Penduduk Keturunan Asing di Sulawesi Utara

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Penduduk keturunan asing di daerah Sulawesi Utara (sulut), yaitu mereka yang merupakan keturunan dari bangsa Cina, Belanda, Portugis/Spanyol, dll.

Di daerah Sulawesi Utara (Sulut), tercatat ada 6 (enam) bangsa asing sebagai penduduk pendatang yang menetap di hampir semua kabupaten/kota dan yang membawa unsur-unsur kebudayaan lain seperti bahasa, cara-cara berpakaian, sistem pemerintahan, sistem pengetahuan, peralatan, pengangkutan, agama, dan lain sebagainya serta yang telah kawin-mawin dengan penduduk asli Sulawesi Utara.

Bangsa asing sebagai penduduk pendatang di daerah Sulawesi Utara tersebut, adalah :

Bangsa Cina

Bangsa Cina adalah bangsa asing yang pertama-tama datang di Sulawesi Utara. Mereka datang dari Tiongkok menuju Indonesia, tidak terkecuali tanah Minahasa, Sulawesi Utara. Mereka menempati daerah-daerah pelabuhan seperti Kota Manado dan Kota Bitung sebagai pedagang. Kemudian dari situ, mereka menyebar ke Kota Tomohon, Tondano, Amurang, Kakas, Langowan, dan lain-lain. Di Kota Manado mereka menguasai pusat perdagangan dan perkotaan. Mereka juga sudah kawin-mawin dengan penduduk asli sehingga di kalangan mereka sudah banyak yang menjadi warga negara dan keturunannya disebut dengan istilah Cina Manado.

Bangsa Portugis Dan Spanyol

Bangsa Portugis dan Spanyol datang di Sulawesi Utara sebagai penjajah melalui perdagangan pada abad 16. Selama berada di Sulawesi Utara terutama di tanah Minahasa sampai pertengahan abad 17, mereka sudah kawin-mawin dengan penduduk asli dan keturunan mereka disebut orang-orang Borgo.

Bangsa Belanda

Bangsa Belanda datang di Sulawesi Utara terutama di tanah Minahasa sebagai penjajah melalui perdagangan pada abad 17. Di kalangan mereka banyak yang menetap di wilayah Minahasa dan Kota Manado sebagai pegawai Pemerintahan Belanda, sebagai penyebar agama Nasrani, dan sebagai guru juga telah kawin-mawin dengan penduduk asli dimana keturunannya disebut Endo Manado dan memasukkan pengaruh kebudayaan Barat di tempat ini.

Bangsa Arab

Bangsa Arab datang di Sulawesi Utara sebagai pedagang sejak abad 19. Mereka menempati Kota Manado dan kemudian menyebar ke Kota Tomohon, Tondano, Langowan, Amurang, Kota Kota Bitung, dan lainnya. Sebagian dari mereka sudah kawin-mawin dengan penduduk asli yang beragama Islam, juga dengan penduduk pendatang dari Bugis, Ternate, Gorontalo, Buol, Toli-Toli, Donggala, dan lainnya dan sebagian perkawainan mereka bersifat endogam.

Bangsa Jepang,

Bangsa Jepang datang di Sulawesi Utara pada waktu Perang Dunia II. Di samping menjajah, mereka juga mengawini penduduk Sulawesi Utara dan meninggalkan keturunannya setelah mereka kalah perang.

Bangsa India

Bangsa India datang di Sulawesi Utara sebagai pedagang pada abad 19. Mereka berdiam terutama di Kota Manado, Bitung, Tondano, Kota Tomohon, dan Amurang sebagai pedagang (pertokoan). Dalam perkawinan mereka bersifat endogam.

Hingga saat ini pergaulan sehari-hari antara penduduk pendatang keturunan bangsa asing dengan penduduk asli daerah Sulawesi Utara senantiasa hidup berdampingan secara rukun dan damai berdasarkan slogan Torang Samua Basudara (Kita Semua Bersaudara) yang di perkenalkan oleh Dr. Sam Ratulangi,-

Bagikan Artikel Ini
img-content
N Raymond Frs

Seorang Amtenar Pemerhati Pariwisata Daerah Sulawesi Utara

0 Pengikut

img-content

Kegiatan Usaha Hiburan dan Rekreasi Pariwisata

Selasa, 15 Oktober 2019 18:10 WIB
img-content

Akses Ke Wilayah Kepulauan Sulawesi Utara

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler