Empat hal yang Perlu Laki-laki Ketahui Soal Vasektomi

Senin, 24 Juni 2024 08:33 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Keputusan untuk melakukan vasektomi dapat menjadi cara suami menghargai ketubuhan istri dengan segala kondisi biologis yang telah ia alami.

Hingga saat ini urusan kontrasepsi selalu dibebankan kepada perempuan. Bahkan perdebatan soal kontrasepsi tak jauh dari efektivitas jenis-jenis alat KB yang digunakan oleh perempuan seperti; pil KB, KB suntik, IUD, diafragma, tubektomi, implant tuba, dan elektrokoagulasi tuba. 

Kita seolah lupa bahwa terjadinya proses reproduksi hingga lahir seorang bayi itu akibat dari perbuatan dua entitas yaitu laki-laki dan perempuan. Lalu di mana kontribusi laki-laki dalam pencegahan kehamilan? Atau jangan-jangan kemampuan dan pengetahuannya tentang reproduksi hanya sebatas ereksi?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebetulnya ada banyak kontrasepsi untuk laki-laki yang jauh lebih efektif ketimbang alat KB yang digunakan oleh perempuan. Sebut saja kondom, spermisida, dan vasektomi. Dari ketiga pilihan tersebut, vasektomi masih dianggap tabu hingga dicurigai sebagai bentuk ancaman terhadap laki-laki. Padahal, barangkali yang terancaman adalah ego dan harga dirinya.

Saya merasa beruntung memiliki pengetahuan tentang vasektomi dari pengalaman pribadi yang saya alami. Setidaknya ada empat hal berikut yang perlu laki-laki ketahui tentang vasektomi.

Pertama, hoaks vasektomi bikin gak bisa ereksi dan ejakulasi. Setiap debat kusir di media sosial soal vasektomi, rombongan laki-laki patriarkis nan bebal selalu bersikeras bahwa efek vasektomi tuh bikin gak bisa tegang, nyatanya itu semua omong kosong. Perlu kita ketahui bahwa ejakulasi terjadi sebagai bentuk refleks rangsangan dari penis melalui saraf sensorik pudendus dengan persarafan tulang belakang dan korteks sensorik. Lalu pada saat terjadinya ejakulasi ada dua jenis cairan yang dikeluarkan, yaitu cairan semen dan cairan sperma.

Sementara itu, vasektomi hanya memotong vas deverens atau saluran kecil yang mengantarkan sperma agar keluar dari penis. Sehingga perubahan yang terjadi sekedar absennya cairan sperma yang keluar saat bersenggama. So, kalian nggak perlu takut bakal turun performa. Kecuali kalau sekalian dipotong saja penisnya itu baru tamat sudah riwayat masa depan kalian.

Kedua, operasi vasektomi bahkan tak lebih sakit dari sunat. Jika pertimbangan laki-laki menolak melakukan vasektomi karena sakit menurutku ramasyok tenan. Bagaimana mungkin rasa sakit jadi landasan pertimbangan, sedangkan pengalaman rasa sakit yang dialami laki-laki ya paling mentok di sunat, itupun dibius lokal terdahulu. Berbeda dengan rasa sakit perempuan yang dialami perempuan seperti; haid, hamil, melahirkan, dan nifas.

Toh, prosedur vasektomi saat ini sudah sangat modern dengan adanya jenis vasektomi tanpa pisau bedah. Setelah membius skrotum dengan bius lokal, nantinya dokter akan membuat lubang kecil guna menemukan saluran sperma dan melakukan proses pemotongan. Selanjutnya masa pemulihannya pun jauh lebih cepat ketimbang sunat yang harus menunggu berminggu-minggu.

Ketiga, vasektomi jadi kontrasepsi yang lebih minim resiko dibanding jenis KB yang lain. Saya meyakini di zaman modern ini masih sedikit laki-laki yang betul-betul peduli perihal efek samping alat kontrasepsi yang digunakan oleh perempuan. Sementara itu, lebih banyak laki-laki yang bahkan tak mau tahu mengenai kontrasepsi karena menganggap itu bukanlah tugasnya. Sedangkan perempuan dibebankan menanggung sendiri rasa sakit yang dialami akibat kontrasepsi.  

Jika ditelusuri lebih jauh, efek paling ringan bagi perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi yaitu rasa mual, pusing, hingga spotting atau pendarahan ringan. Udah segitu aja? Oh tentu tidak. Jika perempuan menggunakan implant atau IUD bahkan bisa menimbulkan efek samping berupa pendarahan, menstruasi tidak teratur, sampai kram perut di awal-awal pemasangan. Eits nggak hanya itu, jika perempuan memutuskan untuk melakukan tubektomi ia akan beresiko mengalami nyeri di pinggul atau bahkan infeksi pasca operasi hingga pendarahan dan komplikasi. Padahal, memangnya seberat apa sih efek samping vasektomi? Sampai-sampai banyak lelaki yang lebih memilih mengorbankan pasangannya untuk merasakan rasa sakit yang bertubi-tubi.

Saya tiba-tiba  teringat cerita salah seorang perempuan yang menghubungi melalui Instagram, ia mengatakan betapa susahnya membujuk sang suami agar vasektomi. Padahal ia sendiri telah mencoba menggunakan kontrasepsi berupa IUD sampai-sampai harus melakukan kuret. Dari sini terlihat betapa tingginya laki-laki membangun standar egoisme mereka soal urusan reproduksi. Sehingga, opsi vasektomi tak pernah dilirik sebagai sebuah solusi.

Operasi vasektomi pada dasarnya hanya memerlukan satu kali tindakan, oleh karena itu tingkat kegagalannya sangat minim. Efek langsung yang akan dirasakan setelah operasi biasanya sebatas memar pada skrotum dan rasa tidak nyaman beberapa hari ke depan. Itupun bisa diatasi dengan mengompres skrotum selama 24 jam setelah operasi dan menggunakan celana agar tidak mudah mengalami gesekan. Mudah bukan?

Keempat, vasektomi sebagai bentuk rasa keadilan suami kepada istri. Selaku pengikut metode tafsir mubadalah, saya rasa vasektomi dapat menjadi wujud rasa kesalingan suami merespon kondisi biologis yang dialami oleh istri. Terminologi mubadalah mengandung makna tentang relasi dua pihak yang mendasarkan diri pada kesalingan dan Kerjasama guna menciptakan kebaikan dan menghapuskan keburukan yang menyelimutinya.

Sebagai seorang laki-laki dan juga suami, kita bisa belajar bersama bahwa melakukan kontrol terhadap reproduksi itu hal baik yang merupakan tanggung jawab bersama. Akan tetapi mempertimbangkan kondisi biologis dan psikis pasangan sepatutnya diutamakan. Oleh karena itu, keputusan untuk melakukan vasektomi dapat menjadi cara suami menghargai ketubuhan istri dengan segala kondisi biologis yang telah ia alami.

Sebagai penutup, selamat bagi kalian yang memutuskan vasektomi. Karena selain bisa berhubungan seksual dengan istri tanpa harus deg-degan setiap bulan, kalian juga telah berhasil memenangkan pertandingan melawan ego maskulinitas yang rapuh itu.  

Bagikan Artikel Ini
img-content
Rofi

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua