Sejarah Singkat Xiangqi, Catur Cina Sejak 475 Sebelum Masehi

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Terlepas dari asal-usulnya, Xiangqi tak diragukan lagi merupakan permainan yang populer dari sejak 475-221 sebelum masehi sampai hari ini.

Catur Cina atau yang dikenal dengan nama Xiangqi sudah menjadi populer di Cina jauh sebelum Cina menjadi sebuah negara. Sering kali permainan ini diperkirakan menyebar dari India ke arah timur. Permainan tersebut bahkan sudah dimainkan pada awal periode Perang Sipil di Cina (475-221 sebelum masehi).

Gambar orang zaman dulu main Xiangqi -meetupstatic

Sulit untuk diceritakan kapan Xiangqi tiba di Cina atau memang berasal dari Cina sejak awal. Kebingungan ini muncul karena ambiguitas linguistik karakter pada Xiang.

Sedangkan dewasa ini Xiang telah diperbaharui dengan menggabungkan karakter kata tunggal untuk membentuk makna yang lebih luas dan lebih jelas. Pada jaman dahulu orang Tionghoa kuno mengandalkan satu karakter untuk menyampaikan makna tunggal saja. Dengan demikian, Xiangqi bisa diartikan "Pemainan Gajah", "Permainan Gambar," atau "Permainan Konstelasi." Oleh sebab itu permainan ini akhirnya terbagi menjadi tiga kategori.

Mereka yang menafsirkan karakter tersebut sebagai "Permainan Gajah" percaya bahwa permainan tersebut berasal dari India yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh kedatangan pasukan perang India saat Cina mengalami periode Perang Sipil.

Namun, lainnya, terutama para ilmuwan Cina, berpendapat bahwa Xiangqi berevolusi dari permainan China yang disebut Liubo, sebuah perulangan awal bakgammon yang menggunakan dadu. Pendukung teori semacam itu biasanya percaya bahwa permainan tersebut merupakan simulasi astronomi dengan potongan permainan meniru gerakan benda langit di malam hari.

Banyak buku menulis tentang masalah ini, masing-masing pakar permainan ini yakin bahwa teorinya adalah teori yang benar. Masih banyak bukti kuat juga ketika memantapkan peraturan permainan ini. Referensi pertama untuk peraturan permainan ini berasal dari cerita Cen Shun dari dinasti Tang (618-907).

Dalam cerita tersebut, Cen Shun bermimpi dikunjungi oleh seorang utusan Kerajaan Gajah Emas yang mengatakan bahwa kerajaannya akan segera berperang dengan Kerajaan Tian Na. Si pembawa pesan bertanya kepada Cen apakah dia ingin menonton dan tiba-tiba kamar Cen berubah menjadi gerbang sebuah istana yang disiapkan untuk sebuah pertempuran besar.

Seorang penasihat militer mendatangi Raja Gajah Emas dengan strategi unik: "Kuda terbang (ksatria) berjalan secara diagonal dan berhenti di tiga (garis ketiga), jenderal bergerak ke seluruh lapangan, gerobak (rook) langsung masuk ke dalam teritori musuh dan tentara tidak boleh bergerak ke samping.

Setelah itu sang raja mengikuti strategi serta kata kata bijak dari penasihatnya dan memenangkan perang tersebut dalam sehari. Kemudian, Cen mencoba menemukan sebuah permainan menggunakan papan yang akhirnya disebut  Xiangqi. Dengan menggunakan strategi yang sama yang dia dapat dari penasihat dalam mimpinya tadi.

https://www.jawapos.com/uploads/news/2017/09/14/elyon-christian-school-kenalkan-budaya-lewat-permainan_m_157081.jpeg -jawapos.com

Terlepas dari asal-usulnya, Xiangqi tak diragukan lagi merupakan permainan yang populer bahkan sampai hari ini. Hal ini sama dengan catur di dunia barat yang permainannya melibatkan strategi dan pemikiran serupa. Para turis yang pergi ke  ke Cina bahkan dapat melihat permainan ini dimainkan di taman dan di sudut-sudut jalan oleh bibi-bibi dan paman-paman yang sedang merencanakan serangan ke lawan seperti yang leluhur mereka lakukan ribuan tahun lalu.

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Jawara Ara

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua