x

Iklan

Siti Dahniar, Spd, MM

Seorang Guru Matematika
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Matematika Sebagai Bahasa Universal

Matematika bukanlah pelajaran yang kaku tanpa seni. Matematika adalah seni menghitung, seni merangkai bilangan, dan matematika dapat juga dikatakan sebagai seni dalam berbahasa.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mempelajari matematika bisa dikatakan seperti mempelajari kehidupan. Tidak akan pernah menemukan kepuasan hingga hanya “tak terhingga” yang bisa menghentikan langkah. Hampir semua bidang bisa dilogika dengan matematika.

Matematika bukanlah pelajaran yang kaku tanpa seni. Matematika adalah seni menghitung, seni merangkai bilangan, dan matematika dapat juga dikatakan sebagai seni dalam berbahasa.

Selama ini orang beranggapan bahwa bahasa yang universal adalah bahasa dari suatu negara yang sudah jamak digunakan untuk komunikasi bersama, seperti bahasa Indonesia untuk mempersatukan wilayah Indonesia atau bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi dunia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Namun pernahkah terbayang, bahwa matematika juga termasuk bahasa universal?

 

Matematika merupakan bahasa simbol yang berlaku secara universal yang memiliki makna-makna tersendiri. Konsep-konsep matematika secara universal dimengerti oleh manusia bahkan sudah terdapat dalam pikiran setiap manusia. .

Konsep-konsep ini tertuang dalam simbol yang dipelajari dan diekspresikan sesuai kaidah pembelajaran matematika. Satu (Indonesia) memiliki arti sama dengan sikok (Palembang). Satu juga memiliki arti sama dengan one (Inggris), tetapi hanya ada satu simbol untuk satu, yaitu ‘1’.

Semua orang akan memahami “1” sebagai simbol dari satu atau sejenisnya dalam bahasa lain. Jarang yang memiliki kesalahan persepsi atas “1” karena semua memahaminya sebagai suatu hal yang sama.

Dengan universalitas matematika tersebut, maka secara tidak langsung, bagi orang-orang yang menguasai angka tentu akan bisa menjadi bersahabat dengan dunia, terlebih di era global yang menuntut komunikasi yang logis dan terukur. 

Penguasaan Matematika Melalui Sekolah

Penguasaan matematika dapat dimulai sedini mungkin dengan cara-cara yang disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak melalui pendidikan baik sekolah-sekolah formal maupun informal.

Dengan pendidikan yang mengedepankan logika dan analisa dalam matematika, diharapkan siswa-siswa dapat menjadi pribadi yang kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.

 

Seberapa banyak siswa yang bertanya kenapa ada angka 0 apabila dibanding siswa yang sibuk dengan gadgetnya?

 

Dibutuhkan konsep pembelajaran fundamental dalam mengenalkan pentingnya matematika bagi kehidupan. Pembelajaran harus dapat menerapkan dan mengaplikasi secara langsung konsep-konsep tersebut.

Dalam belajar matematika, memberikan kebebasan kepada guru maupun siswa untuk menentukan caranya sendiri. Cara-cara untuk mengenal dan memahami matematika tanpa harus terkungkung oleh ruangan kelas. Cara-cara yang dapat menumbuhkan ide-ide kreatif dalam mengulik permasalahan matematika

Matematika pada dasarnya mengasyikkan. Semua tergantung dari konsep dasar apa yang ditanamkan ketika mulai mempelajari matematika. Siswa segan belajar karena tugas berat yang menumpuk, namun siswa akan senang jika tugas diberikan dalam media yang mengajak mereka untuk bereksplorasi.

Ikuti tulisan menarik Siti Dahniar, Spd, MM lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler