x

Iklan

blontank poer

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Menteri Penghapus Diskriminasi Atlet Difabel

Penyamaan bonus Rp 200 juta bagi atlet peraih medali emas Asean Paragames dianggap sebagai tonggak penghapusan diskriminasi atlet difabel dengan nondifabel

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ratusan atlet paragames tampak ceria menunggu kedatangan pesawat Airbus di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Senin (30/11) pagi. Jet berlogo Garuda Indonesia itu akan menerbangkan mereka ke Singapura untuk mengikui ASEAN Paragames, pesta olahraga untuk difabel. “Semangat kami meningkat karena para atlet diberi fasilitas sangat mewah dari Pak (Menpora) Imam Nahrawi,” ujar Doni Junianta.

Fasilitas mewah dimaksud Doni, antara lain janji bonus bagi peraih medali, yang nilainya sama dengan atlet nonfifabel. Selain itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menyediakan peralatan tanding seperti kursi roda, hingga seragam dengan kwalitas terbaik. “Perhatian menteri kepada kami melebihi pejabat-pejabat sebelumnya,” ujar atlet cabang atletik ini.

Doni menceritakan, kursi roda balap yang akan digunakannya untuk terjun di kelas sprint 100, 200 dan 400 meter pada Asean Paragames di Singapura ini sudah setara dengan peralatan milik atlet-atlet Thailand. Asal tahu saja, atlet Thailand ini dikenal memiliki peralatan sangat bagus lantaran mereka dinaungi langsung oleh keluarga kerajaan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menpora Imam Nahrawi yang dikonfirmasi penulis, menyatakan, kebijakan pemberian bonus Rp 200 juta bagi peraih medali emas itu, dilatari pemikiran perlunya mewujudkan persamaan hak kepada seluruh warga negara. “Mereka berlatih, berproses, bermimpi dan bercita-cita yang sama dengan atlet-atlet nondifabel, dan bertanding demi mempertaruhkan harga diri dan martabat bangsa di forum internasional,” ujar Imam Nahrawi.

Imam lantas menuturkan kebijakan Presiden Jokowi, yang ingin memastikan kehadiran negara di tengah-tengah persoalan rakyatnya. “Secara pribadi, saya juga bisa merasakan betapa sakitnya perasaan ketika pemimpin kita, Gus Dur semasa jadi presiden, dikuya-kuya lawan-lawan politiknya, termasuk mengekploitasi keterbatasan fisik beliau. Padahal, keterbatasan fisik tak ada sangkut pautnya dengan nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas yang dimiliki seseorang,” ujar Imam.

Komitmen Imam terhadap atlet difabel, rupanya kian menguat setelah bertemu para atlet Pelatnas Paragames di dua lokasi berbeda di Solo, 11 Juni lalu. Di sela-sela kedatangannya pada resepsi pernikahan putra Jokowi, Imam melakukan kunjungan mendadak ke penginapan atlet paragames. Selama tiga jam ia luangkan waktu berdialog, yang sebagian besar bernada ‘curhat’ mengenai banyak hal.

Ada yang mengeluhkan asupan gizi, suplemen, hingga kekurangan sarana-prasarana olah raga disampaikan oleh banyak atlet. Termasuk, keluhan akan besaran bonus bagi peraih medali emas, perak atau perunggu, yang nilainya hanya berkisar seperempat dari bonus yang didapat atlet nondifabel. Tak kurang, mereka keluhkan pula akan penyusutan jumlah bonus yang diterima akibat dipotong banyak pihak.

‘Curhatan’ para atlet pun kian deras meluncur karena kian lama keakraban dengan sang menteri terjalin menyusul ajakan Imam menyanyi bersama, yang diiringi organ tunggal seorang atlet tunanetra.

“Pak Imam benar-benar memuliakan kami. Teman-teman atlet merasakan sendiri kehangatan Pak Imam sebagai bapak kami. Caranya berbicara dan bahasa tubuhnya sangat bersahabat. Semua takjub sejak mendengarkan sambutannya hingga ketika Pak Menteri menyalami dengan cara mendatangi kami satu-persatu. Beliau memberi perhatian melebihi pejabat-pejabat sebelumnya,” kenang Doni.

“Kali ini,” ujar Doni, “Pak Imam Nahrawi benar-benar menghilangkan praktik diskriminasi bagi atlet paralimpian.”

Ikuti tulisan menarik blontank poer lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu