'Talent Show' Sebagai Media Melatih Public Speaking - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indri Puji Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 12 Mei 2019 05:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • 'Talent Show' Sebagai Media Melatih Public Speaking

    Public Speaking itu kita menyampaikan pesan dan mengkomunikasikan sesuatu itu tidak hanya dalam bentuk perkataan tapi pesan itu bisa diramu dalam berbagai macam bentuk.

    Dibaca : 1.381 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Berbicara di hadapan banyak orang tidak jarang menjadi momen menakutkan bagi sebagian orang. Namun, sadar gak sih bahwa kemampuan Public Speaking adalah skill yang kamu butuhkan di dunia profesional? Suka atau tidak, kamu akan dituntut untuk menyampaikan pendapat atau pesan kepada publik yang beragam. Melihat hal ini, mata kuliah ‘Public Speaking’ dihadirkan dalam Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH). Dengan mata kuliah ini mahasiswa diajak untuk berkomunikasi kepada publik dengan beragam bentuk, salah satu yang menarik adalah dengan ‘Talent Show’ yang telah dilakukan pada 3 Mei 2019 di D’makan Sutera Stage, Supermal Karawaci.

    Sebagai bagian dari kelas Public Speaking, mahasiswa Ilkom UPH menampilkan kemampuan berkomunikasi mereka di depan publik melalui konsep ‘Talent Show’. Yaitu dengan penampilan beragam talenta seperti dance group, fashion show, vocal group, drama, dan lain sebagainya.

    Carly Scheffer Sumampouw, S.Sos., M.Com. – Dosen Ilkom UPH sekaligus juri kegiatan ini, mengatakan bahwa penyampaian pesan dalam public speaking dapat diolah ke dalam berbagai macam format, salah satunya adalah seperti kegiatan Talent Show.

    “Di dalam public speaking itu kita menyampaikan pesan dan mengkomunikasikan sesuatu itu tidak hanya dalam bentuk perkataan tapi pesan itu bisa diramu dalam berbagai macam bentuk. Makanya dari teman-teman mahasiswa ada yang menampilkan vocal group, fashion show, band, dan berbagai macam lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat komunikasi dalam kelompok yang berbentuk diskusi. Entah dalam latihan sebelum tampil, apa saja yang harus dipersiapkan, kostum apa yang akan dipakai. Hal-hal seperti itulah yang mengkomunikasikan pesan.” ungkap Carly.

    Selain itu Dosen lain yang juga juri, Agustin Diana Wardaningsih, S.E., M.I.Kom, mengatakan bahwa talent show merupakan tempat lain dimana mahasiswa dapat menyalurkan bakat mereka dan juga cara lain dari bagaimana public speaking dapat diterapkan dengan cara yang lebih fun.

    “Karena masing-masing orang tuh unik dan punya bakat tersendiri yang mungkin mereka butuh sarana, tempat untuk membuat mereka percaya bahwa talent yang mereka miliki apapun itu adalah sesuatu yang memang anugerah Tuhan. Jadi kenapa engga kita coba kasih ruang buat mereka percaya bahwa apapun yang Tuhan sudah kasih kepada mereka keunikan apapun itu memang harus dikembangkan secara positif.” papar Agustin.

    Di setiap harinya, kita tidak akan pernah terlepas dari komunikasi antara satu dengan orang lain, inilah yang menuntut kita untuk mampu menyampaikan pesan dengan tepat kepada beragam publik. Maka dari itu melalui mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu menguasai skill ini dan dituangkan ke dalam beragam bentuk yang tepat sasaran dan juga kreatif. (pl)

     

    ------

    Testimoni Siswa

    ------

    Regina Novia

    Public Relations – 2018

    “Aku ini suka banget berbicara di depan umum tapi kadang masih suka takut-takut. Namun, di kelas yang aku dapat yaitu, public speaking, aku dituntut untuk harus bisa berani berbicara di depan publik. Jadi ini merupakan challenge baru untuk aku. Walau deg degan tapi aku happy karena kelas ini seru dan memuaskan.”



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.079 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.