x

Sejumlah wisatawan berkunjung di obyek wisata replika Sekolah Dasar Muhammadiyah Gantong, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, 22 Juli 2016. Replika sekolah yang menjadi latar film Laskar Pelangi tersebut menjadi destinasi wisata favorit. ANTA

Iklan

Aye Sudarto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Pak Muhajir, Masih Ada 16. 840.498 Anak Tidak Bersekolah

Jika kita melihat data BPS tahun 2014. Jumlah siswa Sekolah Dasar 26.504.160, sedang jumlah siswa SMP sebesar 9.715.203. artinya apa?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dalam minggu ini ruang publik kita lumayan bising atas kebijakan bapak mendikbud yang baru dilantik. Yang rame dengan istilah Full Day Scool  (FDS).  Anak menjadikan sekolah sebagai rumah kedua. Pertimbangan kebijakan ini sebenarnya rada bagus. Untuk yang menyetujui kebijakan ini. Intinya anak akan tetep pada lingkungan yang aman.

Karena kelas menengah baru kita biasanya kedua orang tua full kerja dan sampai rumah cukup sore. Bila anak pulang duluan berakibat pada pengawasan anak yang kurang, karena khawatir bahaya pergaulan.

Sebenarnya selama ini kebijakan ini juga sudah berjalan. Anakku berseolah di SMP Negeri I Metro. Pulang sekita pukul 15.00 /16.00. yang dilakukan di sekolah biasanya kerja kelompok atau kegiatan ekstrakulikuler. Harusnya kegiatan ini tidak perlu untuk di perdebatkan toh nyatanya sudah berjalan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Justru saya merasa kebijakan pak Menteri  perlu menyentuh akar persoalan pendidikan kita . Saya merasa kebijakan Pak Mendikbud hanya untuk anak anak yang sudah bersekolah dan anak anak yang betah tinggal di lingkungan sekolah.

Lantas bagaimana dengan anak-anak belum memasuki dunia pendidikan? Jika kita melihat data BPS tahun 2014. Jumlah siswa Sekolah Dasar 26.504.160, sedang jumlah siswa SMP sebesar 9.715.203. artinya apa?. Ada sejumlah 16.788.957 anak yang tidak melanjutkan ke jenjang sekolah Menengah Pertama. Data ini baru yang berada di bawah kemendikbud.  Jika ini di tambah dengan data putus sekolah tingkat SMP tahun 2015  yang sebesar 51.541(pusat data statistik kemendikbud 2016) maka jumlahnya 16.840.498  anak.

Lantas apa yang di lakukan anak anak yang tidak melanjutkan sekolah dan putus sekolah? Anak anak yang tidak melanjutkan dan belum berkesempatan mengenyampendidikan ini musti terpaksa memasuki dunia kerja. Mereka ini tidak terpenihi hak untuk mendapatkan pendidikan.

Banyak alasan kenapa mereka tidak melanjutkan kejentang selanjutnya. Diantaranya karena faktor ekonomi, jarak tempuh sekolah yang cukup jauh. Karena biasanya SMP berada di ibukota kecamatan.

Pak Mendikbud, kerena mereka tidak beresekolah,  terpaksa menjadi pekerja anak.  Yang di daerah perkotaan menjadi pengament, pengemis, pengasong menjadi pekerja rumah tangga. Ada yang lebih miris mereka menjadi korban Trafiking untuk hiburan dan sex komersial . Yang berada di daerah perdesaan menjadi pekerjaan di sektor perkebunan, pertambangan dan pertanian.

Sebenarnya pemerintah selama ini juga tidak tinggal diaam. Banyak program di luncurkan.  Program program yang ada tidak cukup menyentuh akar permasalahan. Hanya sekedar memadamkan kebakaran. Tetapi subtansi persoalan tidak pernah di sentuh untuk di selelsaikan.

Program PPA-PKH selama 8 tahun terahir ini hanya menjangkau 80 ribuan.  Program ini belumlah menyentuh akar masalah karena hanya seperti aspirin saja. Namun akar permasalahan tidak pernah di selelsaikan.

Saya berharap Pak Mendikbud tidak hanya berkonsentrasi pada anak anak yang sudah bersekolah. Kita menunggu kebijakan pakmenteri yang cukup fundamental untuk dapat memberi kesempatan seluas luasnya kepada anak anak yang belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan.

Ini kesempatan pak Muhajir untuk beramal yang lebih baik sebagai pembuat kebiajakan. Anak anak yang jumlahnya cukup pantastis ini dapat memasuki dan mendapatkan kesempatan pendidikan.

Selama ini kebijakan kebjakan yang di keluarkan  ngak ada yang subtantif. Hanya sekadar ngurusi anak anak yang sudah bersekolah. Hanya sekedar ngantar anak sekolah. Full D ay School.  Bukan tidak bagus, ning kok yo itu itu aja yang di urus.

Harapan saya ini menjadi Jihadnya pak Muhajir. Dan saya yakin bapak mampu. Selamat bekerja pak Muhajir. Moga di mudahkan. Aamiin.  as.darto

Ikuti tulisan menarik Aye Sudarto lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler