x

Iklan

Mustam Arif

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Madu Liku Dengen dan Kemandirian Masyarakat

USAHA budidaya lebah dan madu bukan hal baru. Tetapi bagi masyarakat Kampung Liku Dengen, Desa Uraso, ini awal sebuah kesuksesan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

USAHA budidaya lebah dan madu bukan hal baru. Tetapi bagi masyarakat Kampung Liku Dengen, Desa Uraso di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi titik awal keberhasilan. Kesuksesan membangun kemandirian ekonomi desa lewat usaha berperspektif lingkungan lestari.

Hasil yang dicapai masyarakat di Kecamatan Mappadeceng ini dengan penuh untuk bisa mandiri. Betapa tidak, warga Uraso berhasil menggagalkan proyek perkebunan kelapa sawit lewat perjuangan panjang. Mereka juga kemudian menolak pupuk kimia, dengan membuat pupuk organik memberdayakan potensi di sekeliling mereka. Semuanya mereka lakukan untuk membangun ekonomi desa berkelanjutan lewat pertanian alami. (baca: Gagalkan Sawit, Warga Uraso Rintis Pertanian Alami)

Kini upaya itu telah membuahkan hasil. Produksi madu trigona dari Kelompok Tani Mitra Baru, Mekar dan Puncak Mario di Desa Uraso telah menebar di pasaran, mesi masih terbatas. Pada kegiatan Kongres Petani Sulawesi Selatan, medio Oktober 2015 lalu di Makassar, madu trigona Liku Dengen menjadi alah satu produk menarik minat di tengah pameran pertanian organik, event tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Madu Liku Dengen merupakan produk hasil hutan lestari di Uraso. Potensi lebah dari hutan yang dijaga masyarakat adat secara turun-temurun ini dibudidayakan lewat kotak budidaya di sebuah kawasan. Pendampingan secara regular oleh Perkumpulan Wallacea, LSM yang selama ini menjadi pendamping masyarakat Uraso, terus membimbing masyarakat secara teknis hingga mencapai tujuan. 

Produk kemasan yang dihasilkan dari usaha warga Liku Dengen selain madu juga merica (lada) bubuk. Selain itu, kini mereka juga sedang berupaya mengembangkan minuman herbal dari bahan baku pohon bambu.

Tahun 2015 ini, usaha budidaya madu di Kampung Luku Dengen juga mendapat dukungan dari The Samdhana Institute lewat Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP) Tokalekaju. Dukungan itu berupa peningkatan kapasitas warga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengembangkan usaha mikro, termasuk bididaya lebah madu.

Selain teknis budidaya lebah madu, dukungan ini juga untuk pengembangan usaha yakni penguatan unit uaha untuk peningkatan kualitas dan pemasaran hasil produk. Kini warga Uraso telah mempunya lembaga keungan mikro untuk pengembangan aneka usaha desa.

Oktober 2015 lalu, warga Uraso diberi pelatihan pengemasan dan pemasaran produk. Haeruddin, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Luwu Utara yang menjadi salah satu narasumber pelatihan tersebut mengharapkan keberhasilan produksi para petani ini bisa berlanjut. Haeruddin mengapresiasi upaya yang dilakukan masyarakat dalam pengelolaan usaha produktif secara berkelompok melalui lembaga keuangan mikro.

Haeruddin mengakui belum ada dukungan dari pemerintah daerah, tapi masyarakat sudah mengembangkan sendiri sesuai kebutuhannya. Ia memuji tekad kemandirian warga. Hal ini patut menjadi contoh bagi masyarakat yang lain. Kesempatan itu juga Haeruddin meminta warga Liku Dengen mengurus izin produksi madu maupun produksi kemasan yang diproduksi warga, dengan menjelaskan mekanisme perizinanya.

Ketua Lembaga Keuangan Mikro Aneka Usaha Liku Dengen, Akis Nuru mengatakan produk madu trigona dan merica bubuk yang dikembangkan warga setempat akan dikemas dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan pasar. Ia bertekad usaha warga itu bisa memanadirikan Desa Uraso.

Madu dan beberapa usaha Liku Dengen barulah awal dari keberhasilan usaha warga. Tetapi tekad warga Uraso patut disimak sebagai pembelajaran dalam membangun kemandirian desa. Contoh bagaimana tekad masyarakat mampu bertahan dari gempuran korporasi dengan investasi yang dianggap merugikan masyarakat dalam jangka panjang.* mustam arif

Ikuti tulisan menarik Mustam Arif lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler