Banyaknya Pesan Moral dalam Lagu-lagu Karya Sang Legenda Iwan Fals

Minggu, 23 Juni 2024 22:32 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam hal ini kita bisa melihat bahwa ternyata lagu bukan hanya untuk didengar sebagai hiburan ataupun refleksi, tetapi ada makna dan pesan yang ingin disampaikan pencipta lagu kepada para pendengar.

Iwan Fals 

 

Seorang lelaki kelahiran Jakarta, 3 September 1961 ialah bernama Virgiawan Listanto atau banyak orang mengenal dengan panggilan Iwan Fals. Ia merupakan musisi legenda tanah air yang banyak menciptakan karya lewat lagu-lagu yang didalamnya memiliki pesan hingga kritik untuk disampaikan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bermusik merupakan suatu aktivitas yang menjadikan Iwan fals bisa menceritakan kisah hidupnya mulai dari pernah menjadi seorang pengamen hingga menjadi musisi yang dikenal banyak orang pada saat ini. Selain itu lagu-lagu yang diciptakan sang legendaris juga berisi tentang curahan hati yang dirasakan mengenai keadaan yang terjadi di Indonesia mulai dari berbagai aspek sosial, agama, nilai moral hingga kearah politik yaitu terhadap kebijakan pemerintah.

Berbicara soal politik dalam karyanya banyak berisi kritik terhadap pemerintahan lewat sindiran yang dituangkan dalam lirik lagunya. Iwan fals merupakan penyanyi sekaligus pencipta lagu yang sangat berani pada masa Orde Baru karena seperti yang kita ketahui, pada masa itu banyak lagu ciptaannya yang banyak mengkritik para pejabat negara terutama terhadap kebijakan pemerintah.Hal ini membuat beberapa konser yang akan diadakan dibatalkan hingga ia sampai dijebloskan ke penjara.

Dalam hal ini kita bisa melihat bahwa ternyata lagu bukan hanya untuk didengar sebagai hiburan ataupun refleksi tetapi ada makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu kepada para pendengar.

Menjadi seorang musisi terkenal seperti Iwan Fals bukan merupakan sesuatu yang begitu saja  tentu pasti memiliki perjalanan yang sangat panjang.Mulai dari semenjak kecil, ia sudah senang untuk belajar bermain gitar hingga saat usia remaja mulai mencoba membawakan lagu-lagu yang ia ciptakan sendiri di acara-acara sekolah.Pada saat usia remaja ia bermain musik hingga turun ke jalanan dengan mengamen bukan hanya membawa lagu-lagu Rolling Stones yang disenangi kalangan muda saat itu tetapi ia membawakan lagu ciptaanya sendiri.

Hingga pada akhirnya lewat rekaman album berjudul Sarjana Muda menjadikan album pertama yang berhasil diluncurkan bersama dengan Musica Studio.Setelah itu mulai lah banyak merilis album walapun sang legendaris sempat berpindah-pindah band hingga yang paling terkenal yaitu pada saat bergabung dengan Kantata Takwa.Pembawaan lirik lagunya tentu sangat fenomenal yang berisikan tentang kritik terhadap pemerintah pada masa Orde Baru.

Kita bisa melihat mulai dari album Sarjana Muda berisikan lagu-lagu yang memiliki lirik mengenai kehidupan di masyarakat sebagai contoh pada lagu yang berjudul Doa Pengobral Dosa dalam liriknya berisikan mengenai seorang PSK (pekerja seks komersial) yang menghidupi anaknya dengan uang hasil pekerjaannya, namun ia masih tetap percaya dan juga meminta pertolongan berupa rezeki kepada tuhan.

Kita bisa melihat mulai dari nilai sosial bahwa pekerjaan tersebut tentu dianggap buruk bagi pandangan masyarakat namun dalam segi moral dan agama bahwa PSK tersebut masih percaya dengan meminta pertolongan tuhan walaupun dalam agama ia sudah melakukan tindakan haram yaitu melacurkan diri dan memberikan makan anaknya dengan uang hasil melacur.Kita bisa memetik dan mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan yang memaksa kita harus melalukan tindakan buruk sekalipun tentu tetap harus ingat dan percaya bahwa kepada tuhan kita meminta pertolongan.

Selanjutnya lagu yang berisi motivasi kepada setiap orang berjudul Sore Tugu Pancoran yang berkisah tentang seorang anak kecil yang perlu menjalani hidup dengan membagi waktu antara bekerja dan bersekolah demi menggapai cita-cita.Jika kita mendengar hingga menghayati satu demi satu lirik tersebut, bisa menjadikan suatu pecutan agar tidak bermalas-malasan untuk belajar walaupun dalam keadaan lelah menjalani hidup yang berat.

Dalam menuliskan banyak lirik ia juga membuatkan lagu untuk ketiga orang anaknya yang namanya dipakai sebagai judul yaitu Galang Rambu Anarki, Annisa Cikal Rambu Bassae dan putra bungsunya Raya Rambu Rambani dalam lagu ini mengisahkan bagaimana kehidupan anak-anaknya pada saat kecil hingga diselingkan beberapa nasihat untuk mereka menjalani hidup kelak dewasa nanti.

Beberapa lagu juga mengisahkan mengenai kehidupan anak-anak jalanan karena keadaan nasib yang membawa mereka hidup dijalanan diantaranya berjudul Mereka ada dijalan, Siang Seberang Istana, Gali Gongli.

Selain itu tentunya lagu-lagu fenomenal sang musisi tanah air yaitu menyinggung aspek politik lewat lirik yang banyak mengkritik para penguasa negara atas segala kekacauan yang terjadi di sebuah negara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Diantaranya lewat lagu yang berjudul Surat Buat Wakil Rakyat dalam liriknya banyak mengandung sindiran kepada wakil rakyat yang mau enaknya saja dengan mendapat gaji tetapi tidur saat rapat, padahal mereka diberi gaji untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

Maka lagu ini pun memberi cambukan kepada wakil rakyat untuk introspeksi diri supaya menjalankan apa yang sudah diamanahkan oleh rakyat.Lalu dalam lagu berjudul “Tikus-Tikus Kantor” berisi untuk menyindir para pejabat negara yang sering melakukan korupsi uang rakyat, tertulis dalam lirik yang berbunyi “kisah using tikus-tikus berdasi yang suka ingkar janji lalu sembunyi” diumpakan sebagai para koruptor yang berada di pemerintahan yang suka menyelipkan uang yang bukan hak nya. Paling fenomenal terutama pada lagu berjudul “Bento” yang berisikan kririk sosial terhadap pemerintahan Soeharto pada masa Orde Baru.

Kita bisa melihat bagaimana keberanian seorang Iwan fals yang mengutarakan tentang betapa cintanya terhadap bangsa yang sedang dalam kondisi kacau dengan itu ia memberikan sindiran berupa kritik lewat lagu yang diciptakannya.Sampai saat ini ia masih terus  berkarya mencipatkan lagu-lagu tentang keadaan masa sekarang salah satunya berkisah mengenai peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang pada tahun 2022 silam yang memakan banyak korban jiwa, dan judul lagu tersebut ialah “Kanjuruhan”.Dalam lirik lagunya mengingatkan kita akan selalu meminta pertolongan kepada tuhan dan menerima segala takdir atas kehendaknya.

Pada saat ini orang-orang terutama kalangan muda hanya mengetahui Iwan fals sebagai musisi tanah air tetapi sudah jarang yang masih mendengarkan lagu-lagunya.Bagi saya lagu-lagu karya sang legendaris menjadi bagian dari hidup, mulai masa kecil hingga sekarang.Karena itu menjadi momen pertama kali saat diajari bermain gitar oleh sang ayah pada saat menginjak kelas 4 SD dan masih ingat sekali lagu pertama yang diperdengarkan berjudul “Air Mata Api’’.Pada masa itu saya hanya mendengarkan lagu-lagunya sebagai teman dalam belajar bermain gitar tetapi menginjak remaja hingga sekarang saya baru bisa memahami bahwasanya banyak sekali pesan moral dan makna yang terdapat didalamnya, baik menceritakan kehidupan sang musisi hingga keadaan negara yang saya tinggali dengan setiap zaman yang berbeda.Bahwa sebutan “Musisi Legenda Tanah Air” bagi Iwan Fals memang pantas karena orang orang menyukai lagu-lagu nya yang menyuarakan rakyat kecil dikala ketidakadilan yang dilakukan oleh para oknum di pemerintahan.Bagi kalangan muda sikap keberanian Iwan fals memang perlu dicontoh bahwasanya memang jika terjadi sesuatu yang tidak beres kita berhak untuk melawan dalam menyuarakan kebenaran, salah satunya seperti Iwan fals yang menggunakan lagu-lagu ciptaannya sebagai media untuk mengkritik pemerintah yang tidak memperhatikan rakyat kecil lewat sindiran dalam liriknya.

Dengan banyaknya lagu-lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals memberikan kita banyak pesan hingga nasihat untuk menjalani kehidupan.Bahwasanya kita dapat mengambil kesimpulan ternyata lagu bukan hanya dipakai sebagai hiburan atau sekedar didengarkan melainkan banyak pelajaran yang dapat kita petik dengan memahami dan menghayati lirik demi lirik hingga melihat bahwa ada makna atau pesan dibalik tulisan lirik-lirik lagu yang ingin disampaikan kepada para pendengar oleh penciptanya.

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Naufal Athaya Ghani

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Padjajaran

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler