x

Iklan

FEED MOBILE

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Kelola Uang, Seperti Mukyi Si Peternak Kambing

Bapak Mukyi memiliki cerita dalam pengelolaan keuangannya sebagai peternak kambing di Indramayu. Simak cerita Pak Mukyi berikut ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikenal dengan sebutan daerah lumbung padi nasional. Daerah ini memiliki lahan seluas 204.011 hektar, dan 110.877 hektar atau 54,35 persen di antaranya sawah tadah hujan. Melihat luasan sawah di Indramayu, wajar jika daerah ini menjadi penghasil beras terbesar di Jawa Barat. Produksinya setiap tahun rata-rata mencapai 1,7 juta ton.

Namun meski menjadi penghasil beras terbesar di Jawa Barat tidak lantas membuat petani mengalami peningkatan secara ekonomi. Salah satunya, bapak Mukyi, petani di Indramayu. Demi meningkatkan perekonomian keluarga, Mukyi petani yang berasal dari Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Indramayu ini juga rajin menanam tanaman pangan lain seperti jagung, kedelai, melon dan semangka.

Meski dapat menanam berbagai jenis tanaman pangan, namun hal ini bukan perkara mudah, karena ia sering mengalami kegagalan. Hal ini karena, ia belum mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai tanaman selain pagi. Namun tidak mudah menyerah, belajar, dan terus berinovasi menjadi moto hidup Mukyi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saat ini pria 46 tahun tersebut, juga mencoba merambah usaha ternak kambing. Melihat peluang pada hari Raya Idul Adha, banyak orang-orang dari Jakarta mencari kambing sampai ke Indramayu, untuk dijual kembali di Ibukota. Mukyi kemudian membentuk kelompok usaha Gading Jaya, serta menjadi Ketua Kelompok Gading Jaya. Kelompok usaha ini dibentuk karena ia menyadari bahwa untuk memulai usaha tidak bisa sendirian dan memerlukan bantuan dalam pengelolaan usaha pembesaran kambing. Usaha ternak kambing ini memperoleh keuntungan bersih sebesar 200 ribu rupiah per ekor kambing, sekarang Mukyi dan Kelompok Usaha Gading Jaya bisa menikmati hasil usahanya.

Namun, selama ia dan kelompok usahannya menjalankan bisnis bersama, ia tidak mengetahui berapa jumlah keuntungan secara keseluruhan yang diperoleh. Hal ini dikarenakan, ia dan kelompoknya tidak memiliki pencatatan yang rapi mengenai keuangan usaha.

Pengetahuan tentang pendidikan pengelolaan keuangan baru Mukyi dan kawan-kawannya di Kelompok Usaha Gading Jaya dapatkan, setelah mengikuti Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pengembangan Usaha yang diadakan oleh Mercy Corps Indonesia dalam Program Feed Mobile (Financial Education and Empowerment goes Digital and Mobile) di Indramayu pada April 2016. Mercy Corps Indonesia melalui Program Feed Mobile dalam 2 tahun belakangan, fokus membantu petani, petani pemilik usaha, dan pelaku UMKM dalam pendidikan pengelolaan keuangan.

Setelah mendapatkan pelatihan tersebut, Mukyi menyadari kekurangannya dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan, sehingga pelatihan tersebut menjadi penting baginya dalam mengembangkan usahanya. Mukyi pun langsung mempraktekan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan tersebut. “Saya memiliki rencana jangka panjang untuk pengembangan usaha pembesaran kambing ini. Karena saya melihat pasar usaha ini masih terbuka lebar. Apabila memungkinkan, berbekal pencatatan keuangan ini, saya bisa ke bank untuk melakukan pinjaman modal.”

Saat ini ia sudah bisa meminjam modal ke bank, untuk membesarkan usahanya. Pelatihan pengelolaan keuangan menjadi awal keberhasilan Mukyi. Pelatihan pengelolaan keuangan menurutnya harus dilakukan lagi, untuk kawan-kawannya di Indramayu, agar mereka juga memiliki pengetahuan dan disiplin dalam menjalankan usaha dengan pengaturan keuangan yang rapi. Sehingga pihak lembaga keuangan mikro (LKM) dan pihak bank juga percaya bahwa kawan-kawannya dapat mengelola modal yang dipinjamkan secara disiplin dan efektif mendapatkan keuntungan dari usaha yang dikelola.

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik FEED MOBILE lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu