yang beragam, jadi sekolah dapat menerapkan prinsip ini dengan penerapan strategi yang tepat dalam membaca dan varian baca yang ada.
  2. Bahasa lisan sangat penting, setiap siswa harus memiliki kemampuan untuk berbicara tentang informasi dalam diskusi terbuka yang memungkinkan perbedaan pendapat sehingga mereka dapat menyampaikan pendapat dan belajar berpikir kritis.
  3. Berlangsung pada suati kurikulum, program literasi seharusnya berlaku untuk semua siswa dan tidak tergantung pada kurikulum tertentu; dengan kata lain, semua guru di bidang studi harus melakukan kegiatan literasi.
  4. Pentingnya keberagaman, setiap sekolah harus menghargai dan melestarikan keberagaman. Hal ini dapat dicapai dengan menyediakan buku-buku yang membahas kekayaan budaya Indonesia sehingga siswa lebih memahami budaya negara dan berkomitmen untuk melestarikannya.

D. Tujuan dan Manfaat Literasi Digital

Tujuan

  1. Membantu meingkatkan pengetahuan masyarakat dengan membaca berbagai jenis informasi yang bermanfaat.
  2. Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan positif dari informasi yang dibaca.
  3. Membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian yang kritis.
  4. Membantu menumbuhkan dan mengmbangkan budaya literasi serta budi pekerti dalam diri seseorang.
  5. Membantu meningkatkan nilai kepribadian seseorang dan kualitas penggunaan waktu sehingga lebih bermanfaat.

Manfaat

  1. Dapat menambah kosa kata sesorang.
  2. Dapat mengoptimalkan kinerja otak.
  3. Dapat menemukan dan menambah wawasan yang baru.
  4. Dapat meningkatkan kemampuan verbal, analisis berpikir, dan daya fokus.

E. Peran Literasi Digital pada Pendidikan

     Data BPS dari pendataan Survei Susenas 2022 menunjukkan bahwa 66,48% penduduk Indonesia menggunakan internet pada tahun 2022 dan 62,10% pada tahun 2021. Tingginya penggunaan internet ini menunjukkan betapa terbukanya masyarakat terhadap informasi dan seberapa baik mereka menerima kemajuan teknologi dan transformasi masyarakat informasi. Literasi digital mengedepankan pada pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan media digital, peralatan komunikasi, dan cara membuat dan mengevaluasi informasi secara sehat, cerdas, cermat, tepat, dan patuh akan hukum dalam interaksi sehari-hari. Pemerintah harus mendukung program literasi digital karena pengaruh revolusi industri 4.0 memberikan banyak peluang dan tantangan. dimana penggunaan teknologi dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang inovatif dan kreatif.

     Pemerintah menekankan pentingnya Gerakan Literasi Nasional (GPL) yang difokuskan pada pengembangan literasi digital dengan delapan aspek, yang secara signifikan mendukung proses pembelajaran.

  1. Kultural, kemampuan memahami konteks dalam dunia digital;
  2. Kognitif, daya fikir dalam melakukan suatu analisis dan menilai suatu konten;
  3. Konstruktif, mengembangkan dan menciptakan sesuatu dengan ahli dan aktual;
  4. Komunikatif, memahami jaringan komunikasi pada dunia digital;
  5. Percaya diri dan bertanggung jawab;
  6. Melakukan sesuatu hal yang baru dan berjiwa kreatif;
  7. Kritis dalam menilai suatu konten; dan
  8. Memiliki tanggung jawab secara sosial.

8 Aspek Pendukung Proses Pembelajaran

     Literasi digital memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Berikut adalah peran penting literasi digital sebagai upaya mengingkatkan kualitas pendidikan.

  1. Akses ke Informasi dan Pengetahuan: Literasi digital memungkinkan siswa dan guru mengakses kumpulan informasi yang luas dan terus diperbarui, yang memungkinkan mereka untuk mempelajari materi yang lebih lengkap dan mendapatkan informasi yang relevan dengan kegiatan pendidikan.
  2. Pemahaman Teknologi: Literasi digital memungkinkan guru dan siswa untuk memahami teknologi yang digunakan dalam pendidikan dan memungkinkan mereka untuk menggunakan teknologi sebagai alat untuk membuat pelajaran lebih mudah dan lebih cepat.
  3. Pendidikan yang Lebih Menarik dan Berinteraksi: Literasi digital membuat pendidikan lebih menarik dan interaktif. Ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dan mempelajari pelajaran dengan cara yang lebih menarik.
  4. Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi: Literasi digital memungkinkan siswa dan guru berkolaborasi dan berkomunikasi secara efektif. Ini membantu mereka mengembangkan keterampilan berinteraksi dan komunikasi yang efektif.
  5. Meningkatkan Kualitas Pendidikan: Literasi digital memungkinkan guru dan siswa untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kegiatan pendidikan. Ini memungkinkan mereka untuk memperoleh keterampilan yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan.

     Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, literasi digital dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mempermudah dan mempercepat proses pembelajaran, membantu siswa dan guru untuk mengembangkan keterampilan yang relevan, dan membuat pendidikan lebih menarik dan efektif.

 

Referensi:

Suherdi, D., Rezky, S. F., Apdilah, D., Sinuraya, J., Sahputra, A., Syahputra, D., & Wahyuni, D. (2021). Peran Literasi Digital di Masa Pandemik. Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia: Cattleya Darmaya Fortuna. Retrieved from https://books.google.co.id/books/about/Peran_Literasi_Digital_Di_Masa_Pandemi.html?id=gs5DEAAAQBAJ&redir_esc=y

Ikuti tulisan menarik Siti Nurkhalizah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu

Terkini

Terpopuler

Biomorfik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

19 jam lalu