Logan: Pentas Terakhir Hugh Jackman?

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Film Logan mencapai Box Office di mana-mana dan mendapat nilai 8.7/10 di IMDb. Ini resensiku dari kacamata penggemar komik Marvel sepanjang masa.

Seorang teman berkali-kali mengingatkanku: saat menonton film adaptasi atau remake, lupakan sumber atau versi aslinya. Dan nasehatnya itu yang terus terngiang di telinga selama aku menonton Logan, dua hari lalu. Aku sudah menonton hampir semua film dan seri televisi Marvel, dan meski sering sewot, tapi masih dapat menganggapnya sebagai kisah jagat paralel dari kanonik (baku) yang kukenal dari kecil. Oh ya, aku penggemar fanatik komik Marvel sejak dulu.

Sebelum membahas tentang filmnya, terlebih dahulu aku ingin menceritakan linimasa X-Men yang kurang diketahui pemirsa dalam komik yang tadinya kukira sebagai prekuel Logan.

1. X-23

X-23 adalah gadis hasil kloning dari gen Wolverine yang telah rusak, percobaan yang hendak menghidupkan kembali proyek Weapon-X. Diciptakan oleh Dr. Sarah Kinney, seorang pakar mutan, X-23 sempat menjalankan beberapa misi termasuk membunuh kandidat presiden Amerika Serikat. X-23 menjadi senjata yang mematikan saat dipengaruhi aroma zat tertentu, dan di bawah perintah direktur Lab, ia membunuh Sarah Kinney yang telah mengandungnya. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Sarah memberikan nama Laura untuk X-23.

Laura sempat menjadi pelacur dan tukang pukul mafia, sebelum akhirnya ditemukan X-Men yang menyelidiki pembunuhan yang disangka dilakukan oleh Wolverine.

2. House of M.

Wanda Maximoff alias Scarlet Witch, putri Magneto, mengalami kerusakan mental yang semakin semakin parah, padahal ia mempunyai kemampuan mengubah realitas. Di puncak keputus-asaanya dan keinginan untuk membuat ayahnya bahagia, Wanda mebuat mimpi Magneto menjadi nyata: dunia didominasi oleh mutan, dengan Magneto sebagai penguasa. Satu-satunya yang sadar bahwa realita telah berubah hanyalah Wolverine.

Wolverine bergabung dengan Gerakan Pembebasan Manusia yang dipimpin Nick Cage untuk mengembalikan ke keadaan semula. Singkat cerita, Scarlett Witch a.k.a Wanda Maximoff sebelum menghembuskan napasnya membisikkan permintaan terakhir:

“Tak ada lagi mutan...”

3. Decimation

Keinginan Scarlett Witch menyebabkan mutan di seluruh dunia kehilangan kemampuan khusus mereka. Hanya 198 orang yang selamat....

4. Marvel Civil War

Titik balik jagat Marvel ke arah distopia. Manusia super, pahlawan atau penjahat harus terdaftar dan tersertifikasi. 

***

Meskipun aku telah memasang pertahanan dengan premis bahwa film sepenuhnya otonom, tidak terikat oleh komik yang menjadi sumber inspirasi-nya, tak urung plot film Logan membuatku terhenyak: Apa-apaan ini?

Aku mendata kejanggalan-kejanggalan yang muncul sebagai berikut:

 1. Dengan bertambahnya usia, logam Adamantium yang melapisi tulangnya menjadi racun bagi tubuh Wolverine.

Memang dalam komik X-Men Vol. 2 #191, diungkapkan bahwa Adamantium mempunyai 13 bentuk (allotropik), sebagian besar beracun. Wolverine telah ‘mencicipi’ rasa racun allotropi nomor sembilan yang diberikan Serafina, salah satu penjahat super anggota Children of The Vault. Namun tidak satupun mempunyai efek jangka panjang atau dapat melemahkan faktor penyembuhan Wolverine. 

2. Professor X bermulut kotor.

Apakah dementia atau Parkinson akan mengubah sifat dasar seseorang? Dalam film, Xavier berkali-kali mengucapkan kata ‘F’, jauh lebih banyak dari yang diucapkan karakter lain digabungkan bersama. 

3. Peluru Adamantium dapat membunuh Wolverine (atau X-24)

Mustahil. Sudah pernah dicoba sebelumnya dan gagal. Atau baca lagi poin 1.

Yang mungkin dapat menyebabkan kematian Wolverine (menurut file rahasia Professor X) adalah mutilasi dengan cara penggal kepala. Itupun kepala Wolverine harus segera dipisahkan dari badannya jauh-jauh.

4. Tidak adanya kehadiran Stan Lee sebagai cameo dalam Logan.

Selama ini, kemunculan Stan Lee sang kreator dalam film-film Marvel, diam-diam menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Memang Stan Lee pernah tak muncul dalam Fantastic Four 2015 yang luar biasa jelek itu. Apakah ketidakhadirannya bisa dianggap sinyal bahwa kisah yang idsajikan jauh melenceng dari kehendak sang kreator?

5. X-23 menangisi kematian Wolverine/Logan.

Baik X-23 atau Wolverine takkan menangis. Lebih mungkin mereka mati karena keselek tak bisa bernapas daripada menangis. Cucuran air mata ala Bollywood ini memang membuat penonton nyaris ikut mewek, namun kesannya adegan penutup dibuat di studio Disney. Aku membayangkan seandainya Logan dikerjakan oleh sineas Inggris atau Prancis mungkin pesan yang ditinggalkan lebih kuat dan mendalam.

***

Tidak ada satupun event Marvel yang pernah ada menjadi dasar untuk film Logan, tidak juga Decimation. Dari dialog antara Pierce dan Dr. Rice, tersirat bahwa punahnya mutan disebabkan oleh eksperimen Dr. Rice, bukan karena Wanda Maximoff. Dapat disimpulkan, Logan adalah sebuah ‘awal’ yang sama sekali baru, berbeda dengan lini masa-lini masa X-Men yang telah dan sedang berlangsung.

Apa alasan 20th Century Fox membunuh Wolverine yang pada dasarnya nyaris mustahil untuk mati? Analisa sederhanaku adalah karena Hugh Jackman. Superhero lain seperti Hulk, Spider-man, Superman atau Batman boleh pemerannya boleh gonta-ganti, namun Wolverine adalah Hugh Jackman dan Hugh Jackman adalah Wolverine.

Enam kali Hugh Jackman sukses menjalani operasi kanker kulit. Mungkin pemegang saham memilih untuk enyelamatkan X-Men sebagai waralaba dengan menamatkan kisah Wolverine di masa depan sembari mencari-cari pengganti yang pas.

Oh ya, boleh jadi alasan yang sama menyebabkan Professor X juga ditamatkan riwayatnya. Atau Sir Patrick Stewart sudah bosan menjadi professor lumpuh memki memiliki kekuatan pikiran yang menjangkau sampai ke luar angkasa.

Ah, sudahlah. Terserah bagaimana maunya para pemilik modal di 20th Century Fox saja.

 

Bandung, 8 Maret 2017

Bagikan Artikel Ini
img-content
Ikhwanul Halim

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Anak-anak Malam Minggu

Sabtu, 2 September 2023 17:05 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua