x

Ganjar Pranowo memberikan salam kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri dan Katua DPP Puan Maharani, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Juni 2022. Tempo/M taufan Rengganis

Iklan

Heru Subagia

Penulis, Pengamat Politik dan Sosial
Bergabung Sejak: 9 November 2022

Sabtu, 25 Mei 2024 19:14 WIB

Peradaban Hipokrit dan Tawaran Ideologi Perubahan untuk Ganjar Pranowo

Dinamika politik kekinian tejadi begitu cepat dan pencapaian kepentingan politiknya begitu sesat dan prakmatis. Ideologi bukan lagi suci dan menakutkan. Ia bukan lagi menjadi spirit perjuangan. Supremasi kepentingan menjadi besar akibat pergeseran persepsi, pengertian dan pelaksanaannya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Memahami dan mengartikan sebuah Ideologi bisa dimulai dari adicita yang terlahir dalam suatu ide atau gagasan. Menurut Antoine Destutt de Tracy pengertian ideologi pada akhir abad ke-18 sudah  masuk dalam difinisi ilmiah atau sains tentang ide. 

Dikatakan jika Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.

Dikutip dari berbagai sumber, jika tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. (definisi ideologi Marxisme).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada akhirnya setiap ideologi idealnya harus mampu memadukan tiga unsur: keyakinan, pengetahuan, tindakan. Pertama, ideologi mengandung seperangkat keyakinan berisi tuntunan-tuntunan normatif-preskriptif yang menjadi pedoman hidup.

Fungsi ideologi sendiri yaitu membentuk identitas/ciri kelompok atau bangsa. Ideologi mempunyai kecenderungan untuk “memisahkan” kita dari mereka. Ideologi berfungsi mempersatukan “sesama” kita.

Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.

Dipaksa Berubah 

Jika Bumi semakin panas berakhir dengan berbagai skenario perubahan yang dipaksakan dan sukarela. Medan magnetik bergeser, gunung es Antartika mencair,  lapisan ozon sobek dimana -mana.Terjadinya banyak disrupsi dan juga anomali yang ganas dan membahayakan. Sama sekali bagaimana saat ini segenap manusia harus berfikir bersama untuk menyelamatkan bumi dengan bekerjasama dan berkeyakinan untuk melangsungkan keberangkatan ekosistem hidup di Bumi.

Demikian juga berkaitan dengan apa yang saat ini sedang melengkapi ekosistem keseluruhan yang sedang berjalan dan terjadi. Instrumen Peradaban adalah bagian koleksi abstak yang terus berubah atau dipaksa berubah. Sebagai manusia sempurna , saat ini manusia mempunyai perdaban yang saat ini ada dan sedang berjalan mengalami siklus perubahan. Produk inklusif perdana peradaban seperti ideologi akan segera bergeser atau juga punah.

Saat ini perubahan sudah menjadi keterpaksaan mutlak dan karenanya siapapun yang mau dipaksa atau dapat melakukan lompatan peradaban akan lolos secara spiritual namun demikian akan cacat dan dicap sebagai orang gila atau kerumunan orang -orang pinggiran tidak lazim.

Ideologi Perubahan 

Menjadi perhatian khusus ketika Megawati kelupaan atau sengaja lupa menyebutkan nama Ganjar Pranowo dalam acara Rakernas PDI-P V di Jakarta. Teriakan"Ganjar, Ganjar, Ganjar " membuat Megawati tersadar jika Nama Ganjar Pranowo belum disebutkan. Namun demikian Megawati seolah-olah memberikan angin segar bagi hadirin dan Ganjar Pranowo sendiri jika Ganjar memang belum sempat disebutkan. Megawati Soekarnoputri menimpalinya Ganjar Pranowo belum dipensiunkan.

Seperti diketahui jika Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa mantan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo belum dipensiunkan. Hal itu dikatakan Megawati saat menyapa semua tokoh yang hadir dalam rapat kerja nasional (rakernas) PDI-P ke-5 di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024).

Pertanyaan, bagaimana sebenarnya posisi bargaining politik Ganjar Pranowo saat ini dan langkah apa yang harus dilakukan untuk Ganjar Pranowo jika tawaran politik di PDIP sangat minimalis?

Status quo 

APA mungkin PDI Perjuangan kini telah “melupakan” kehadiran Ganjar Pranowo? Masa iya bisa lupa? Publik tentu masih ingat politisi mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode sejak 23 Agustus 2013-5 September 2023 tersebut sempat menjadi yang paling populer di antara nama-nama calon presiden (capres) potensial pada tahun 2024.

Mantan calon presiden, Ganjar Pranowo, mengaku belum mendapatkan mandat elektoral lagi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, seusai Pilpres 2024. Saat ini, eks Gubernur Jawa Tengah tersebut tengah fokus di internal partai.

"Tugas khusus yang sifatnya formal tentu tidak atau belum," ungkap Ganjar saat ditemui selepas pembukaan Rakernas V PDIP di Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024).

Menurut Ganjar, Megawati saat ini lebih memberikan tugas yang bersifat analytical. Ganjar mengaku secara rutin membahas isu nasional yang tengah berkembang bersama para kader PDIP lainnya.

"Waktu kemarin kita bicara potensi kenaikan harga minyak, rupiah yang kemudian merosot. Dampak ekonomi terhadap kondisi itu kaitannya dengan apakah perusahaan masih bisa eksis, apakah PHK masih akan terus berjalan, lalu global climate change yang berkaitan dengan produksi pangan kita. Apakah kita akan mandiri atau terus impor," tutur Ganjar.

Dia menegaskan, cerita pilpres sudah selesai dan saat ini PDIP fokus mendiskusikan mengenai kepentingan rakyat. Namun, Ganjar tak menutup mata soal pilkada serentak yang akan dihadapi mendatang.

Menurutnya, Pilkada 2024 adalah momen baginya untuk membantu para kader PDIP memenangkan kontestasi tersebut. "Saya sudah tahu akan ada pilkada, tempatnya di mana, tadi ketemu dengan para kandidat saya sampaikan kemarin, kawan-kawan bantu saya, besok giliran saya bantu kawan-kawan," pungkas Ganjar.

Berani Keluar Zona Nyaman 

Berdasarkan kondisi politik dan juga proyeksi politik yang sedang bergulir di internal PDIP bisa dikatakan jika Ganjar Pranowo sedang berada dalam peta politik yang digantungkan atau status quo. Kondisi politik yang sangat minim, dalam dan anjlok jika dikihatvdalam perspektif tarik ukur kepentingan dan relasi kekuasaan. Ganjar Pranowo sedang kondisi psikologis politik "low bat " dan peta politik yang diraihnya sedang menguntungkan sama sekali. 

Penulis menilai seharusnya Mas Ganjar cabut dari PDI Perjuangan pasca Rakernas V PDI Perjuangan di Ancol, sudah hilang kekuatan nilai dan juga spirit berpolitik secara personal dan entitas kelembagaan PDI-P. Ditambah jika Ganjar Pranowo sudah tereliminasi dari dukungannya elite partai, faksi dan juga kader militan yang pernah berjuang keras untuk menangkan Pilpres 2024 kemarin.

Menurutnya penulis adalah Ganjar Pranowo harus membubarkan dirinya secara pribadi dan keterikatan kelembagaan. Berani melepaskan jaket kebesaran dan juga ideologis partai lamanya. Ganjar Pranowo harus recharge kembali dalam spirit kemajuan dan pengabdian nya ke jalan yang kokoh dan berkemajuan.

Mimpi Besar Menantinya 

Tugas Ganjar Pranowo untuk mewujudkan ideologi yang visioner meliputi pengejawantahan demokrasi itu sendiri dan adaptasi demokrasi terhadap isu kekinian. akhirnya orisinalitas ideologi Ganjar Pranowo terbentuk dari titik nol dan tidak akan berakhir dalam fase tidak terbatas.

Lebih lanjut, Ganjar harus memulai memanifestasikan ideologi terapannya bukan dalam pengertian ideologi sempit namun Ganjar harus sanggup menjadi virus perubahan dan penyesuaian saat ini dan ke depan. 

Skema demokrasi digital, kepemimpinan lintas peradaban, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam batas toleransi yang bisa dicapai. Meliputi trans budaya, ekonomi, sosial dan pertahanan.

 Menekankan bahwa sebab ideologi tersebut adalah hasil penyesuaian maka bukan hasil produk eksklusif yang diturunkan oleh nilai-nilai kekakuan demokrasi, pengkultusan, kekuasaan absolut.

Ideologi imajiner sebagai teologi baru bagi peradaban baru untuk asupan gizi dan vitamin bagi manusia kekinian, yang diharapkan seperti mas Ganjar. Ideologi kepartaian sudah monoton, kaku dan secara keseluruhan produk hipokrit.

Ikuti tulisan menarik Heru Subagia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler