x

Iklan

Putra Batubara

staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Seneng Nulis
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Ayo Kita Sambut Ajakan Zulkifli Hasan Doakan Palestina

Semoga Allah berikan kekuatan menghadapi Zionis Israel. Bangsa Indonesia menolak segala bentuk kejahatan kemanusiaan. Tak ada tempat untuk terorisme, titik

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Orang-orang beriman sesungguhnya bersaudara, demikian firman Allah dalam QS Al-Hujurot ayat 10. Sementara Nabi Muhammad dalam Hadist menyebutkan, perumpaan kaum mukmin dalam sikap mencintai, mengasihi, dan menyayangi, seumpama tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lain akan susah tidur atau merasakan demam.

Ikatan persaudaraan yang berbasis keimanan yang digambarkan Ayat Quran dan Hadist Nabi Muhammad tersebut tampaknya menjadi landasan Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk mengajak kita mendoakan rakyat Palestina. Apalagi selain alasan keimanan, juga karena faktor kemanusiaan yang bahkan tercantum secara eksplisit UUD 1945, salah satu dari empat pilar yang terus disosialisasikan Zulkifli Hasan bersama anggota MPR lainnya kepada masyarakat.

Dalam pembukaan konstitusi kita disebutkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan perikeadilan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Karena itulah doa kita untuk rakyat Palestina harus terus kita selipkan dalam setiap munajat kita kepada Allah saat kita juga mendoakan bangsa sendiri yang dirundung berbagai musibah, yang terakhir serangkaian aksi teror. Apalagi saat ini bulan Ramadhan, merupakan momen yang tepat untuk memanjatkannya.

Dalam rangkaian ayat tentang perintah puasa Allah menyatakan, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran (QS Al-Baqarah: 186).

Ajakan Zulkifli Hasan sendiri dia sampaikan lewat akun Facebook-nya kemarin. "Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita berdoa untuk korban teror di Indonesia, juga mendoakan saudara-saudara di Palestina. Semoga Allah berikan kekuatan menghadapi Zionis Israel. Bangsa Indonesia menolak segala bentuk kejahatan kemanusiaan. Tak ada tempat untuk terorisme, titik!" tegas Zulkifli Hasan dalam status yang berjudul "Doa untuk Indonesia, Doa untuk Palestina.

Soal sikap Zulkifli Hasan terhadap aksi terorisme yang ada di Indonesia demikian tegas: Harus dilawan. Dia menyesalkan kalau anak bangsa apalagi pejabat saling menyalahkan. Karena yang terpenting adalah saling menguatkan dan mendoakan di antara kita dalam melawan terorisme. Bahkan Ketua MPR ini menggelar shalat ghaib untuk Ipda Auzar dan korban teroris lainnya saat tengah melaksanakan ibadah umroh Rabu lalu.

Demikian juga terkait dengan Palestina. Ketua MPR Zulkifli Hasan bahkan termasuk tokoh nasional yang ikut dalam Aksi Bela Palestina 12 Desember 2017 lalu bersama ribuan umat Islam lainnya. Massa Aksi 1712 ini menuntut Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencabut kebijakan pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Dan ajakan doa yang disampaikan Zulkifli Hasan tersebut terkait dengan peresmian pembukaan Kantor Kedutaan Besar AS untuk Israel di Yerussalem pada Senin, 14 Mei 2018. Pembukaan Kedubes tersebut sendiri diwarnai protes besar-besaran. Bahkan lebih dari 50 orang tewas akibat aksi represif militer Israel terhadap rakyat Palestina.

Protes besar-besaran ini bersamaan dengan momentum Hari Nakba yang diperingati setiap 15 Mei. Nakba atau malapetaka adalah kisah tragis yang dialami rakyat Palestina, ketika 70 tahun lalu lebih sekitar 750 ribu warga Arab Palestina atau sekitar 80 persen mengungsi atau diusir dari kampung halaman mereka dan 400 desa warga Palestina dihancurkan.

Insiden memilukan ini terjadi berkaitan dengan pembentukan negara Israel pada tahun 1948, yang didukung negara-negara Barat terutama Inggris. Sementara jauh sebelumnya, tepatnya sejak deklarasi Balfour pada 2 November 2017, warga Yahudi berduyun-duyun dari Eropa berimigrasi ke wilayah Palestina.

Penolakan terhadap kebijakan Trump tersebut harus semakin keras lagi terlebih karena syarat dengan alasan politis kepentingan Presiden AS tersebut semata. Mengingat kepuasaan publik AS terhadapnya semakin merosot, dia membutuhkan pengalih dari masalah dalam negeri. Salah satunya adalah melakukan hal yang sama sekali tidak pernah dilakukan Presiden AS sebelumnya, yaitu mengakui Yerussalem sebagai Ibukota Israel (_Motif Trump di Balik Pengakuan atas Jerusalem,_Kompas, 2017).

Sementara Israel sendiri sudah sejak lama membutuhkan pengakuan atas kontrolnya terhadap Yerussalem. Karena secara de facto Israel sudah menguasai Yerussalem secara penuh selama 50 tahun terakhir. Tapi tidak ada satu pun di negara di muka bumi ini yang mengakui secara politik karena statusnya dalam keadaan status quo berdasarkan Resolusi PBB 181 tahun 1947.

Kita bersyukur para pimpinan negara kita, seperti Presiden dan juga Ketua MPR, sikapnya soal Palestina-Israel masih belum berubah seperti yang sudah ditunjukkan oleh para founding fathers. Bung Karno misalnya, jelas menyatakan, Israel adalah penjajah.

"Kita harus bangga bahwa kita adalah satu bangsa yang konsekuen terus, bukan saja berjiwa kemerdekaan, bukan saja berjiwa antiimperialisme, tetapi juga konsekuen terus berjuang menentang imperialisme. Itulah pula sebabnya kita tidak mengakui Israel," ujar Bung Karno, seperti dikutip dari Historia.id.

Karena itu pula, kita menyesalkan aksi pengibaran bendera Israel di Papua, lewat video yang viral dia media sosial. Meski disebut sebagai acara budaya, kita berharap tetap ada pengusutan secara menyeluruh.

Ikuti tulisan menarik Putra Batubara lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB