Edukasi Ramadhan Prof. Edy Suandi Hamid soal Kekayaan Intelektual dan Tantangan Umat Islam

Kamis, 4 April 2024 08:12 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bulan Ramadhan juga disbeut syahrul maghfiroh, syahrul tarbiyah atau bulan pendidikan atau bulan edukasi. Terminologi syahrul tarbiyah melekat pada bulan ramadhan karena pada bulan ini kita dididik dengan banyak hal, terutama waktu.

Bulan ramadhan memiliki banyak sebutan, diantaranya bulan ibadah, syahrul maghfiroh dan sering disebut syahrul tarbiyah atau bulan pendidikan atau bulan edukasi. Terminologi syahrul tarbiyah melekat pada bulan ramadhan karena pada bulan ini kita dididik dengan banyak hal, terutama waktu, misalnya kapan mengakhiri sahur dan kapan berbuka. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam Ceramah Tarawih di Masjid Syuhada, Kotabaru, Yogyakarta pada Rabu (3/4/2024).

Lebih lanjut, Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) ini juga mengungkapkan bahwa di bulan Ramadhan ini umat Islam dididik untuk merasakan apa yang dialami kaum dhuafa atau kaum fakir yang sepanjang hari merasakan haus dan dahaga bukan hanya di bulan Ramadhan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al Quran, untuk menjadi petunjuk bagi manusia, membedakan yang haq dan yang batil. Ayat pertama yang diturunkan dimulai kata iqra yang artinya bacalah, dimaknai bahwa umat Islam harus selalu belajar. Al Quran menjadi petunjuk bagi manusia dalam kehidupan yang universal, tidak hanya dalam hal ibadah.

“Dimanakah posisi umat Islam dalam ilmu pengetahuan? Islam pernah mengalami masa keemasan, atau golden era kaum muslim pada abad pertengahan. Sejarah peradaban dunia mengenal tokoh-tokoh Islam seperti Ibnu Khaldun, Al Kindi dan lain sebagainya. Dari ilmuwan-ilmuwan Islam pula dikenal ilmu astronomi dan ilmu matematika termasuk aljabar,” kata mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

Dimana kontribusi umat Islam di masa sekarang ini? Pemikir-pemikir ilmiah Islam jumlahnya sedikit, tidak proporsional dengan jumlah umat muslim di dunia sebesar 23,5 persen. Termasuk Gross Domectic Product (GDP) kita dibawah 10 persen. Ini berkorelasi dengan pengetahuan yang kita pahami. Yang ada di Al Quran belum diamalkan dengan sempurna.

“Seperti disampaikan dalam Hadits Riwayat Muslim, bahwa Rasulullah bersabda “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” Dan Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang berilmu,” pungkas mantan Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor ini.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler