Cover Pinokio, Benarkah Jokowi Berbohong? Bukti-bukti Menunjukkan.... - Viral - www.indonesiana.id
x

Pinokio dalam cover Tempo

Rohmat Eko Andrianto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 September 2019

Minggu, 6 Oktober 2019 18:38 WIB
  • Viral
  • Pilihan
  • Cover Pinokio, Benarkah Jokowi Berbohong? Bukti-bukti Menunjukkan....

    Dibaca : 6.935 kali

    Sampul  majalah Tempo  bergambar Jokowi dengan siluet Pinokio hingga sekarang jadi polemik. Cover majalah edisi 16 September 2019 itu juga diadukan ke Dewan Pers oleh pendukung Jokowi dan  masih dalam proses sidang.

    Cover itu kontroversial karena ada bayangan Pinokio,  tokoh dalam dongeng Italia yang hidungnya memajang  jika ia sedang berbohong. 

    Pertanyaannya, benarkah Presiden Jokowi telah berbohong mengenai KPK? Apakah Jokowi memang pernah menjanjikan penguatan  Komisi Antikorupsi, dan kini lembaga ini justru jadi lemah? Mari kita telaah dari dokumen dan ucapan Jokowi.

    Nawacita  versus  visi misi 2019-2024
    Nawacita yang menjadi landasan kebijakan Jokowi pada periode pertama  memang memuat  secara gamblang mengenai KPK. Butir 1 nawacita berjudul:  “Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.”  Di bawah judul ini, tepatnya pada poin kedua disebut jelas:memperkuat KPK.”

    Adapun pada program periode 2019-2024,  “memperkuat KPK”  tidak muncul dalam dalam  visi misi   singkat yang disetor ke Komisi Pemilihan Umum.  Dalam visi misi itu Jokowi-mahruf mencantumkan  “Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya” pada butir keenam, tapi tak ada rinciannya.

    Penjabaran visi misi  itu dimuat  dalam  situs pasangan Jokowi-Maruf . Disitu juga tidak ada kata “KPK”.  Yang muncul adalah “Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi” yang dicantumkan pada poin ketiga dari butir keenam.

    Penguatan KPK  ada dalam debat
    Pada  awal  debat pertama, 17 Januari 2019, saat menyampaikan visi-misi, Jokowi jelas sekali menyebutkan  kata-kata “memperkuat KPK”.  Berikut cuplikan ucapan Jokowi, bisa juga dicek di video rekaman debat itu:

    “….Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang tegas merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi, yang terus kita lakukan melalui perbaikan sistem pemerintahan dan bekerja sama menguatkan KPK serta mendorong sinergi antara KPK dengan Kejaksaan dan Kepolisian..”

    Presiden Jokowi juga masih menegaskan mengenai penguatan KPK  pada 13 September 2019 ketika  ia menanggapi sejumlah poin  revisi UU KPK yang akan dibahas  di DPR.  Berikut cuplikan ucapan Jokowi :

    “….Saya tidak ada kompromi dalam pemberantasan korupsi, karena korupsi musuh kita bersama. Saya ingin KPK memiliki peran sentral dalam pemberantasan korupsi. Saya ingin KPK kewenangannya lebih kuat dibanding lembaga lain…”

    Apakah KPK  kini lebih kuat?
    Saat ini KPK masih menggunakan UU yang lama.  Begitu  revisi UU KPK diteken oleh Presiden, maka akan berlaku.  Nah tim kajian KPK telah mengaji revisi undang-undang  tersebut  dan menemukan  setidaknya  26 bukti yang memperlemah  komisi antikorupsi.

    Revisi UU KPK memuat  kewenangan Dewan Pengawas yang amat besar, bahkan masuk pada penanganan perkara, yaitu: memberikan atau tidak memberikan izin penyadapan, penggeledahan dan penyitaan.  Operasi tangkap tangan juga akan sulit dilakukan karena prosedur  izin penyadapan yang berbelit-belit.

    KPK juga menjadi tidak independen lagi karena masuk rumpun eksektif. Penyidik KPK berstatus pengawai negeri.  Komisi Antikorupi juga hanya berkedudukan di Ibu Kota dan tak memilik perwakilan lagi di daerah.

    Lalu, apakah Presiden Jokowi telah berbohong dan mengingkari janjinya?  Kita bisa menilainya sendiri dari ucapan dan realitanya. ###

    Baca juga:
    Ngeluh Gaji Rp 6 juta, Bupati 'Sembunyikan' Tunjangan dan Harta Rp 19 M!
    Usai Kebiri KPK, Inikah Skenario Kedua: Presiden Dipilih MPR

     

     

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.