x

Sumber Gambar: Bing AI

Iklan

Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.
Bergabung Sejak: 28 Mei 2022

Senin, 27 Mei 2024 07:40 WIB

Dialog: Semua Ada Masanya

Penyemangat dari pemuda kepada pemuda lainnya yang hampir jatuh semangatnya melalui obrolan ringan masa kini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

"Kok kamu murung terus bung? Lagi mikirin apa?"

"Zaman sekarang, kondisi saya begini begini saja, tak ada kemajuan ... karya-karya saya sepi peminat, hidup masih ditanggung orang tua."

"Ish, Allah itu tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Semua ada masanya kok. Lihat aja musim-musim buah-buahan, ada musim durian, ada musim alpukat. Nah kamu itu ibarat bagaikan buah yang masih dalam proses kematangan. Nanti juga kalau kamu sudah matang, kamu bakal dicari orang, dibutuhkan orang banyak pada masanya."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Wah, perumpamaan yang menarik bung. Kalau sudah masanya saya 'benar-benar matang' pasti saya dibutuhkan zaman ya."

"Iyalah bung, teruslah berkarya, asahlah kemampuanmu terus, jangan menyerah bung. Karena yang Allah nilai itu kesabaran kita, dan ketulusan kita. Yang penting kita punya sabar dan tulus itu sangat bernilai di mata-Nya, Insya Allah, pasti Allah kabulkan apa yang menjadi harapan kita kalau punya dua itu, bahkan bisa lebih dari apa yang kita pernah harapkan."

"Bisa diberikan penguatan kisahnya kah bung, perihal sabar dan tulus ini?"

"Hmm ... mungkin saya bisa ambil kisah dari epik Mahabharata. Pada kisah sabar, diceritakan Arjuna sempat dihukum menjalani masa pembuangan dengan menjelajahi Bharatwarsha selama satu tahun dengan penuh kesabaran, sebab karena keadaan ia harus menyelamatkan seorang pendeta yang pertapaannya diganggu oleh para raksasa, dan Arjuna mesti mengambil senjata di kamar dimana Yudhistira dan Drupadi sedang menikmati malam mereka.

Namun dari peristiwa pengasingan diatas, Arjuna yang rela menjalani masa hukuman sekalipun telah mendapat pengampunan dari Yudhistira untuk tak menjalani masa hukuman, Arjuna mendapatkan keridaan dari kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Melalui pengasingan inilah, Arjuna memperoleh sekutu perang yang menguntungkannya untuk nanti di masa perang besar Bharatayudha.

Kemudian dalam kisah tulus, juga diceritakan para Pandawa dan Drupadi menjalani masa pengasingan di sebuah hutan, disana mereka hidup serba kekurangan. Lalu Duryodhana memiliki siasat jahat untuk membuat Pandawa dan Drupadi merasakan kutukan Resi dengan mengarahkan Resi Durwasa yang mudah marah dan senang menguji agar datang ke perkemahan para Pandawa. 

Namun di perkemahan tersebut datanglah Sri Krsna yang merasa lapar, Drupadi segera mengambil tempurung yang terdapat sisa nasi dan memberikannya kepada Sri Krishna dengan penuh ketulusan. Sri Krsna memakan sisa nasi tersebut sebagai Sri Hari, jiwa alam semesta.

Sebab ketulusan hati Drupadi dan Pandawa, Resi Durwasa beserta rombongan yang tadinya lapar, tiba-tiba merasa kekenyangan. Akhirnya oleh ketulusan yang memuaskan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa walau melalui pemberian sisa nasi tersebut sahaja yang kita mungkin anggap remeh, Para Pandawa dan Drupadi selamat dari kutukan Resi Durwasa."

"Luar biasa, jadi benar ... sabar dengan keadaan, dan tulus melalui pemberian walau sekecil apapun bentuk pemberian tersebut kepada yang membutuhkan, mampu membuat puas Tuhan yang menjadikan kita tergolong pemenang kehidupan alam dunia. Terima kasih bung atas nasihat berharga ini."

"Sama-sama."

Cimahi, 26 Mei 2024.

Ikuti tulisan menarik Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler