Bupati Ini, ke Mana Pergi Jarang Bawa Ajudan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ternyata banyak bupati hebat karena bukti kerjanya di republik ini. Banyak juga bupati yang sederhana.

Ternyata banyak bupati hebat karena bukti kerjanya di republik ini. Banyak juga bupati yang sederhana. Namun memang, beberapa tak dapat ekspos media. Tapi, mereka tanpa banyak publikasi, benar-benar bekerja. Memberi bukti, tanpa gembar-gembor. 
 
 
Salah satunya adalah Bupati Maros, Hatta Rahman. Maros sendiri adalah sebuah kabupaten yang masuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Letaknya tak jauh dari Kota Makassar. Bandara Hasanuddin, misalnya, ada di Kabupaten Maros. 
 
Jumat, 15 April 2016, selepas magrib, saya bertemu dengan Pak Hatta. Saat itu Pak Hatta sedang ada agenda kerja di Jakarta, menghadiri penandatangan Memorandum of Understanding dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Maros sendiri oleh LKPP dinobatkan sebagai kabupaten terbaik dalam hal pengadaan barang dan jasa. Unit Layanan Pengadaan (ULP) Maros dinilai terbaik di Sulawesi. Bahkan jadi daerah percontohan dalam hal pengadaan barang jasa. 
 
Sambil mengopi, saya berbincang santai dengannya. Ketika itu, saya iseng bertanya, dimana ajudannya. Pak Hatta tertawa mendengar pertanyaan saya. " Saya jarang pakai ajudan" kata dia. 
 
Ia pun kemudian bercerita, jika pergi ke Jakarta, termasuk hari itu untuk menghadiri sebuah undangan atau melakukan agenda kerja, jarang membawa ajudan. Ia pergi sendiri saja. Hanya diantar ke bandara, setelah itu ia pergi 'nyorangan' tanpa disertai siapa pun. 
 
Bahkan kata Pak Hatta, yang sering jemput di Bandara Soekarno-Hatta, adalah anaknya. Kebetulan satu anaknya sedang kuliah di Ibukota. Jadi, anaknyalah yang mengantar jemput dia selama di Jakarta. Bisa dikatakan, anaknya yang jadi 'ajudan dadakan' dia. 
 
"Anak saya yang seringnya jemput saya di bandara, dan mengantar kemana saja selama saya di Jakarta," kata dia. 
 
Pak Hatta mengaku rikuh, kalau ada yang tahu, dia seorang bupati. Karena itu, ia lebih senang tak dikenali sebagai bupati. Kata dia, pernah suatu ketika ia melakukan umroh. Di Tanah Suci, ternyata ada yang mengenali dia, seorang pejabat di sebuah lembaga pemerintah di Jakarta. Ternyata, pejabat itu, pernah melakukan kunjungan kerja ke Maros dan bertemu dengannya. 
 
" Saat bertemu waktu Umroh, beliau bilang, ini Bupati Maros kan. Ya sudah akhirnya ada juga yang mengenali he.he.he.he," kata Pak Hatta. 
 
 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Agus Supriyatna

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua