Menanti Presiden Jokowi Mengigit Mafia di Negeri ini - Analisa - www.indonesiana.id
x

Siap Menggigit

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 14 November 2019 14:15 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Menanti Presiden Jokowi Mengigit Mafia di Negeri ini

    Dibaca : 324 kali


    Bila selama ini, kita sering mendengar ada korban gigitan ular yang mematikan, baru di era rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lah ada kosa kata "menggigit" ke luar menjadi jargon baru.

    Sebelumnya, saya juga menyebut ada jargon baru "ke luar kamu!" karya Menteri Agama (Menag) yang langsung memicu berbagai kontroversi.

    Kata "menggigit" yang memiliki arti menjepit (mencekam dan sebagainya) dengan gigi, tentu saja karena dikeluarkan oleh seorang Presiden, tentu maknanya menjadi berbeda.

    Pastinya Presiden Jokowi tidak akan menggigit atau menjepit dengan gigi sebenarnya. Namun, menggigit dengan kekuatan sebagai pemimpin negara yang memiliki kekuasaan (unjuk gigi).

    Menyoal "menggigit" ini dikemukaakan oleh Jokowi dalam rangka mengingatkan kembali kepada siapa pun pihak yang akan mengganggu dan 'bermain-main' dalam menjalankan agenda besar pemerintah lima tahun ke depan dengan melaporkan ke KPK, Polri, serta Kejaksaan Agung.

    "Kalau masih ada yang main-main, yang gigit saya sendiri. Lewat cara saya. Bisa lewat KPK, bisa, bisa lewat Polri, bisa lewat Kejaksaan, akan saya bisikin saja, di sana ada yang main-main," kata Jokowi dalam sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

    Mengapa Jokowi sampai mengukap kata "menggigit?" Mengapa Presiden-Presiden sebelumnya tidak sampai mengungkap hal itu?

    Padahal, apa yang dimaksud oleh Jokowi dan diterapkan pada masa pemerintahnnya kini, sejatinya banyak mangsa yang bisa saja sudah digigit dan telah berlangsung selama bertahun-tahun di Indonesia, namun mangsa tersebut tetap dapat bebas karena tidak ada yang berani menggigit.

    Satu di antara ribuan kasus, contoh mangsa yang seharusnya bisa saja sudah digigit adalah adanya pejabat pemerintah/Polri/TNI, yang secara penghasilan sudah dapat diterka berapa upah dari negara per bulannya, namun baru beberapa lama menjabat, aset dan kekayaannya cepat sekali melimpah. Dari mana aset dan kekayaan yang mendadak dapat melimpah? Sementara masyarakat di sekitarnya juga dapat menjadi saksi dari sepak terjang pejabat pemerintah/Polri/TNI tersebut.

    Sangat masuk akal bila pada akhirnya, kegerahan Jokowi karena tahu hal ini, maka meluncurlah kata "menggigit".

    Terlebih, agenda besar pemerintah lima tahun ke depan antara lain, penciptaan lapangan kerja dan memperbaiki kinerja ekspor dan impor. Ia mengingatkan kepada para pihak untuk tidak bermain-main dalam agenda besar pemerintah itu.

    "Saya sudah wanti-wanti betul, Di area ini kalau masih ada yang main-main, saya gigit sendiri, akan saya gigit sendiri," ujarnya.

    Jokowi mengingatkan para penegak hukum juga harus mendukung agenda besar pemerintah, aparat penegak hukum tak menjerat orang yang tidak melakukan kesalahan, tak menjerat pejabat atau pelaku-pelaku bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan Indonesia.

    Lebih verbal dan spesifik, Jokowi juga tak akan memberi toleransi kepada aparat penegak hukum yang kerjaannya menakut-nakuti, mengganggu inovasi, hingga memeras para birokrat dan pejabat. Ia mengaku banyak mendengar penegak hukum memeras pejabat dan pelaku usaha.

    Apa artinya? Oknum-oknum yang terbaca masyarakat "mendadak kaya" adalah sasaran gigit Jokowi. Karenanya, Peesiden mengaku akan menginventarisasi dan setelah itu melaporkan kepada Kapolri Jenderal Idham Azis serta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mencopot penegak hukum yang melakukan kriminalisasi pemerasan.

    "Saya minta tolong cek, copot pecat, gitu saja sudah. Itu setop, yang kayak gitu setop, jangan diterus-teruskan," tuturnya Jokowi.

    Atas rencana "menggigit" Presiden Jokowi ini, banyak masyarakat yang berdoa, semoga Jokowi tidak tebang pilih, siapapun yang selama ini memang telah menghambat berbagai persoalan di negeri ini dan memanfaatkan jabatanya baik di pemerintahan/Polri/TNI, untuk kepentingan sendiri, bahkan demi memperkaya diri dengan cara tak legal, memang wajib segera digigit!

    Ayo Bapak Presiden, segeralah gigit mafia itu! Lawan dan tangkap!

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.