Seni Pertunjukan yang Berusia Lebih dari 50 Tahun

Senin, 10 Juni 2024 07:48 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seni pertunjukan berbentuk visual dan melibatkan banyak orang. Dalam jenis seni ini terkandung empat unsur, yakni waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.

Seni pertunjukan merupakan sebuah seni yang berbentuk secara visual dan melibatkan banyak orang, serta seni pertunjukan sendiri merupakan karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. Di dalamnya mengandung empat unsur, yakni waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.

Dan tujuan dari seni pertunjukan sendiri memberikan hiburan. Di sisi lain, seni pertunjukan juga merupakan ungkapan budaya, wahana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya, norma-norma estetik-artistik sesuai perkembangan zaman. Adapun jenis dari seni pertunjukan terdiri dari seni tari dan seni drama.         

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Akan tetapi teman - teman semua pada tahu tidak bahwa ada seni pertunjukan yang berusia lebih dari 50 tahun? Berikut penjelasannya.

Wayang merupakan sebuah seni pertunjukan yang sudah ada sejak zaman para wali dan seni pertunjukan wayang digunakan pada masa itu sebagai media dakwah, pengetahuan dan hiburan, seni pertunjukan wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang.

Asal-usul dari seni wayang sendiri hingga saat ini tidak di ketahui, akan tetapi para ahli memperkirakan bahwa seni wayang sudah ada 1500 SM. Namun teman - teman semuanya tahu tidak bahwa bentuk dari wayang yang kita lihat sekarang jauh berbeda dari zaman dahulu yang mana awalnya hanya terdiri dari satu jenis yakni wayang kulit akan tetapi semakin berkembangnya zaman, sekarang jenis wayang terdiri 10 jenis yakni.

1. Wayang Purwa: Ini adalah bentuk Wayang yang paling umum dan tertua, terutama menampilkan wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau dan bambu. Ceritanya biasanya berkisar pada epos Hindu seperti Mahabharata dan Ramayana.

2. Wayang Pedalangan: Merujuk pada seni dan praktik pedalangan Wayang. Istilah "dalang" mengacu pada dalang atau pendongeng yang memanipulasi wayang dan menceritakan kisahnya.

3. Wayang Kaper: Jenis Wayang yang jarang dirujuk, yang mungkin merupakan bentuk teater boneka daerah atau khusus.

4. Wayang Kidang Kencanan: Jenis spesifik ini tidak terdokumentasi secara luas, sehingga menunjukkan bahwa ini mungkin merupakan variasi unik atau lokal dalam tradisi Wayang yang lebih luas.

5. Wayang Ageng: Diterjemahkan menjadi Wayang "agung" atau "agung", mungkin menunjukkan pertunjukan yang lebih besar atau lebih rumit, sering kali diadakan untuk acara atau upacara penting.

6. Wayang Madya: Wayang ini menggambarkan kisah tengah atau peralihan antara Wayang Purwa kuno dan Wayang masa kini. Mereka kerap meliput narasi sejarah dan semi sejarah Jawa.

7. Wayang Klitik: Suatu bentuk boneka kayu pipih yang digunakan dalam pertunjukan Wayang Jawa. Berbeda dengan wayang kulit, wayang kulit terlihat langsung oleh penonton dan sering kali menceritakan kisah sejarah atau moral.

8. Wayang Beber: Salah satu bentuk Wayang tertua, dimana cerita dilukis pada gulungan (beber) yang dibuka gulungannya dan ditampilkan kepada penonton. Dalang menceritakan kisah tersebut seiring dengan terungkapnya gulungan kitab tersebut.

9. Wayang Gedog: Berfokus pada kisah-kisah kerajaan di Jawa Timur, khususnya kisah Pangeran Panji dan permaisurinya, Putri Candra Kirana. Wayang yang digunakan mirip dengan Wayang Klitik namun mempunyai ciri khas yang berbeda.

10. Wayang Golek : Menampilkan boneka batang kayu tiga dimensi. Bentuk ini sangat populer di wilayah Sunda di Jawa Barat, dan ceritanya sering kali bertema Islam serta cerita rakyat tradisional. Masing-masing jenis Wayang ini memiliki keunikan dan makna budayanya masing-masing, yang berkontribusi terhadap kekayaan seni pertunjukan Indonesia.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Dede Abdurachman Anak Orang tua

penulis rumahan

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua