Apapun Kurikulumnya, Sudah Lulus Coret Coretan Seragam - Analisis - www.indonesiana.id
x

Seorang siswa SMP Negeri 1 Kota Depok mengeluhkan waktu dan sistem belajar baru dalam penerapan kurikulum 2013 kepada Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan di Depok, 14 November 2014. TEMPO/Ilham Tirta

Topik Irawan

Fulltime Blogger
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Apapun Kurikulumnya, Sudah Lulus Coret Coretan Seragam

    apapun kurikulumnya, kalau sudah diumumkan kelulusan yang jelas siswa siswi memilih mencoret coret seragamnya

    Dibaca : 2.931 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kurikulum 2013 dihentikan, dan semakin memperpanjang istilah ganti menteri maka ganti kurikulum, proses belajar mengajar adalah hal yang umum di sekolah sekolah, namun pengajaran memang butuh kurikulum untuk menjadi panduan dalam mengajar, dari tahun ke tahun kurikulum terus dibongkar pasang, namun apakah ada efek yang menuju progres kemajuan dalam anak didik yang bisa dirasakan.

    Dulu saat bersekolah dengan seragam putih merah, dengan celana pendek, kelas tiga mesti paham perkalian dasar, atau bahasa Sundanya raraban, maka perkalian dasar pun sudah dikuasai, ketika di 'talar' atau pun di uji oleh guru maka perkalian pun fasih di sebutkan mulai dari 1 hingga 9.

    Kini saat mengetes bocah bocah di komplek perumahan, saat bertanya perkalian, kelas 6 pun sepertinya mengalami kesulitan menjawab, mungkin beda kurikulum dulu dan sekarang. Kini kurikulum 2013 mulai dihilangkan, katanya sih kurikulum ini strukturnya rapuh, sehingga akan terjadi kekacauan di masa depan untuk masa depan anak, ini yang saya dengar di televisi pagi ini saat talkshow.Namun apapun kurikulumnya, kalau sudah diumumkan kelulusan yang jelas siswa siswi memilih mencoret coret seragamnya dengan aneka warna, seolah tak peduli apa kurikulum.

    Kegembiraan pasca pengumuman kelulusan seolah menjadi ritual, peduli amat tentang arti kurikulum , selebrasi kelulusan jauh lebih menarik, seolah sebagai katalis dari sebuah kurungan selama 3 tahun, inikah wajah pendidikan Indonesia, Allahualam tapi do'a saya, majulah pendidikan Indonesia selamanya, salam kurikulum.

    Ikuti tulisan menarik Topik Irawan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Priskila Naomi

    18 jam lalu

    Asa

    Dibaca : 79 kali