7 Cara Efektif Mengelola dan Mengatur Stok Barang di Gudang - Urban - www.indonesiana.id
x

Kanya Anindita

Karwayan Swasta
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • 7 Cara Efektif Mengelola dan Mengatur Stok Barang di Gudang

    Berikut ini adalah beberapa cara efektif mengelola stok barang (inventaris) di gudang yang dapat membantu kelangsungan bisnis Anda.

    Dibaca : 19.427 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mengelola inventaris merupakan salah satu tantangan terbesar bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak stok barang, terutama bagi Anda yang bisnisnya bergerak di industri grosir dan ritel. Pengelolaan stok barang bisa menjadi semakin rumit apabila bisnis Anda memiliki beberapa gudang di lokasi yang berjauhan. Akan tetapi, dengan manajemen gudang yang tepat, inventaris Anda pasti akan terkelola dengan baik. Berikut ini adalah beberapa cara efektif mengelola stok barang di gudang yang dapat membantu kelangsungan bisnis Anda.

    1. Rapikan Tempat Penyimpanan Inventaris

    Merapikan Inventaris

    Langkah pertama yang harus Anda ambil adalah mengatur tempat penyimpanan stok barang Anda agar menjadi lebih rapi. Anda akan dapat lebih mudah menemukan barang-barang Anda jika Anda menyusunnya dengan teratur. Ini juga akan membantu Anda meminimalisir kerusakan barang.

     

    Pisahkan produk sesuai dengan jenis dan kategorinya masing-masing. Sediakan rak khusus untuk barang-barang yang paling laku terjual dan taruhlah di tempat yang mudah diakses, sehingga Anda dapat dengan mudah mengambilnya. Beri label pada setiap rak untuk memudahkan Anda menemukan barang yang Anda cari.

     

    2. Buat Forecast Persediaan

    Memperkirakan jumlah stok barang

    Perkirakan jumlah stok barang yang perlu Anda tambahkan di gudang Anda untuk beberapa waktu ke depan. Forecasting bisa menjadi hal yang cukup rumit apabila Anda menjual produk dalam berbagai jenis, namun hal ini tetap bisa disiasati. Misalnya, jika pada bulan sebelumnya Anda menjual 100 barang yang sama, maka kira-kira pada bulan selanjutnya, Anda juga membutuhkan barang tersebut sebanyak 100 buah pula. Akan tetapi, Anda mungkin perlu memperbanyak pembelian barang tersebut ketika musim libur tiba, karena biasanya penjualan meningkat pada saat musim libur.

     

    3. Lakukan Analisis ABC

    Analisis ABC

    Kategorikan stok barang di gudang Anda. Agar Anda dapat menentukan barang mana yang harus ditambah jumlahnya, barang mana yang sebaiknya dikurangi, dan barang mana yang tidak perlu disimpan lagi di gudang, sebaiknya Anda membagi stok barang Anda ke dalam tiga kategori:

     

    A: Produk bernilai tinggi tetapi tingkat penjualannya rendah

    B: Produk bernilai menengah tetapi tingkat penjualannya tinggi

    C: Produk bernilai rendah tetapi tingkat penjualannya tinggi

     

    Analisis ABC membantu Anda mengidentifikasi barang-barang mana saja yang memerlukan perhatian lebih. Dengan begini, Anda bisa mengontrol pembelian stok barang Anda dengan lebih baik sehingga Anda pun bisa menggunakan anggaran Anda dengan lebih efisien.

     

    4. Lakukan Pengecekan Stok Secara Berkala

    Pengecekan Stok Secara Berkala

    Pastikan bahwa Anda selalu melakukan pengecekan barang sebelum Anda memasukkannya ke dalam rak. Cara ini membantu Anda mengetahui barang-barang mana saja yang hilang, cacat, salah produksi, dan lain sebagainya. Sebaiknya Anda melakukan inspeksi ini sebelum Anda melakukan pemberian kode untuk memastikan bahwa barang-barang yang diberi kode adalah barang-barang yang layak jual.

     

    5. Beri Kode untuk Setiap Barang

    Beri Kode untuk Setiap Barang

    Pemberian kode pada setiap barang akan sangat membantu Anda, terutama jika Anda menjual barang dengan berbagai ukuran dan warna. Kode membantu Anda mempercepat pencarian barang ketika pelanggan Anda menanyakan atau memesan barang dengan warna atau ukuran yang spesifik. Hal ini juga memudahkan Anda dalam menata barang di gudang Anda, karena kode dapat dipindai dengan barcode scanner.

     

    6. Pisahkan Barang yang Lama dengan yang Baru

    Memisahkan Barang yang Lama dan yang Baru

    Jangan mencampur barang yang lama dengan yang baru, karena ini akan mempersulit Anda melakukan forecast persediaan. Sebaiknya keluarkan stok barang yang lama terlebih dahulu, apalagi jika barang-barang tersebut mudah basi atau membusuk. Cara ini memudahkan Anda menghitung jumlah stok lama yang telah terjual dan belum terjual, sehingga membantu Anda mengurangi risiko kerugian. Selain itu, cara ini juga membantu Anda menjaga kualitas barang-barang Anda.

     

    7. Otomatiskan Manajemen Inventaris Anda

    Otomatiskan Manajemen Inventaris Anda

    Cara yang paling efektif dan efisien yakni mempercayakan solusi otomatis untuk mengelola stok barang Anda. Software Manajemen Inventaris akan sangat berguna terutama bagi Anda yang memiliki banyak toko dan gudang. Sistem ini membantu mengotomatiskan berbagai aktivitas pengelolaan inventaris yang memakan banyak waktu, seperti; pelacakan stok, proses pelabelan, pengambilan dan pengepakan barang, perkiraan stok, pengadaan, manajemen pengiriman barang, dan masih banyak lagi. Dengan mengotomatiskan operasional Anda, Anda pun dapat menghemat banyak waktu dan juga biaya.

     

     

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Kanya Anindita lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: web seo

    Minggu, 7 Agustus 2022 06:24 WIB

    Tip Merawat Sliding Door Mobil agar Tetap Awet

    Dibaca : 365 kali