Komitmen Jokowi Wujudkan Kedaulatan Pangan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Mutiara Azizah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Komitmen Jokowi Wujudkan Kedaulatan Pangan

    Dibaca : 456 kali

    KOMITMEN JOKOWI WUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN

    Oleh: Mutiara Azizah

     

    Komitmen dan kesungguhan Jokowi mewujudkan Indonesia sebagai Negara yang berkedaulatan pangan semakin nyata dirasakan oleh petani dan masyarakat.  Keseriusan pemerintahan Jokowi ini ditunjukkan dengan berbagai terobosan kebijakan dan program pembangunan pertanian yang berpihak pada petani.  Terobosan tersebut diimplementasikan melalui pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, optimalisasi lahan dan penambahan luas tanam, penyediaan bantuan sarana usaha tani (alsintan, pupuk, benih pestisida), pendampingan dan penguatan SDM, penanganan pasca panen, dan pengendalian harga .  Muara dari kebijakan adalah pertama,tersedianya pangan yang cukup untuk masyarakat,  kedua menurunkan  angka kemiskinan dan ketiga,  meningkatkan kesejahteraan. 

     

    Membangun Bendungan, Embung, dan Irigasi

     

    Bendungan, embung dan irigasi merupakan insfrastruktur penunjang ketahanan pangan.  Selama empat tahun, pemerintahan Jokowi telah membangun secara massif bendungan, embung dan irigasi di seluruh wilayah tanah air.  Ada 65 bendungan yang dibangun terdiri dari 16 proyek bendungan lama dan 49 proyek bendungan baru.  Selain itu, melalui Inpres No 1 tahun 2018, Jokowi juga mendorong percepatan penyediaan embung kecil dan bangunan penampung air lainnya di desa. 

     

    Dalam kurun waktu 2015-2017 telah dibangun 5.121 unit embung desa melalui Kementerian PUPR 846 unit, Kementerian Pertanian 2.348 unit, dan Kementerian PDTT 1.927 unit.   Embung desa yang dibangun Jokowi ini memiliki kapasitas tampung air sebesar 2,11 Miliar m3. Disamping bendungan dan embung, pemerintah juga membangun jaringan irigasi baru seluas 860.015 ha, dan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 2.319.693 ha. Layanan irigasi waduk 160.000 Ha, air baku 3,02 m3/detik, dan potensi energi 145 MW.

     

    Optimalisasi Lahan dan Penambahan Luas Tanam

     

    Penambahan volume air yang bisa ditampung memberi pengaruh yang besar terhadap luasan areal sawah irigasi.  Sebelumnya terdapat 7,1 juta hektar sawah, 10,5% diantaranya atau sekitar 760.000 hektar sawah merupakan sawah irigasi yang sumber air dari 230 bendungan, sementara sisanya masih berasal dari air non bendungan atau tadah hujan.

     

    Dengan dibangunnya 65 bendungan baru, luasan sawah irigasi bertambah 173.000 hektar atau secara total menjadi 933.000 hektar.  Luas areal sawah irigasi dari bendungan naik jadi 13,5% dari total luas areal sawah di Indonesia. Dengan sumber air dari bendungan dan embung, maka kebutuhan air pertanian atau sawah irigasi bisa terpenuhi sepanjang tahun.  Kini, setelah ada bendungan petani bisa tanam dan panen 2-3 kali dalam satu tahun, yan sebelumnya hanya satu kali setahun karena kekeringan.

     

    Optimalisasi lahan dan penambahan luas tanam juga dilakukan dengan cara memanfaatkan sawah terlantar, dengan mengoptimalkan manfaat jaringan irigasi, menyediakan tenaga kerja, menggunakan alsintan yang memadai, dan menyediakan benih dan pupuk secara mencukupi.

     

    Penyediaan Bantuan Sarana Usaha Tani

     

    Untuk menekan biaya produksi petani pemerintah membagikan pupuk, benih, dan mesin pertanian (alsintan) secara gratis.  Sehingga petani tidak lagi harus mengeluarkan biaya produksi yang terlalu banyak untuk membeli pupuk, benih, dan alsintan.  Insentif kepada petani tidak berhenti sampai di aspek produksi. Tertekannya biaya produksi  petani juga ditambah dengan insentif yang diberikan pemerintah berupa HPP sehingga petani memiliki jaminan produk padinya terbeli dengan keuntungan yang cukup. Perhatian pemerintah ini mendorong petani semangat untuk menanam karena dari mulai produksi sampai pascaproduksi mendapatkan bantuan dan proteksi dari pemerintah.

     

    Disamping itu, para petani yang mengalami gagal panen karena bencana dan faktor alam lainnya juga mendapatkan proteksi berupa asuransi pertanian. Asuransi pertanian ini belum pernah terjadi pada masa lalu.

     

    Pendampingan dan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)

     

    Upaya modernisasi pertanian tidak hanya terhenti pada pemberian bantuan. Pemerintah melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan pendampingan intensif terhadap petani dalam pengoperasian alat pertanian modern. Lewat program Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA), para penyuluh di daerah dikerahkan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada petani dalam memanfaatkan maupun merawat alat pertanian modern, seperti combine harvester, traktor roda empat, ataupun ekstravator. 

     

    Meningkatkan Produksi Pertanian dan Kesejahteraan Petani

     

    Kebijakan pembangunan pertanian pemerintahan Jokowi berhasil meningkatkan kesejahteraan petani.  Hal ini terbukti pada beberapa indikator _pertama_, menurunnya jumlah penduduk miskin di pedesaan.  _Kedua_, berkurangnya ketimpangan pengeluaran (menurunnya gini rasio) yang mencerminkan semakin meratanya pendapatan petani di pedesaan. _Ketiga_ membaiknya daya beli masyarakat petani di pedesaan. Hal ini dilihat dari Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) dan Indeks Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP).

     

    Keseriusan pemerintah membangun sektor pertanian menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data hasil sinkronisasi BPS dengan Kementerian Pertanian (Angka Ramalan/ARAM II) menunjukkan bahwa produksi padi nasional sebesar 81,3 juta ton tahun 2017 atau naik 15 persen dibanding 2014. Begitu pun produksi jagung tahun 2017 sebesar 27,9 juta ton naik 37 persen, aneka cabai 1,90 juta ton naik 1,5 persen dan bawang merah 1,42 juta ton naik 15,3 persen dari tahun 2014.

     

    Peningkatan produksi pertanian ini memberi pengaruh pada kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Data BPS menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di pedesaan turun 842 ribu jiwa atau turun 4,7 persen dari semula Maret 2015 sebanyak 17,94 juta jiwa turun 17,10 juta jiwa pada Maret 2017.

     

    Neraca Perdagangan Pertanian Meningkat

     

    Kemajuan pembangunan pertanian juga memberi dampak pada membaiknya kinerja neraca perdagangan sektor pertanian. Merujuk pada laporan BPS, nilai neraca perdagangan sektor pertanian Januari hingga Oktober 2017 sebesar USD 13,37 miliar atau tumbuh sebesar 70 persen dibanding periode yang sama di tahun 2016 yang nilainya hanya USD 7,86 miliar.  Pertumbuhan neraca perdagangan sektor pertanian yang cukup besar ini dipengaruhi oleh volume ekspor yang tumbuh mencapai 22,57 persen, sementara volume impor turun 0,46 persen.

     

    Beberapa komoditas pangan yang berkontribusi besar meningkatkan neraca perdagangan pertanian tersebut, di antaranya beras konsumsi, kedelai, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur unggas, gula rafinasi putih, pala, kelapa, kelapa sawit dan kopi. Volume ekspor semua komoditas ini pada bulan Januari hingga Oktober 2017 mengalami pertumbuhan positif dan volume impornya turun dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

     

    Selain beras konsumsi, komoditas pangan yang mengalami pertumbuhan ekspor yang fantastis yakni bawang merah. Volume ekspor bawang merah bulan Januari hingga Oktober 2017 sebesar 5.479 ton sedangkan pada Januari hingga Oktober 2016 hanya 625 ton.

     

    Menuju Lumbung Pangan Dunia

     

    Optimis…! Itulah semangat yang selalu digelorakan Jokowi sebagai seorang pemimpin nasional.  Optimisme diperlukan agar  seluruh rakyat Indonesia memiliki semangat dan kepercayaan diri sebagai bangsa untuk mewujudkan cita-cita perjuangan yaitu menuju Indonesia maju.  Tak berhenti mewujudkan kedaulatan pangan nasional, Jokowi juga telah meletakkan peta jalan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

     

    Seluruh capaian maupun target tersebut tentu harus dibayar dengan kerja keras dan komitmen dari semua komponen bangsa dan rakyat Indonesia.  Semua pihak harus mendukung Jokowi agar pada periode berikutnya bisa melanjutkan kebijakan pembangunan pertanian untuk lebih mensejahterahkan petani dan seluruh rakyat Indonesia. Hanya pemimpin yang optimis yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju dan mensejahterahkan anak cucu.

     

    * Penulis adalah Ibu Rumah Tangga, Pengamat Sosial dan Politik


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Salsabila Zulfani

    2 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 141 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.