Mahasiswa yang Beneran Jadi Agent of Change - Urban - www.indonesiana.id
x

Nanda Ruli Maulidiyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Mahasiswa yang Beneran Jadi Agent of Change

    Salah satu program kerja dari Badan Eksekutf Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu Jombang, yakni Dusun Binaan. Dusun ini diberi nama dusun FBS.

    Dibaca : 2.035 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mahasiswa yang Beneran Jadi Agent of Change

    Mahasiswa sering disebut sebagai agent of change atau agen perubahan . Ini berarti tugas berat berada di pundak mereka. Mengapa mereka sampai bisa disebut agent of change, karena melalui merekalah aspirasi rakyat bisa tersampaikan karena belum maksimalnya kerja badan yang berwenang. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, mahasiswa juga bisa menyalurkan ilmu yang telah mereka dapat di kampus untuk orang-orang disekitar mereka. Melalui tangn-tangan ikhlas merekalah harapan masyarakat bisa kembali muncul untuk lebih berani menatap dunia.

    Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu Jombang periode 2014-2015, salah satu program kerjanya adalah dusun binaan yang diberi nama Dusun FBS. Dusun tersebut akan dibina selama satu periode kepengurusan. Departemen yang membawahi program kerja ini adalah Dep. Comdev (Community Development), namun tetap dalam naungan BEM FBS. Dusun yang dipilih adalah dusun Ngembeh dengan alasan jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kampus. Mungkin hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Selain karena jarak, keadaan dusun yang menurut pengamatan anggota BEM FBS ini masih kurang dalam hal pendidikan. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa bisa belajar banyak hal yang belum mereka dapatkan di kelas.

    Rangkaian kegiatan di dusun itu lumayan banyak mulai dari acara pembukaan hingga penutupan. Ta’mir masjid Baiturrahman juga mengatakan senang dengan kehadiran para mahasiswa ini. “Kami senang dengan kehadiran adik-adik sekalian karena membantu dusun ini”. Tak jarang juga BEM FBS mendapat undangan dari warga dusun Ngembeh seperti menghadiri acara Nuzulul Qur’an dan Lailatul Ijtima’. BEM FBS pun bergabung dengan MI An Nasyiriyah dalam acara buka bersama yang setiap tahun diadakan oleh MI An Nasyiriyah.

    Selama hampir setahun BEM FBS membina dusun ini. Mulai dari pendidikan, masyarakat hingga berbagi ilmu bagaimana cara berorganisasi yang baik. Beberapa mahasiswa diterjunkan untuk menjadi guru ngaji di TPQ yang bertempat di masjid Baiturrahman. Ada juga yang mengajar di MI An Nasyiriyah. Karena MI An Nasyiriyah membutuhkan Pembina pramuka, BEM FBS pun mengirimkan dua  anggota BEM nya untuk menjadi Pembina pramuka disana. Tak ketinggalan juga, ada beberapa orang mahasiswa yang mengabdikan diri menjadi pengajar di Paud dan TK Al-Hikmah.

    Menjelang akhir kepengurusan, BEM FBS juga beraliansi dengan HIMA-D3 Kebidanan Unipdu untuk memberikan penyuluhan kesehatan dan periksa gratis. Setelah itu acara penutupan pun tiba. Acara ini bertepatan dengan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dan dihadiri juga oleh rektor Unipdu Jombang Prof. Dr. Ahmad Zahro MA, istri,dosen dan staff FBS dan beberapa undangan lainnya. Acara begitu hikmat ketika pak Rektor memberikan mauidzah hasanah untuk mahasiswa dan masyarakat yang hadir malam itu. Banyak yang mengapresiasi BEM FBS karena tak peduli hujan atau pun panas mereka tetap datang dan berbagi ilmu di dusun Ngembeh. 

    Ikuti tulisan menarik Nanda Ruli Maulidiyah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.