x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 14 Oktober 2019 14:10 WIB

Kuliah Jurnalistk, Mahasiswa Unindra Dilatih Meliput dan Menulis Berita

Untuk meningkatkan kompetensi, mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI dilatih meliput dan menulis berita saat kuliah jurnalistik

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Belajar sambil meliput dan menulis berita. Begitu pengalaman yang dialami mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FBS Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) saat mengikuti perkuliahan "Jurnaslitik" yang diampu dosen Syarifudin Yunus.

Mahasiswa dilatih untuk meliput berita. Lalu menuliskan menjadi berita. Tujuannya, agar mahasiswa mampu memberitakan kejadian atau peristiwa yang faktual terjadi masyarakat secara bertanggung jawab. Sehingga kualitas berita yang disajikan akurat dan terhindar dari hoaks.

Dengan panduan buku "Jurnalistik Terapan” karya Syarifudin Yunus terbitan Penerbit Ghalia Indonesia (cetakan ke-4), mahasiswa dilatih menulis sebagai proses. Sehingga kualitas berita yang disajikan lebih optimal dan berdasarkan liputan ke lapangan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berita sebagai laporan tercepat tentang fakta yang menarik perhatian dan minat pembaca. Harus dimulai dari meliput,  menuliskan hingga mempublikasikannya. Agar berita yang disajikan dapat dapat dipertanggungjawabkan.

Jurnalistik disebutkan sebagai proses dalam meliput, menulis, dan memberitakan. Tidak ada berita yang instan, semua harus dilipiut ke lapangan. Maka, mahasiswa diajarkan untuk bisa meliput dengan teknik yang tepat; dari mulai mendapatkan bahan, menuliskan hingga menyebarluaskannya. Dikatakan, adanya berita bohong atau hoaks, karena ini bukan melalui proses.

Melalui liputan jurnalistik, mahasiswa Unindra ditekankan untuk memahami prasyarat menulis berita berupa yang: 1) aktual, 2) faktual, 3) penting, dan 4) menarik.  Dengan cara ini, mahasiswa pun diajarkan cara menulis berita secara mudah melalui teknik "key messages" atau pesan inti yang ingin dituliskan dalam berita, sesuai hasil liputan atau interview yang dilakukan di lapangan.

Banyak orang berpikir, belajar dan menulis adalah dua hal yang terpisah. Belajar aktivitas tersendiri, menulis pun tersendiri. Maka belajar seringkali ditafsir sebagai proses formal untuk menambah pengetahuan. Sementara menulis menjadi perilaku yang berada di luar kelas. Tapi realitas itu dibantah oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI yang belajar mata kuliah Jurnalistiak sambil membuat berita.

Hasil liputan dan berita yang dibuat mahasiswa akan diterbitkan ke dalam buku karya jurnalistik dan diluncurkan pada 17 November 2019 di #2 Festival Literasi Gunung Salak. Buku kuliah di sebelah kanan dan nantinya buku karya jurnalistik di sebelah kiri. Begitulah proses belajar Jurnalistik yang dialami mahasiswa semester 5 PBI Unindra. Untuk lebih dekat berproses jurnalistik melalui karya.

Agar mahasiswa mampu menyajikan berita yang akurat dan makin terampil dalam menulis. Itulah hakikat belajar Jurnalistik di era 4.0 #JurnalistikTerapan #KuliahJurnalistik

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu