Ada Bupati Larang Trompet Tahun Baru, UAS juga: Bila Karena Soal Yahudi, Kok... - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

trompet

Anas M

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Oktober 2019

Minggu, 29 Desember 2019 03:51 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Ada Bupati Larang Trompet Tahun Baru, UAS juga: Bila Karena Soal Yahudi, Kok...

    Setiap menjelang tahun baru, urusan meniup terompet selalu menjadi perbincangan hangat bagi kalangan muslim.

    Dibaca : 8.169 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Setiap menjelang tahun baru, urusan meniup  terompet  selalu menjadi perbincangan hangat bagi kalangan muslim.  Banyak ustad  yang tidak menganjurkan, bahkan melarangnya,  hal itu karena bukan tradisi Islam.  Apalagi tahun baru yang dirayakan pun bukan tahun baru Islam, melainkan Masehi.

    Tak cuma ustad dan ulama,  pejabat  seringkali ikut  menyerukan  hal yang sama. Bahkan, Bupati  Bogor Ade Yasin,  misalnya, sampai  menerbitkan surat edaran berisi imbauan agar warganya tidak menyalakan kembang api, petasan, dan meniup trompet pada malam Tahun Baru 2020.

    Bupati Ade menerbitkan  surat edaran  itu pada 26 Desember lalu.  Bupati juga menyerukan agar  memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk meningkatkan ibadah, rasa keprihatinan atas bencana, kepedulian dan kepekaan sosial antar sesama. "Khusus masyarakat yang beragama Islam untuk meningkatkan salat berjamaah, zikir, istigosah dan muhasabah diri,"  begitu imbauan itu.

    Ulama yang melarang
    Ulama yang melarang kaum muslim ikut perayaan tahun baru umumnya berlandasan sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Daud no. 4031, dishahihkan oleh Al Albani)

    Ustad  Abdul Somad (UAS), misalnya, termasuk yang tegas melarang kaum muslim ikut perayaan tahun baru.   Menurut UAS, kaum muslim tidak diperbolehkan mengikuti ritual-ritual yang bertentangan dengan hukum Islam.  Ia  menganjurkan umat Islam ketika malam tahun baru mengikuti tabligh akbar atau kegiatan lain di masjid. Kalau tidak, ya lebih baik di rumah saja, tak perlu ikut perayaan tahu baru.

    Dalam video  video ceramah  yang diunggah di Youtube dua tahun lalu, Abdul Somad juga melarang  umat Islam meniup terompet untuk merayakan  tahun baru,

    “Trompet itu tradisi Yahudi.  Dalam Al Kitab, Perjanjian Lama ada. Sambutlah tahun baru itu dengan meniup terompet. Terompetnya dari tanduk kerbau.  Anak-anak kita jangan dibeliin (terompet),”  ujarnya.

    Selanjutnya:  alasan makruh dan terompet Israfil...

    Ikuti tulisan menarik Anas M lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.