x

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (kanan), di antara kerumunan wartawan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2016. OTT Damayanti Wisnu Putranti berlangsung pada pertengahan Januari 2016. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Iklan

Agus Supriyatna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Kisah Wartawan Mensiasati Off The Record

Soal informasi of the record, saya punya kisah menarik saat masih meliput di KPU. Kala itu, sedang hiruk pikuknya persiapan menjelang pemilu 2009.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Soal informasi of the record, saya punya kisah menarik saat masih meliput di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kala itu, sedang hiruk pikuknya persiapan menjelang pemilihan umum 2009. Tentu, KPU jadi pusat perhatian, karena lembaga ini yang jadi penyelenggara pemilu. Dan, di tangan komisi pemilihan, nasib partai-partai ditentukan, apakah bisa lolos jadi peserta pemilu atau tidak. 
 
Saya masih ingat, ketika itu KPU sedang melakukan tahapan verifikasi partai. Dalam tahapan ini, ada verifikasi administrasi, juga verifikasi faktual. Lewat tahapan inilah, ditentukan sebuah partai lolos atau tidak. 
 
Nah, suatu waktu, saya dan beberapa wartawan mewawancarai salah satu anggota KPU. Saya masih ingat, anggota yang diwawancarai adalah Abdul Aziz. Wawancara dilakukan di ruang kerja Abdul Aziz. Nah, dalam wawancara itulah, ada informasi menarik yang diungkap Abdul Aziz, bahwa ada petinggi partai yang coba menyuap anggota KPU dengan sejumlah uang agar partainya bisa diloloskan. 
 
Setelah mengungkap itu, Abdul Aziz menjelaskan masalah lain. Tiba-tiba, salah seorang wartawan keluar. Ia pamit, hendak ke kamar mandi. Katanya kebelet buang hajat. Saya dan wartawan lain melanjutkan wawancara.
 
Sampai tiba-tiba Abdul Aziz meminta, untuk informasi tentang adanya petinggi partai yang coba menyuap komisioner pemilihan, agar jangan ditulis, alias itu informasi off the record. Karena itu sudah diminta of the record, saya pun tak menuliskan berita itu. 
 
Tapi esok harinya, saya kaget, ternyata ada koran yang memuat itu. Koran yang memuat itu adalah media tempat si wartawan yang pamit ke kamar mandi itu bekerja. Komisi pemilihan pun geger. Abdul Aziz, uring-uringan, dan menyemprot para wartawan dan mempertanyakan kenapa informasi off the record dimuat juga. Si wartawan penulis berita itu pun dipanggil. 
 
Tapi si wartawan penulis berita off the record membela diri. Dia berdalih, tak mendengar permintaan Abdul Aziz bahwa itu off the record, karena ia sudah keluar ke kamar mandi. Jadi, ia tak tahu bila itu adalah informasi off the record. Saya yang mendengar itu hanya tersenyum. " Bener juga ya, dia tak dengar Aziz mengatakan itu off the record, wong dia sudah tak ada di tempat saat Aziz meminta itu tak boleh ditulis," kata saya dalam hati. 
 
 
 

 

Ikuti tulisan menarik Agus Supriyatna lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler