Puan dan Kader Pemuda Anti Narkoba

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Esai kita

Sebuah informasi yang dihimpun dari data BNN menyebutkan:

“setiap hari 50 orang meninggal dunia, 18 ribu orang meninggal setiap tahun dan 4.5 juta orang harus direhabilitasi karena narkoba. Sementara kerugian yang ditimbulkan akibat narkoba mencapai 63 Triliun Rupiah yang meliputi biaya pembelian narkoba, biaya pengobatan dan biaya rehabilitasi akibat narkoba.

Lalu apa langkah untuk mengantisipasi kondisi darurat dari dampak bahaya narkoba ini?

Salah satu upaya untuk mewaspadai dan mencegah penyebaran bahaya narkoba, pemerintah telah menyebarkan kaum muda di berbagai daerah. Program ini merupakan unggulan dari bidang kepemudaan pemerintah. Satuan dari kelompok pemuda ini bernama Kader Pemuda Anti Narkoba.

Tugas mereka adalah sosialisasi bahaya narkoba, melakukan pemetaan titik-titik rawan penggunaan dan peredaran narkoba serta membentuk satuan tugas anti narkoba dengan merekrut 25 anak-anak muda lainnya di desa masing-masing.

Sejauhmana gerakan kaum muda bentukan pemerintah ini bisa berhasil?

Menko PMK, Puan Maharani memberikan beberapa komentar yang konstruktif. Pertama, pemerintah hendaknya memposisikan gerakan ini sebagai partner pemerintah. Sebagai partner, biarkan mereka berusaha mandiri dalam mengambil keputusan dan merancang berbagai upaya pemetaan atas titik rawan peredaran narkoba.

Mengapa kemandirian diperlukan? Sebenarnya menurut Puan, cara ini merupakan bentuk pendidikan kepada kaum muda untuk belajar menjalankan tanggung jawab. Tanggung jawab bersumber pada perasaan peduli atas persoalan-persoalan yang ada di lingkungannya. Selain tanggung jawab, ini juga cara pemerintah untuk membiarkan mereka, kaum muda, mengembangkan daya berfikir dan inisiatifnya dalam menjalankan roda organisasi.

Kedua, meskipun sebagai partner, pemerintah tetap melakukan beberapa pendampingan dan memberikan fasilitas yang mendukung efektifitas gerakan ini. Alasan Puan dengan ini adalah agar harapan pemerintah, kaum muda dan masyarakat masih dalam satu pikiran. Mereka bisa menjadi partner yang baik. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Ema Salimah

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler