x

Iklan

Irwan Minor, Spd

Seorang pendidik yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang fisika
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Belajar lebih Dekat Dengan Fisika

Guru perlu membentuk budaya berpikir kritis tersebut melalui metode-metode pembelajaran yang tidak biasa, agar siswa tidak kaget ketika berhadapan dengan dunia

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tak kenal maka tak sayang, pepatah yang sangat terkenal, bukan karena pelajaran bahasa indonesia yang mengajarkannya, tetapi karena memang apa yang disampaikan oleh pepatah itu benar adanya.

Jika kita tidak mengenal saudara, maka hanya akan ada sedikit rasa sayang. Begitu pula ketika kita tidak mengenal teman, sudah barang tentu ada kurang rasa akrab satu sama lain.

Apabila menilik lebih dekat lagi, pepatah tersebut tidak hanya berlaku untuk hubungan manusia. Namun, pepatah tersebut berlaku pula dalam hubungan antara siswa dengan pelajaran yang didapatkannya di sekolah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apabila tidak mengenal lebih dekat dengan mata pelajaran fisika, kecenderungan siswa menganggap mata pelajaran fisika adalah beban berat yang selalu ingin dihindari. Konsep-konsep hitungan yang rumit, rumus-rumus yang panjang, serta daya imajinasi yang kuat dianggap menjadi kewajiban bagi siswa apabila ingin hasil baik dalam mata pelajaran fisika. Hasilnya, banyak siswa yang menyerah sebelum bertanding.

Lalu, apakah sedemikian beratnya pelajaran fisika?

Pada dasarnya semua pelajaran adalah pengetahuan baru yang akan sangat menyenangkan bila sudah mengenalnya, demikian juga mata pelajaran fisika apabila dibawakan dengan cara yang juga menyenangkan.

Hal terpenting dalam belajar fisika adalah mengetahui karakter materi-materi pelajaran yang akan disampaikan. Pada awal mula kelas dimulai, sebaiknya guru memberikan gambaran sekilas mengenai materi-materi yang akan dibahas selama satu semester. Guru dapat memulai penjelasan dengan memberikan pengetahuan mengenai sejarah asal muasal materi yang disampaikan, misalnya hukum newton, terori relativitas einsten, lampu alexander graham bell, atau hukum archimedes.

Selain menarik ketertarikan siswa untuk mengetahui lebih lanjut, dengan menceritakan pengalaman tokoh-tokoh tersebut guru dapat sekaligus memberikan dorongan dan motivasi kepada siswa agar terus berkarya seperti para fisikawan yang sudah lebih dulu terkenal. Kegagalan dan keberhasilan para tokoh terebut adalah pelajaran yang sangat berharga bgi kehidupan.

Belajar fisika tidak harus langsung belajar mengenai gaya, gerak, fluida atau rumus-rumus yang lain. Ketika siswa memahami konsep asal muasal rumus itu ditemukan, bukan tidak mungkin mereka akan tertarik dengan sendirinya mencari tahu bagaimana rumus itu ditemukan oleh para tokoh.

Ketertarikan itu yang harus dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memasukkan nilai-nilai positif dan budaya analisa yang diperlukan dalam pelajaran fisika. Guru dapat mengajak siswa untuk memecahkan rumus bersama-sama disertai apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa juga dapat dilibatkan dalam proses ini dengan memberi mereka kesempatan berupa tugas untuk menemukan kaitan materi-materi fisika dengan kehidupan mereka sehari-hari. Siswa dapat diberi tugas sederhana tetapi syarat makna.

Bagaimana mangga bisa rusak apabila terjatuh dari tangkainya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan bak mandi jika ada dua lubang, atau berapa gaya yang dibutuhkan untuk menggendong adik. Tugas-tugas sederhana yang mampu melatih siswa untuk berpikir kritis, tidak hanya menerima materi satu arah dari guru di kelas.

Siswa harus disiapkan untuk memasuki era global yang penuh tantangan, salah satunya dengan melatih mereka untuk selalu berpikir kritis. Fisika sebagai cabang ilmu yang selalui memperbarui diri harus diimbangi dengan terbentuknya generasi penerus Eisnten yang penuh bakat.

Sekolah adalah lingkungan hidup pertama calon generasi Eisnten tersebut mengasuh bakat. Oleh karenanya, guru perlu membentuk budaya berpikir kritis tersebut melalui metode-metode pembelajaran yang tidak biasa, agar siswa tidak kaget ketika berhadapan dengan dunia bebas.

Ikuti tulisan menarik Irwan Minor, Spd lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler