Nyanyian Indonesia Bangun Kesatuan Lewat KeberagamanBudaya

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Membangun kecintaan pada tanah air melalui pengenalan seni budaya, menjadi fokus dalam peringatan Sumpah Pemuda ke 89.

 

Pagelaran "Nyanyian Indonesia" merupakan cara kreatif dan unik untuk meresponi maraknya persoalan yang mengarah pada perpecahan bangsa yang terjadi belakangan ini.  Acara Nyanyian Indonesia yang digelar dalam menyambut hari Sumpah Pemuda ke 89 ini digagas oleh Yayasan Cipta Asa Nusantara didukung Cipta Olah Persada (COP). Sasaran acara ini anak-anak muda agar mau mempelajari seni dan budaya Indonesia dengan menjadi pelaku seni dan  pelaku budaya secara langsung. Tujuan utamanya untuk merajut kebhinekaan di antara generasi muda.

 

Diantara kampus-kapus yang berpartisipasi, terdapat UPH yang diwakili anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Nusantara Dance Company (UKM NDC) dan kelompok tari mahasiswa Teachers College. Mereka turut mempersembahkan tarian Bali dan Papua, pada Selasa, 24 Oktober 2017, pukul 12.30 - 17.50 WIB di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

Uniknya di acara ini mahasiswa berbaur dalam keberagaman tradisi daerah nusantara dari Sabang sampai Merauke. Selain kebersamaan di acara ini juga memberikan banyak dampak positif bagi seperti yang diungkapkan Adwita, Mahasiswa Teachers College UPH 2015,  yang juga sebagai Ketua UKM NDC UPH, "kesempatan ini sangat bagus untuk anak muda melestarikan kebudayaan Indonesia.  Mahasiswa yang ada di Jabodetabek yang ikut dalam acara ini juga berasal dari berbagai daerah. Jadi melalui acara ini kita bisa saling mengenal dan menjalin network."

 

Bukan hanya itu, dengan mempelajari tarian daerah, Adwita juga merasakan banyak manfaat lainnya seperti menumbuhkan rasa cinta tanah air, mengetahui lebih banyak lagi kebudayaan Indonesia, bisa memperkenalkan tarian asli Indonesia kepada bangsa lain, dan mendapatkan makna komunikatif terhadap orang yang melihatnya.

 

UKM NDC UPH sendiri memang  dibentuk untuk mengapresiasi - Tetapi tidak menutup kemungkinan NDC juga belajar tarian dari negara lain, sejauh ini tarian dari luar yang dipelajari NDC yaitu tarian Seribu Tangan dari Thailand dan tarian dari China.

 

Setiap anggota UKM NDC tidak hanya mempelajari tarian semata, melainkan juga nilai-nilai untuk kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa.

 

“Dengan mempelajari tarian daerah, bagi saya ini suatu wujud bela negara seperti cinta tanah air yaitu mengenal, memahami, dan mencintai wilayah nasional, melestarikan dan memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsa dan negara serta bangga sebagai bangsa Indonesia yaitu salah satu wujudnya yaitu melestarikan budaya Indoensia dalam bidang seni tari, karena kita ketahui ada begitu banyak jenis tarian asli Indonesia,” tambah Adwita.

 

Rangkaian acara ‘Indonesia Menyanyi’ diisi dengan penampilan seni dan kuliah umum yang disampaikan Yudi Latief, Kepala Unit Kerja Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Dalam ceramahnya ia mengapresiasi mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi di Indonesia yang menyisihkan waktu untuk mempelajari latar belakang seni budaya Indonesia, termasuk lagu daerah dan tarian adat, salah satunya melalui UKM. (rh)
 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler