Demi Label Halal, Tous les Jours Larang Ucapan Natal di Roti: Kenapa Salah Kaprah? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Aturan di sebuah toko roti

Dian Novitasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2019

Sabtu, 23 November 2019 05:16 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Demi Label Halal, Tous les Jours Larang Ucapan Natal di Roti: Kenapa Salah Kaprah?

    Dibaca : 6.924 kali

    Gerai roti  Tous les Jours  di Mal Pacific Place Jakarta sempat menjadi sorotan media sosial gara-gara video yang viral.  Toko roti ini diduga melarang pegawainya melayani penulisan ucapan Natal, Imlek, Valentine, dan Halloween pada roti.

    Dalam sepenggal video berdurasi 19 detik yang  beredar di media sosial,  terlihat pengumuman yang memberlakukan beberapa aturan, yakni:

    "Store tidak boleh menulis di atas cake atau ucapan atau sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam seperti:
    1. Ucapan Selamat hari besar agama, misal : Natal, Imlek dll.
    2. Perayaan yang tidak sesuai syariat Islam, misal: Valentine, Halloween dll

    Store diperbolehkan menulis di atas cake ucapan seperti :
    1. Ucapan untuk selamat hari jadi, misalkan pernikahan, promosi jabatan, dst
    2. Perkataan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam, misal: I Love U, you're the best"

    Aturan yang mungkin  bersifat internal itu diduga dibuat dalam rangka proses sertifikasi halal yang diajukan oleh perusahaan roti  tersebut. Soalnya ada juga tulisan "Referensi: Sistem Jaminan Halal" di bagian bawah judul peraturan tersebut.

    Baca juga:
    Heboh Larangan Ucapan Natal di Roti: Kenapa Rawon Setan & Celengan Juga Tak Bisa Dilabeli Halal

    Penjelasan Manajemen
    PT CJ Foodville Bakery and Cafe Indonesia (Tous Les Jours) menjelaskan soal video pendek yang tersebar luas yang  berisi peraturan penulisan ucapan itu.  Tanggapan tersebut disampaikan melalui media sosial Instagram dan Facebook resmi milik Tous Les Jours Indonesia.

     "Bahwa terkait peraturan penulisan ucapan cake sebagaimana yang terlihat pada video, foto dan/atau informasi lainnya yang sedang ramai beredar, bukan merupakan peraturan resmi yang dikeluarkan oleh manajemen kami," tulis manajemen via Instagram @touslesjoursid, Jumat, 22 November 2019.

    Manajemen Tours Les Jours Indonesia mengatakan, korporasi dalam menjalankan bisnisnya mengedepankan toleransi keberagaman suku, agama, ras, budaya dan/atau antar golongan."Kami mohon maaf sebesar-besamya atas ketidaknyamanan yang terjadi dan kami sangat berterima kasih atas dukungan serta kepercayaan semua pihak kepada Tours les Jours Indonesia selama ini," ungkapnya.

    Salah kaprah?
    Boleh dibilang,  manajemen Tours Les Jours Indonesia salah kaprah dalam  menyiapkan syarat-syarat mengajukan sertifikasi halal.  Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI) Sumunar Jati menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta toko kue untuk memajang aturan semacam itu.

    Jati menyebutkan, untuk memperoleh sertifikat halal memang ada ketentuan bahwa penamaan produk tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam. "Termasuk untuk bakery, penamaan jenis kue harus mengikuti aturan tersebut, termasuk tulisan pada kue yang dipajang di toko," kata Jati kepada Tempo, Jumat, 22 November 2019.

    Namun, aturan itu tidak berlaku untuk kustomisasi pada kue yang akan dibawa pulang. "Jika permintaannya customize, permintaan konsumen perorangan yang dihias lalu dibawa pulang tidak termasuk yang diatur," kata Jati.

    Ia mengatakan toko masih boleh melayani penulisan ucapan hari raya agama selain Islam, dengan catatan pesanan itu bersifat kustom dan dibawa pulang alias tidak dipajang di toko. ***

    Baca juga:
    Heboh Larangan Ucapan Natal di Roti: Kenapa Rawon Setan & Celengan Juga Tak Bisa Dilabeli Halal


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.