x

Foto Kolase Tempo.com/Cerpen Establishment

Iklan

Taufan S. Chandranegara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Juni 2022

Rabu, 10 April 2024 09:18 WIB

Establishment

Panorama cerpen, imaji mengurai sel-sel otak agar tetap sehat walafiat. Tak ada pembaca tak ada seni susastra. Jelajah imajinasi.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

SALAM LEBARAN 2024 MAAF LAHIR BATIN.


DONGENG LANGIT.
Sentir layar terkembang cahaya pembuka.
Musik: Metal symphony adegan berkisah.


KANTOR JURNALIS MALAM.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Rapat redaksi malam itu sungguh luar biasa baik-baik saja. Data pemberitaan penting lengkap sudah, seluruh sinyalemen narahubung dari berbagai pihak berjalan baik-baik saja. Narasumber terpilih tak terkendala apapun. Artikel mengenai penyelewengan dana publik segera terbit dalam bentuk cetak maupun tayang via web online serentak berbagai berita lain pula. 

"Rapat redaksi dilanjutkan Redaktur Pelaksana (RedPel). Saya melanjutkan tugas berikut. Sampai jumpa besok pagi." Pemimpin Redaksi (PemRed) undur diri.

RedPel melanjutkan rapat redaksi selama tiga puluh menit. Persiapan pemberitaan berikutnya terlihat baik-baik saja. Tak ada telepon berdering dari pihak manapun.


KANTOR JURNALIS PAGI.

PemRed sejak pagi berada di tempatnya. Berbagai tanggapan pemberitaan penyelewengan dana publik - korupsi kelas gajah. Berdering di meja kerjanya. Menjawab cermat pertanyaan berbagai kalangan seluas pandangannya berdasarkan fakta material sumber investigatif terhimpun di database medianya. 

"Korporasi pers media ini, menyiapkan tim pengacara, menghadapi berbagai bentuk gugatan, ataupun protes dari pihak tersangka koruptor. Termasuk menyiapkan keamanan formal maupun informal. Risiko jurnalis - apapun bentuk tekanan, hadapi. Fokus bela negara demi khalayak." Suara PemRed tegas mengangkasa.

"Kami siap", serentak suara awak media di ruangan rapat itu. Badai taifun segera melibas koruptor plus kroninya.

"Jurnalisme Investigasi, masuk dari pintu belakang. Penetrasi aliran dana korupsi, inklusif hulu ke hilir - institusi, kelompok, perorangan, elaborasi ranah perbankan, keuangan, eksklusif lainnya. Bongkar. Deadlines secepat-cepatnya, akurasi maksimal, valid. Arahan lanjutan oleh RedPel. Siap menghadapi serangan rudal?"

"Siap!" Serentak awak media di ruangan rapat itu. 

"Rapat saya tutup. Selamat bekerja." PemRed keluar ruangan rapat. RedPel melanjutkan arahan target investigasi.


Mungkin saja ada rujukan keseimbangan pemikiran makhluk hidup ke berbagai ranah mata angin. Apakah makhluk hidup berketetapan sama; sebanding, sepadan, bisa jadi demikian - bisa jadi tidak. Konon ada virus jahat menyusup berada di antaranya, super diam merayap, mengerat, masuk laci-laci dalam gelap ataupun terang. Bahaya loh.

Ada virus-vaksin, santun masuk dalam tubuh, perlawanan untuk virus jahat kelas gajah penyusup dalam tubuh. Virus jahat ini bisa masuk kapan saja sesuka hati. Bodok amat kekebalan tubuh, aturan atau pasal formal, hajar bleh. Celaka mati celaka duka, virus jahat tak kenal bela sungkawa ataupun bela negara.

Bagi virus jahat terpenting kemenangan penyusupan. Nah tuh. Tak peduli moral dalam bentuk apapun. Gawat loh. Virus jahat penyusup mampu menggondol nilai triliun akumulasi of the year mencapai abakadabra suit-suit. Misteri tak terhingga. Kesatuan tekno canggih seakan - akan tak berfungsi. So why gituloh.

Gemuruh khazanah news of the top. Dalam tempo singkat - seru banget talk show negeri atas angin tentang kelemahan ini itu. Wow! Sebelum kecolongan proteksi undang-undang antimaling sudah ada kan. Kenapa masih bisa kebobolan dalam nilai triliun selalu cuy. Pripun niku? Walahkadalah.

Lantas apa sebabnya. Enggak tau deh - menurut hutan-hutan. Lautan menggelombang sekalipun prihatin dalam nyanyian prosa pedih perih, hanya mampu seirama tangisan angin sepoi-sepoi di bawah naungan renda-renda feodalisme modern - berdansa dalam irama swing jazz nothing is impossible.

Harapan pemberantasan korupsi nampaknya kendor di kelas kampanye antikorupsi. Tak boleh kendor dong - sekalipun sebuah negeri sedang sibuk. Wajib, tetap edukatif hingga ke pelosok - pelosok negeri.; Kampanye antikorupsi - diperlukan generasi lanjutan, itupun kalau sebuah negeri di awan masih punya semangat.; Antikorupsi.

Rakyat, sebagai pemilik mutlak sebuah negara; konon begitu menurut teori demokrasi impor dari benua jauh. Berbahagialah kalau sebuah negeri dimanapun di dunia ini - bebas dari ancaman neokolonialisme koruptor plus kroninya dalam rupa bentuknya.; Bukan sulap - bukan sihir koruptor senantiasa adaptif - berevolusi.


Puji Tuhan Yang Maha Esa

Apabila sebuah negeri di awan 
masih punya sedikit api semangat
Antikorupsi.


KANTOR JURNALIS SIANG.

Terlihat sahabat jurnalis, berbincang di telepon genggamnya. "Kau mendapat pengharagaan bidang jurnalistik bergengsi kawan."

Suara di seberang sana "Puji syukur kawan. Berkat kerjasama tim kerja."
"Mantaplah. Jam berapa tiba di sini."

"Secepatnya. Setelah antar isteriku pulang. Langsung meluncur ke kantor."
"Oke. Oh ya, sudah terlihat kelaminnya. Lelaki atau perempuan?"

"Belum. Menurut dokter janinnya amat sehat katanya."
"Mantap. Salam untuk keluarga ya. Jumpa nanti kita."

"Oke." Klick! Telepon selesai.


Satu guru satu ilmu 
dilarang saling mengganggu

Dar! Der! Dor! 
Suara petasan cabe rawit 

Lebaran bahagia full senyum
plus bumbu masak kontemporer

Sekalipun korupsi 
bikin miris di hati, hiks!


***

Jakarta Indonesiana, April 09, 2024.
Salam NKRI Pancasila. Banyak kebaikan setiap hari.

Ikuti tulisan menarik Taufan S. Chandranegara lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini