x

Iklan

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Menimba Air dari Beragam Sumur

Timbalah air dari mana saja, sebab itulah cara untuk tumbuh.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

“Pungutlah hikmah di manapun engkau menemukannya.”

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Curilah dari mana saja,” tulis Paul Arden dalam bukunya, Whatever you think, think the opposite, “apa saja yang beresonansi dengan ilhammu atau memantik imajinasimu.” Mungkin itu nyanyian Norah Jones, bunyi kodok di saat hujan, percakapan dengan teman saat minum kopi, mimpi sedang terbang ke satu tempat, ataupun melihat bayang-bayang di tengah malam. Ambillah sesuatu yang berbicara langsung dengan hatimu, sebab yang beresonansi akan lebih menguarkan antusiasme.

Bila nyanyian Norah Jones, bunyi kodok, atau bayang-bayang di tengah malam itu sumber air, maka ke sanalah kita menimba—mungkin kesunyian, ketenangan, ataupun kesendirian. Karena kita tahu bahwa sumber air atau sumur atau mata air itu banyak, maka kita yakin dapat menimba air dari mana saja. Dari beragam sumber itulah kita dapat menimba beragam hal untuk mengayakan batin kita, imajinasi kita, maupun pemahaman kita tentang sesuatu.

Bila kita tidak mengerti ihwal bersabar, kita dapat mendatangi orang-orang yang mampu bersabar dan menimba kearifan dari mereka tentang bagaimana mereka mampu bersikap sabar. Bila kita tidak memahami bahwa kekuasaan itu cobaan, bertanyalah kepada orang-orang yang pernah berkuasa dan mengerti benar bagaimana kekuasaan telah menggerogoti karakter mereka. Bila kita tak mampu memaku yang benar, kita dapat bertanya kepada tukang kayu.

Dalam sangat banyak hal, kita memerlukan sumber-sumber itu yang pada dasarnya ada pada orang lain atau di tempat lain, di luar diri kita maupun di dalam diri kita. Jika kita mendapatkan inspirasi dari sumber tertentu, tak berarti inspirasi ini pasti sejalan dengan sumbernya. Berlawanan arah mungkin saja terjadi, terutama ketika kita berpikir dengan cara berbeda. Ketika kita mendengar seseorang menyimpulkan sesuatu, kita mungkin saja mengambil arah yang berbeda. Apakah itu berarti sumber tersebut tidak bermakna? Tetap bermakna, ia memantik kita untuk berpikir dan membukakan horison.

Kesediaan mengambil manfaat dari beragam sumber jelas memerlukan pikiran terbuka. Pikiran terbukalah yang memungkinkan kita menimba air dari sumber yang berbeda-beda, sehingga sumber itu tak habis-habisnya. Pikiran terbukalah yang memungkinkan kita memercayai bahwa hikmah ada di mana-mana. Pikiran terbukalah yang membuat kita dapat menemukan sesuatu yang berharga pada orang lain, peristiwa lain, lingkungan lain. Pikiran terbukalah yang membuat kita menyadari betapa banyak hal yang tidak kita mengerti dan mendorong kita untuk tidak bersikap pongah.

Semua itu membuat kita percaya bahwa setiap tantangan niscaya akan ada jalan keluarnya, sebab di sekitar kita terdapat beragam sumber yang kita bisa timba airnya. Dari masing-masinng sumber kita dapat menimba yang terbaik, pengetahuan dan peranti yang relevan, dan menyerap semangat yang terus menghidupi. Inilah cara kita untuk tumbuh, seperti tanaman menyerap panas dari matahari, mengisap air dari hujan, dan menyesap hara dari dalam tanah agar dapat berbunga dan berbuah.

Begitu pula, hikmah dapat ditemukan di mana-mana, bahkan di tempat yang tidak kita sukai, dan bila kita mau memungutnya, ia akan membantu kita untuk terus tumbuh sebagai manusia. (sumber foto ilustrasi: eamonnmallie.com) **

Ikuti tulisan menarik dian basuki lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Interpolasi

Oleh: Taufan S. Chandranegara

21 jam lalu

Terpopuler

Interpolasi

Oleh: Taufan S. Chandranegara

21 jam lalu