x

Iklan

Rosse Hutapea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

HOSPITOUR 2018 Angkat Tema Sustainable Tourism

HOSPITOUR merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH). Setiap tahun HOSPITOUR mengusung tema berbeda

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

HOSPITOUR merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH). Setiap tahun HOSPITOUR mengusung tema berbeda yang merepresentasikan isu-isu penting di bidang pariwisata. Tahun ini panitia memusatkan perhatian pada isu sustainable tourism yang dirangkai dalam kata ‘DESTINATION’ yang merupakan kepanjangan dari  Driving Environmental Awareness towards Sustainable Tourism for Our Nation. Tema tersebut bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan dan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Untuk membahas isu sustainable tourism, panitia menggelar Seminar Nasional dengan menghadirkan lima pembicara kompeten di bidang kepariwisataan dari pemerintahan, peneliti, dan pelaku industri pariwisata, antara lain:  I Gede Ardika (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kabinet Gotong Royong),    Dr. Frans Teguh (Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kementerian Pariwisata RI.),   Wiwin Iswandi  (Destination Facilitator For DMO Cluster Rinjani - NTB),  Ir. Wiwien Tribuwani, M.T. (peneliti pada Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan ITB) dan Harry Nugraha.

Seminar Nasional berlangsung pada tanggal 9 April 2018, di kampus UPH Lippo Village, Tangerang, pada pukul 09.00-13.00. Hadir dalam seminar ini sekitar 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa STPPH dan juga peserta 35 STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) dari berbagai daerah dan 4 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Pariwisata, serta para dosen dan praktisi industri pariwisata.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menarik dalam seminar ini   I Gede Ardika mengajak para peserta  untuk berkontribusi dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip sustainable tourism. Ia menyebutkan beberapa prinsip yang dimaksudkan antara lain, memanfaatkan secara optimal sumber daya lingkungan yang merupakan elemen kunci dalam pengembangan pariwisata. Kemudian menghormati dan melestarikan warisan budaya yang telah meresap dalam nilai-nilai bangsa Indonesia. Dan yang terakhir adalah, pariwisata harus berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan masyarakat khususnya di lokasi pariwisata. Dengan demikian Indonesia mampu bertahan terdapat  serangan dunia yang gencar dan  dapat mempertahankan jati dirinya.

Kepala STPPH, Dr. Diena Mutiara Lemy dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa strategi pendidikan pariwisata di STPPH juga sudah sejalan dengan program pariwisata yang dicanangkan pemerintah,  menuju sustainable tourism. 

Proses pembelajaran untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di bidang pariwisata di STPPH dilakukan melalui pembentukan pola pikir mahasiswa. Diantaranya dengan mensinergikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masayarakat (PKM), dengan bermitra  di berbagai kalangan baik masyarakat di daerah pariwisata maupun kalangan pelaku industri pariwisata. 

Diena menegaskan bahwa pariwisata harus menyentuh langsung ke masyarakat.  Karenanya STPPH  mengajarkan dan membentuk pemahaman mahasiswa bahwa tujuan pendidikan bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi melainkan harus bermanfaat bagi masyarakat luas. Dalam hal ini kami mengajak mahasiswa untuk menyeleksi mitra-mitra dan merancang kegiatan-kegiatan yang mendukung kepada sustainable tourism.  

Kegiatan yang dimaksud diantaranya program PKM yang dilakukan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat melalui pelatihan keterampilan masyarakat untuk menambah nilai ekonomi keluarga. Di sini mahasiswa dilibatkan untuk melakukan berbagai inovasi yang dapat diaplikasikan untuk masyarakat di daerah tertentu sesuai kondisi daerah dan masyarakatnya.

“Pembentukan pola pikir juga kami ajarkan dari hal-hal kecil, seperti penghematan energy listrik dan air yang digunakan di lingkungan kampus. Kami juga mengajarkan cara pandang terhadap manusia atau masyarakat, bahwa dalam bisnis pariwisata, manusia atau masyarakat harus menjadi subyek dan bukan objek. Jadi parisiwasata tidak hanya fokus pada pembangunan ekonominya saja melainkan juga masyarakatnya dan budayanya. Prinsip-prinsip kepedulian terhadap lingkungan  juga harus dibangun agar ketika mereka terjun ke bisnis pariwisata tetap memikirkan bagaimana melestarikan lingkungan untuk ke depannya. Satu hal lagi yang selalu ditekankan adalah nilai kerohanian setiap mahasiswa. Di STPPH mahasiswa di bimbing untuk menemukan panggilannya dari Tuhan. Artinya mereka optimal dalam mengabdikan keterampilannya dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Diena.

Selain seminar, tema sustainable tourism juga dituangkan dalam beberapa lomba yang diadakan selama HOSPITOUR 2018 berlangsung, seperti lomba debat, pidato, tour package competition, dan ada juga beragam kompetisi lainnya yang diikuti para mahasiswa dari berbagai STP dan SMK.

Melalui kegiatan HOSPITOUR ini diharapkan para peserta  semakin mengerti dan bertambah wawasannya mengenai konsep sustainable tourism, serta dapat ambil bagian dalam mendukung kemajuan pariwisata Indonesia.

 

Ikuti tulisan menarik Rosse Hutapea lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Menggenggam Dunia

Oleh: Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Selasa, 9 April 2024 13:46 WIB

Terkini

Terpopuler

Menggenggam Dunia

Oleh: Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Selasa, 9 April 2024 13:46 WIB