x

Iklan

diah permata sari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Ani Yudhoyono, Berjuang Tidak Setengah-Setengah

Meski tengah berjuang dari penyakitnya dan membutuhkan dukungan keluarga, Ibu Ani Yudhoyono dengan bijak meyakinkan AHY untuk tetap berjuang bersama rakyat

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Gus, jangan sampai kamu nunggu di sini, justru tugas-tugas di tanah air kemudian tidak bisa dilakukan dengan baik”.

Kalimat di atas merupakan penggalan nasihat Ibu Ani Yudhoyono kepada anak sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Seperti diketahui, saat ini Ani Yudhoyono yang merupakan Ibu Negara dari Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tengah menjalani pengobatan kanker darah di Singapura. Di tengah kondisinya yang seharusnya mendapat dukungan penuh dari kerabat dan keluarga khususnya, ia merelakan anak sulungnya untuk berjuang bersama rakyat dan rela berada jauh dari anak-anaknya.

Inilah yang dikatakan pepatah, ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’. Keberanian AHY keluar dari karir militernya yang cemerlang untuk pengabdian kepada rakyat Indonesia, didapatkan dari sosok seorang ibu yang kuat, tangguh, dan berjuang tidak setengah-setengah. Ibu Ani sangat paham arti dan konsekuensi yang harus dibayarnya dari sebuah perjuangan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ibu Ani Yudhoyono lahir di Yogyakarta pada 6 Juli 1952 dengan nama lengkap Kristiani Herrawati. Ia merupakan anak dari seorang tokoh militer Indonesia Sarwo Edhie Wibowo dan Hj Sunarti Sri Hadiyah. Sarwo Edhie Wibowo dikenal sebagai salah satu tokoh yang mempunyai peran yang sangat besar dalam penumpasan Pemberontakan Gerakan 30 September dalam posisinya sebagai panglima RPKAD (atau Kopassus pada saat ini). Pada tahun 1976, Ibu Ani pun memilih SBY sebagai labuhan hatinya, yang notabene-nya juga seorang abdi negara.

Lahir, tumbuh besar, dan menjadi bagian keluarga besar ABRI/TNI membuat Ibu Ani sangat paham bagaimana ketirnya perjuangan seorang istri tentara. Terkadang ia harus sendiri dan jauh dari suami yang bertugas untuk negara. Mungkin juga, ia harus terjaga pada tengah malam memikirkan apakah suaminya bisa selamat dari peluru yang tidak mengenal kata lawan ataupun kawan. Bahkan tak jarang pula seperti istri-istri tentara lainya, terbesit dalam pikiran apakah anak-anaknya bisa tumbuh dengan didampingi oleh ayahnya kelak.

Sepuluh tahun (2004-2014)menjadi Ibu Negara, bukanlah waktu dan hari-hari yang mudah bagi Ibu Ani. Dalam satu waktu, ia harus menjalankan banyak tugas. Menjadi seorang istri, ibu bagi anak-anaknya, dan menjadi Ibu Negara yang mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan semua tugas itu, Ibu Ani terbilang sukses menjalaninya. Ia sukses mendampingi SBY dalam suka maupun duka, sukses membesarkan anak-anak yang memiliki mentalitas yang tangguh, dan sukses menjadi Ibu Negara yang menginspirasi kaum ibu dan anak-anak Indonesia lainnya.

Ibu Ani merupakan salah satu contoh pejuang wanita Indonesia di era modern. Pengalamannya membuat ia tidak pernah berjuang setengah-setengah. Memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia merupakan hal yang paling utama. Baginya, 14 Prioritas Partai Demokrat harus bisa diimplementasikan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia di masa mendatang.

Cepat sembuh Ibu Ani Yudhoyono. Kami yakin Ibu bisa melewati cobaan ini dengan sabar dan kuat. Kami anak-anak Indonesia senantiasa mendoakan semua yang terbaik untuk ibu.

Ikuti tulisan menarik diah permata sari lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler