x

Iklan

QA DEVI HIY

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Patriot Impelementasi Pancasila

melihat dan membandingkan pemuda zaman sekarang dan zaman dahulu. melihat apa saja yang sudah diberikan pemuda zaman sekarang.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

“Bahwa sesungguhnya ditangan pemuda lah permasalahan masyarakat akan dipecahkan, dan didalam pengorbanannyalah suatu bangsa akan hidup dan berkembang” Pepatah.

“Berikan aku seribu orang tua, niscaya aku cabut semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan aku guncang dunia.” Kutipan pidato Bung Karno.

“jadilah generasi yang turun tangan, bukan unjuk tangan .Pencari solusi bukan pemaki-maki generasi yang berkarya ,bukan bermudharat. Generasi tangan diatas bukan tangan dibawah.” Ucap Ridwan Kamil walikota Bandung.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemuda dengan segala perannya, menjadi penggerak kebangkitan bangsa dalam rentetan sejarah yang ada. Rasa cinta yang menggelora pada diri merekalah yang membuat bangsa ini maju dan bangkit. Tentunya bagi pemuda yang punya kecerdasan intelektual, ketajaman berfikir & semangat pergerakan yang akan membuat bangsa ini semakin Jaya.

Hampir dapat dipastikan karena campur tangan pemuda yang di gadang-gadang sebagai agen perubahanlah , peradaban suatu bangsa itu ada.

Kata pemuda selalu lekat akan generasi paling dinamis, aset kebanggaan bangsa, aktor utama dalam pentas dunia, yang berkarya, yang mampu mengguncang dunia

Kita susuri kembali perjuangan para pemuda Indonesia tempo dulu.

Dimulai sejak Indonesia masih dalam cengkraman Hindia Belanda.

Sumpah pemuda merupakan bukti paling otentik , bangsa ini mulai lahir dan sadar kan pentingnya rasa nasionalisme, ya tepat tanggal 28 oktober 1928. Para pemuda dari setiap daerah  bertekad untuk menyatukan  bangsa ini.

Tidak berhenti di situ, Indonesia dengan tegas memerdekakan diri, juga karena para pemuda kala itu yang dengan berani menculik Soekarno & moh. Hatta ke Rengasdengklok 16 Agustus 1945, mereka juga memaksa keduanya untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Bangsa indonesia.

Sosok pemuda kembali bersuara untuk menetang kesewenang- wenangan, dan ambil bagian pada  tahun 1966 juga tahun 1998.

Tahun 1966 pemuda sebagai penyambung lidah rakyat memunculkan Tri Tura (tiga tuntutan Rakyat) yakni, Bubarkan PKI beserta ormas- ormasnya ; perombakan kabinet Lamira; dan turunkan harga sembako. Para pemuda mengerahkan demonstrasi secara besar besaran hadsilnya tidak sia sia pemerintah pun takluk , mereka mengeluarkan Supersemar ( Surat Perintah sebelas Maret) yang merupakan berakhirnya orde lama dan membuka Orde baru.

Orde baru yang berkuasa selama 32 tahun , belum juga memuaskan hati para pemuda, mereka pun mulai berontak kembali,  menghadapi segala resiko demi rasa cinta yang besar pada negeri ini. Orde baru yang identik dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)  menuntut mereka turun aksi. Mereka memaksa Pemerintah melakukan reformasi. Penguasa pada masa itu tak merespon aksi para pemuda , malah para aktivis pemuda hilang secara misterius, hingga kini. Tragedi Trisakti (12 Mei 1998), menjadi saksi betapa berjasanya para pemuda kala itu , 6 orang dari mereka harus menjadi korban . masih belum tercapai apa yang di cita –citakan para pemuda, mereka terus bergerak hingga 13- 14 Mei 1998 semangat mereka makin menyulut demostrasi besar besaran di galahkan. Indonesia kacau dengan berbagai aksi yang berdampak parah seperti penjarahan di berbagai kota.

Puncaknya , 18 Mei 1998 para pemuda mendudukki atap gedung MPR RI di Senayan, memaksa Soeharto untuk mengundurkan diri. Lagi dan lagi Pemerintah menyerah tanggal 21 Mei 1998 soeharto undur diri.

Asumsi makin mengakar kuat pada diri pemuda sebagai agen perubahan.

Hanya mereka yang dapat menerbangakan sang garuda hingga menghujam cakrawala dan dilihat oleh seluruh mata dunia sebagai garuda yang gagah.

Kalau kita melihat pemuda sekarang, seakan mereka sedang mati suri, mungkin mereka sedang terlena dengan berbagai kemudahan yang ada.

Tak perlu bersedih mungkin hanya sebagian kecil dari mereka yang berani berleha-leha. Banyak pemuda Indonesia yang menunjukan apresiasinya. Hanya mereka yang sadar akan perubahan yang dapat sukses.

 

Ikuti tulisan menarik QA DEVI HIY lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu